• Blog Stats

    • 57,247 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terbaru

Tidak Sepantasnya Menanyakan Teknis Penyembelihan Hewan Ternak dan Ayam

Sepantasnya Menanyakan Teknis Penyembelihan Hewan Ternak dan AyamUlama : Syaikh Ibnu UtsaiminKategori : SembelihanPertanyaan:Pada suatu hari saya mengundang beberapa sahabat dan rekan kerja saya makansiang. Tatkala mereka datang, saya sajikan hidangan makan siang untuk mereka yangdi dalamnya ada ayam panggang yang kami masak sendiri di rumah. Saya ditanya olehsalah seorang dari mereka yang dikenal dengan komitmennya kepada agama, apakahayam panggang ini produk dalam negeri atau impor? Maka saya jelaskan bahwasanyaayam tersebut import dan kalau tidak keliru berasal dari Prancis. Maka orang itu tidakmau memakannya. Saya bertanya kepadanya, kenapa? Ia jawab dengan mengatakan,ini haram! Maka saya katakan: Dari mana anda mengambil kesimpulan ini? Iamenjawab dengan mengatakan: Saya dengar dari sebagian masyayikh (ulama) yangberpendapat demikian. Maka saya berharap penjelasan hukum syar’i yang sebenarnyadi dalam masalah ini dari Syaikh yang terhormat.Jawaban:Ayam impor dari negara asing, yakni non muslim, jika yang menyembelihnya adalahahlu kitab, yaitu Yahudi atau Nasrani maka boleh dimakan dan tidak sepantasnyadipertanyakan bagaimana cara penyembelihannya atau apakah disembelih atas namaAllah atau tidak? Yang demikian itu karena Nabi -sholallaahu’alaihi wasallam- pernahmakan daging domba yang dihadiahkan oleh seorang perempuan Yahudi kepadanya diKhaibar (Muttafaq ‘Alaih), dan beliau juga memakan makanan ketika beliau diundangoleh seorang Yahudi, yang di dalam makan itu ada sepotong gajih (Imam Al-Bukhari.Lihat pula Fathul Bari tentang masalah ini, apakah orang Yahudi yang mengundangbeliau ataukah Anas yang menghidangkannya, ataukah orang Yahudi itu yangmenyuruh Anas untuk mengundangnya, sebagaimana di dalam riwayat yang lain.) danbeliau tidak menanyakan bagaimana mereka menyembelihnya atau apakah disembelihdengan menyebut nama Allah atau tidak?!Di dalam Shahih Bukhari diriwayatkan: “Bahwasanya ada sekelompok orang berkatakepada Nabi -sholallaahu’alaihi wasallam-. Sesungguhnya ada suatu kaum yang datangkepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas namaAllah atau tidak. Maka beliau menjawab, “Bacalah bismillah atasnya oleh kamu danmakanlah.” Aisyah -rodhiallaahu’anhu- berkata: Mereka pada saat itu masih barumeninggalkan kekafiran.Di dalam hadits-hadits di atas terdapat dalil yang menunjukkan bahwa tidak selayaknya(bagi kita) mempertanyakan tentang bagaimana sebenarnya penyembelihannya jikayang melakukannya orang yang diakui kewenangannya. Ini adalah merupakan hikmahdari Allah dan kemudahan dariNya; sebab jika manusia dituntut untuk menggali syaratsyaratmengenai wewenang yang sah yang mereka terima, niscaya hal itu akanmenimbulkan kesulitan dan membebani diri sehingga menyebabkan syariat ini menjadisyariat yang sulit dan memberatkan.Adapun kalau hewan potong itu datang dari negara asing dan orang yang melakukanpenyembelihannya adalah orang yang tidak halal sembelihannya, seperti orang-orangmajusi dan penyembah berhala serta orang-orang yang tidak menganut ajaran suatuagama (atheis), maka ia tidak boleh dimakan, sebab Allah -subhanahu wata’ala- tidak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: