• Blog Stats

    • 57,247 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terbaru

Hukum Meninggalkan Shalat dengan Sengaja

Hukum Meninggalkan Shalat dengan SengajaUlama : Syaikh Ibnu BazKategori : ShalatPertanyaan:Kakak saya tidak melaksanakan shalat, apakah saya boleh berhubungan dengannyaatau tidak? Perlu diketahui bahwa ia hanyalah kakak saya seayah.Jawaban:Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hukumnya kafir, ini berarti ia telahmelakukan kekufuran yang besar menurut pendapat yang paling benar di antara duapendapat ulama, yang demikian ini jika orang tersebut mengakui kewajiban tersebut.Jika ia tidak mengakui kewajiban tersebut, maka ia kafir menurut seluruh ahlul ilmi,demikian berdasarkan beberapa sabda Nabi -shollallaahu’alaihi wasallam-:”Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalahjihad.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Imam (2616),Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih).”Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalahmeninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman(82).”Perjanjiang (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapayang meninggalkannya berarti ia telah kafir.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346)dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621),An-Nasa’i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)).Karena orang yang mengingkari kewajiban shalat berarti ia mendustakan Allah danRasulNya serta ijma’ ahlul ilmi wal iman, maka kekufurannya lebih besar daripada yangmeninggalkannya karena meremehkan. Untuk kedua kondisi tersebut, wajib atas parapenguasa kaum Muslimin untuk menyuruh bertaubat kepada orang yang meninggalkanshalat, jika enggan maka harus dibunuh, hal ini berdasarkan dalil-dalil yangmenunjukkan hal ini. Lain dari itu, selama masa diperintahkan untuk bertaubat, harusmengasingkan orang yang meninggalkan shalat dan tidak berhubungan dengannya sertatidak memenuhi undangannya sampai ia bertaubat kepada Allah dari perbuatannya,namun di samping itu harus tetap menasehatinya dan mengajaknya kepada kebenaranserta memperingatkannya terhadap akibat-akibat buruk karena meninggalkan shalat baikdia dunia maupun diakhirat kelak, dengan demikian diharapkan ia mau bertaubatsehingga Allah menerima taubatnya.Rujukan:Kitab ad-Da’wah, halman 93. Ibnu Baz.Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal 185-186, penerbit Darul Haq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: