• Blog Stats

    • 56,947 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terbaru

Hukum Orang Yang Meninggalkan Shalat

Hukum Orang Yang Meninggalkan ShalatUlama : Syaikh Ibnu UtsaiminKategori : ShalatPertanyaan:Apa yang harus dilakukan oleh seseorang, apabila ia telah menyuruh keluarganya untukmengerjakan shalat namun mereka tidak memperdulikannya, apa ia tetap tinggalbersama mereka dan bergaul dengan mereka atau keluar dari rumah tersebut?Jawaban:Jika keluarganya tidak mau melaksanakan shalat selamanya, berarti mereka kafir, murtad,keluar dari Islam, maka ia tidak boleh tinggal bersama mereka. Namun demikian ia wajibmendakwahi mereka dan terus menerus mengajak mereka, mudah-mudahan Allah memberimereka petunjuk, karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir berdasarkan dalildari al-Kitab dan as-Sunnah serta pendapat para sahabat dan pandangan yang benar.Dalil dari al-Qur’an adalah firman Allah tentang orang-orang musyrik,”Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menuaikan zakat, maka (mereka itu) adalahsaudara-saudaramu seagama.” (At-Taubah: 11).Artinya, jika mereka tidak melakukan itu, berarti mereka bukan-lah saudara-saudara kita.Memang persaudaraan agama tidak gugur karena perbuatan-perbuatan maksiat walaupunbesar, namun persaudaraan itu akan gugur ketika keluar dari Islam.Dalil dari as-Sunnah adalah sabda Nabi –shollallaahu’alaihi wasallam-,الصَّلاَةِ تَرْكُ وَالْكُفْرِ الشِّرْكِ وَبَيْنَ الرَّجُلِ بَيْنَ إِنَّ”Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalahmeninggalkan shalat.” (HR. Muslim, kitab al-Iman (82)).Disebutkan pula dalam Shahih Muslim sabda beliau dalam hadits Buraidah dan kitab-kitabSunan,آَفَرَ فَقَدْ تَرَآَهَا فَمَنْ الصَّلاَةُ، وَبَيْنَهُمُ بَيْنَنَا الَّذِيْ اَلْعَهْدُ”Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yangmeninggalkannya berarti ia telah kafir.” (HR. Ahmad (5/346), at-Tirmidzi, kitab al-Iman(2641), an-Nasa’i (1/232), Ibnu Majah (1079)).Ucapan para sahabat: Amirul Mukminin Umar –rodliallaahu’anhu- berkata, “Tidak adabagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (HR. Malik, kitab ath-Thaharah(84)). Maksudnya, tidak ada bagian baik sedikit maupun banyak. Abdullah bin Syaqiqmengatakan, “Para sahabat Nabi –shollallaahu’alaihi wassalam- tidak memandang suatuamal pun yang apabila ditinggalkan akan menyebabkan kekafiran, selain shalat.”Adapun berdasarkan pandangan yang benar, dikatakan, apakah masuk akal bahwa seseorangdi dalam hatinya terdapat keimanan sebesar biji sawi, ia mengetahui agungnya shalat danpemeliharaan Allah terhadapnya, namun ia malah senantiasa meninggalkannya? Tentu sajaini tidak masuk akal. Jika diperhatikan alasan-alasan orang yang mengatakan bahwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: