• Blog Stats

    • 57,161 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terbaru

Makna Ikhlas

Makna IkhlasUlama : Syaikh Ibnu UtsaiminKategori : Niat – IkhlasPertanyaan:Syaikh Ibnu Utsaimin -rohimahullah- pernah ditanyai tentang apa makna ‘al-Ikhlas’?Dan, bila seorang hamba menginginkan melalui ibadah-nya sesuatu yang lain, apahukumnya ?Jawaban:Ikhlas kepada Allah -subhanahu wa ta’ala- maknanya seseorang bermaksud melaluiibadahnya tersebut untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah -subhanahu wata’ala- dan mendapatkan keridhaanNya.Bila seorang hamba menginginkan sesuatu yang lain melalui ibadahnya, maka di siniperlu dirinci lagi berdasarkan klasifikasi-klasifikasi berikut:Pertama, dia memang ingin bertaqarrub kepada selain Allah di dalam ibadahnya inidan mendapatkan pujian semua makhluk atas perbuatannya tersebut. Maka, inimenggugurkan amalan dan termasuk syirik.Di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah -rodhiallahu’anhu- bahwasanya Nabi -sholallaahu alaihi wa salam- bersabda, “Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman,”Aku adalah Dzat Yang Paling tidak butuh kepada persekutuan para sekutu;barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya dia mempersekutukanKudengan sesuatu selainKu, maka Aku akan meninggalkannya beserta kesyirikan yangdiperbuatnya.” (Shahih Muslim, kitab az-Zuhud (2985).Kedua, dia bermaksud melalui ibadahnya untuk meraih tujuan duniawi sepertikepemimpinan, kehormatan dan harta, bukan untuk tujuan bertaqarrub kepada Allah;maka amalan orang seperti ini akan gugur dan tidak dapat mendekatkan dirinya kepadaAllah -subhanahu wa ta’ala-. Dalam hal ini, Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman,”Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikankepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka itu didunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhiratkecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di duniadan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Hud:15-16)Perbedaan antara klasifikasi kedua ini dan pertama; bahwa dalam klasifikasi pertama,orang tadi bermaksud agar dirinya dipuji atas ibadahnya tersebut sebagai ahli ibadahkepada Allah. Sedangkan pada klasifikasi ini, dia tidak bermaksud agar dirinya dipujiatas ibadahnya tersebut sebagai ahli ibadah kepada Allah bahkan dia malah tidak peduliatas pujian orang terhadap dirinya.Ketiga, dia bermaksud untuk bertaqarrub kepada Allah -subhanahu wa ta’ala-, disamping tujuan duniawi yang merupakan konsekuensi logis dari adanya ibadah tersebut,seperti dia memiliki niat dari thaharah yang dilakukannya -di samping niat beribadahkepada Allah- untuk menyegarkan badan dan menghilangkan kotoran yang menempelpadanya; dia berhaji -di samping niat beribadah kepada Allah- untuk menyaksikan.

Sumber: http://www.fatwa-ulama.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: