• Blog Stats

    • 57,242 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terbaru

Hukum Memelihara Jenggot

Hukum Memelihara JenggotUlama: Syaikh Ibnu BazKategori: Sunnah-Sunnah FithrahPertanyaan:Apakah memelihara jenggot wajib hukumnya atau hanya boleh? Apakah mencukurnyaberdosa atau hanya merusak Dien? Apakah mencukurnya hanya boleh bila disertai denganmemelihara kumis?Jawaban:Mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas, kami katakan, terdapat hadits yang shahih dariNabi –shollallaahu’alaihi wasallam- yang dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim didalam kitab Shahih keduanya dari hadits Ibnu Umar –rodliallaahu’anhu-, dia berkata,Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- bersabda,.اللِّحَى وَأَوْفُوا الشَّوَارِبَ أَحْفُوا الْمُشْرِآِيْنَ خَالِفُوا”Selisihilah orang-orang musyrik; potonglah kumis (hingga habis) dan sempurnakan jenggot(biarkan tumbuh lebat-penj.).” (Shahih al-Bukhari, kitab al-Libas (5892, 5893); ShahihMuslim, kitab ath-Thaharah, (259))Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah y, dia berkata, Rasulullah –shollallaahu’alaihiwasallam- bersabda (artinya), “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang,selisihilah orang-orang Majusi.” (Shahih Muslim, kitab ath-Thaharah (260)).Imam an-Nasa’i di dalam Sunannya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dariZaid bin Arqam y, dia berkata, Rasulullah –shollallaahu’alaihi wasallam- bersabda,.مِنَّا فَلَيْسَ شَارِبِهِ مِنْ يَأْخُذْ لَمْ مَنْ”Barangsiapa yang tidak pernah mengambil dari kumisnya (memotongnya), maka diabukan termasuk dari golongan kami.” (Sunan at-Tirmidzi, kitab al-Adab (2761); Sunan an-Nasa’i, kitab ath-Thaharah (13) dan kitab az-Zinah (5047)).Al-‘Allamah Besar dan al-Hafizh terkenal, Abu Muhammad bin Hazm berkata, “Para ulamatelah bersepakat bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot tumbuh adalah fardhu(wajib).”Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan para ulama perihal memotong habis kumis danmemperbanyak jenggot, memuliakan dan membiarkannya memanjang banyak sekali, sulituntuk mengkalkulasi kuantitasnya dalam risalah singkat ini.Dari hadits-hadits di muka dan nukilan ijma’ oleh Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadapketiga pertanyaan di atas, ulasan ringkas-nya; bahwa memelihara, memperbanyak danmembiarkan jenggot memanjang adalah fardhu, tidak boleh ditinggalkan sebab Rasulullahmemerintahkan demikian sementara perintahnya mengandung makna wajib sebagaimanafirman Allah –subhanahu wata’ala- (artinya), “Dan apa yang dilarangnya bagimu makatinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7).Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukum-nya akan tetapi memotonghabis adalah lebih afdhal (utama), sedang-kan memperbanyak atau membiarkanya begitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: