• Blog Stats

    • 34,344 hits
  • Kategori

  • Arsip

  • Pos-pos Terakhir

Cahaya Hidayah

Dua puluh enam tahun bermukim di Amerika Serikat, telah saya
dapatkan keleluasaan sekaligus kesempatan yang berharga untuk banyak
bergaul dengan para warga Muslim Amerika, baik secara perorangan
maupun juga bersama-sama keluarganya. Pengalaman ini begitu
mengilhami dan semakin memperkuat iman didalam dada saya. Saya akui,
seperti juga para imigran Muslim lain di sana, saya jalani kehidupan
sebagai seorang Muslim dengan lebih baik daripada ketika kami masih
berada di negri sendiri. Keadaan ini terdorong oleh para Mualaf (muslim
baru) setempat yang patut saya banggakan dan hargai. Sebagian besar
mereka, dibanding diri saya sendiri, sangat tinggi pengetahuannya tentang
Islam dan, begitu pula pengamalan ajaran Islam. Semoga Allah SWT
memberi saya kesempatan mengejar kertertinggalan saya dari mereka.
Sebagian besar dari para insan Muslim yang kisahnya disajikan
disini merupakan anggota masyarakat Muslim biasa-biasa saja di Amerika
Utara. Namun apa yang telah mereka lakukan itu, saya rasakan adanya
pengaruh yang amat besar terhadap diri mereka sendiri dan orang-orang
disekeliling mereka. Kepahlawanan itulah, walaupun bersifat lokal, perlu
untuk kita kenali. Ini merupakan perubahan positif ditataran akar-rumput
masyarakat Amerika, yang membuat heran bahkan mengagetkan para
penganut agama lain disana. Sebagai contoh, banyak dari para narapidana
yang sangat kejam telah berubah menjadi warga negara berperilaku baik
dan anggota masyarakat yang cinta damai, setelah mereka menerima Islam
dalam kehidupan mereka. Para mualaf Amerika ini adalah cahaya hidayah
bagi Muslim dan Non-Muslim. Diam-diam, mereka telah menghiasi
masyarakat Amerika dengan perilaku mereka yang amat mengesankan.
Pada waktu itu saya adalah guru matematika di sebuah Sekolah
Negeri di Maryland. Menjadi guru adalah pekerjaan yang menguras tenaga
dan pikiran. Banyak guru yang menjadi sangat kelelahan karenanya.
Biasanya para anggota Departemen Matematika mengadakan acara makan
siang bersama seluruh anggota pada akhir semester. Kami menamakan
acara ini �Proses Pengenduran�. Kami selalu menghidangkan masakan
yang kami masak sendiri, yang dikenal dengan nama Sloopy Joe, daging
sapi giling yang dimasak dengan saus tomat dan cabai halus. Hidangan ini
dimasak di Departemen kami menggunakan pemasak yang diatur lambat
pemanasannya. Rekan-rekan kami sangat menyukai �sloopy joe� ini. Suatu
kali, saya mengumumkan keras-keras bahwa sayalah yang akan
menyediakan daging sapi giling untuk acara mendatang. Semua rekan
sangat setuju. Ketika waktunya telah tiba, saya terlibat percakapan yang
sangat berharga dengan seorang kolega; Namanya Cindy; ia beragama
Yahudi. Dalam pembicaraan itu saya mengatakan kepadanya, �Tidakkah
5
kamu merasa beruntung aku bawakan daging sapi giling untuk kita semua,
yang halal bagi kita berdua?� Diluar dugaan, ia menjawab, �Tuan Ahmad,
saya ini bukan Yahudi yang taat, bahkan saya pun memakan daging babi.�
Maka saya pun tidak melanjutkan membahas hal ini agar terhindar dari hal
yang peka.
Cindy dan saya memiliki perhatian yang sama dalam hal perumahan
karena kami berdua juga sama-sama berprofesi sebagai Tenaga Penjualan
Perumahan yang terdaftar. Cindy bekerja pada kantor perantara penjualan
real-estate milik suaminya. Ia mengatakan bahwa keadaan pasar real-estate
cukup baik. Ia pun menceritakan bahwa ia harus lebih sering mengurusi
usaha suaminya itu, mengingat bahwa suaminya adalah seorang Perwira
berpangkat Kolonel yang berdinas di Pentagon; Markas Besar Militer
Amerika Serikat. Saya katakan kepadanya, �Cindy, kenapa kamu tidak
pernah muncul bertugas dalam kegiatan sore di sekolah kita, seperti acara
pertandingan bola basket ataupun kegiatan olah raga yang lain?� Iapun
menjawab dengan nada berani, �Kepala Sekolah tidak bisa mewajibkan
saya mengerjakan tugas itu karena saya harus mengantarkan anak-anak
saya dan juga anak-anak tetangga saya ke Sekolah Ibrani (sekolah agama
Yahudi) tiga kali seminggu di hari kerja. Ini merupakan kegiatan tambahan
diluar kegiatan rutin pelayanan keagamaan. Saya lakukan ini secara
sukarela sejak beberapa tahun terakhir.�
Betapa Cindy telah mengejutkan saya. Diam-diam, Sayapun
berbicara kepada diri sendiri; perhatikanlah perempuan muda ini. Ia
seorang guru purna-waktu yang setiap hari kerja menyetir mobil sendiri
menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah selama empat puluh lima
menit sekali jalan. Selain itu ia masih bekerja paruh-waktu sebagai agen
penjualan real-estate. Diluar itu semua, ia adalah seorang perempuan
berkeluarga lazimnya, yang lengkap dengan kehidupan rumah-tangga dan
kegiatan sosial. Sungguhpun begitu ia masih sanggup meluangkan waktu
dan mengikatkan-diri (berkomitmen) dengan sukarela melayani kegiatan
sekolah agamanya. Walaupun begitu, ia masih menganggap dirinya
sebagai pemeluk Yahudi yang buruk.
Sayapun mulai mempertanyakan, adakah komitmen pribadi saya,
dan orang-orang di sekitar saya yang merasa telah menjadi Muslim yang
shalih. Semoga Allah SWT mengokohkan Iman dan Amaliyah kami
sebagai Muslim. Amiin.
Imtiaz Ahmad, Madinah Al-Munawwarah, Juni 2002
6
Cahaya Hidayah di Perang Teluk�..
ABDULLAH
Ketika itu ia adalah seorang pemuda tamatan Sekolah Menengah.
Berdinas aktif di US Army (Angkatan Darat Amerika Serikat) selama
beberapa tahun, dimana ia memperoleh kesempatan belajar beberapa
kemampuan teknis. Kini ia menghidupi diri dan keluarganya dengan
menggeluti usaha jasa perbaikan mesin fotocopy dan mesin fax.
Sungguh menarik menyimak kisah awal mula Abdullah memeluk
Islam. Namun jauh lebih menarik mengetahui bagaimana ia menyusuri
proses Islamisasi diri. Ketika pecah Perang Teluk yang melibatkan
Pasukan Amerika Serikat dengan Pasukan Irak, ia ditempatkan di Saudi
Arabia.
Suatu hari ia sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar Saudi.
Di sebuah toko, ia memilih barang, tawar menawar dengan penjaga toko,
dan akhirnya sepakat atas harga yang harus dibayar untuk barang tersebut.
Namun berkumdanglah Adzan panggilan shalat dari Masjid terdekat kala ia
hendak membayar belanjaannya itu. �Cukup sudah!� kata penjaga toko itu
kepadanya seraya menolak melakukan transaksi dagang apapun hingga
selesai melaksanakan shalat. Toko pun ditutupnya dan ia bergegas pergi
menuju Masjid.
Abdullah begitu terperanjat dan tak habis pikir dengan kejadian kecil
ini. Mengapa si penjual tidak mau mengambil uang yang telah menjadi
haknya dengan terjadinya kesepakatan harga diantara mereka. Tak
sekalipun dalam kehidupan Abdullah menjumpai orang yang menolak
uang. Pada umumnya, di dunia bisnis, semua orang memburu uang dengan
berbagai cara. Orang macam apakah si penjual itu? Agama apa pulakah
yang begitu utama di matanya? Abdullah begitu penasaran dan ingin
mengenal lebih banyak tentang agama itu. Dibacanya berbagai buku
tentang Islam, semakin hari semakin banyak buku yang dibacanya dan
akhirnya ketika kembali pulang ke Amerika ia memutuskan untuk
memeluk Islam. Di New York, ia mendapatkan banyak guru yang baik
yang mengajarkan kepadanya dasar-dasar pendidikan Islam. Iapun
memperoleh pengajaran membaca Kitab Suci Al-Qur�an. Ini menjadikan
Abdullah seorang Muslim yang sangat ketat menjalani keIslaman-nya.
Saya baru mengenal Abdullah manakala ia pindah ke Detroit. Ia
telah memutuskan untuk bermukim didekat Masjid Pusat Tauhid Detroit
dan melaksanakan hampir dari seluruh shalat lima waktunya di Masjid ini.
Pada waktu itu saya bekerja sukarela menjalankan kegiatan humas Masjid.
Menjalankan hubungan kemasyarakatan sebuah organisasi Islam bisa
menjadi tantangan tersendiri. Banyak kejadian antara akhi Abdullah
7
dengan saya, yang cukup menimbulkan masalah sementara diantara kami
berdua. Kami sama-sama tulus dengan cara kami masing-masing.
Permasalahan diantara kamipun sirna tanpa bekas ditelan waktu.
Bagaimanapun juga kejadian ini merupakan ujian kesabaran dalam berbeda
pendapat dengan seseorang yang bisa saling berjumpa beberapa kali dalam
sehari berkenaan dengan kegiatan Masjid.
Suatu hari, saya meminta akhi Abdullah mengumandangkan adzan.
Ia katakan bahwa itu akan dilakukannya diluar Masjid di tepi jalan raya.
Saya katakan padanya bahwa kami telah melalui prosedur pendaftaran ke
Pemerintah Kota Detroit dan Dinas Pemadaman Kebakaran setempat
diawal pendirian Masjid. Dewan Kota telah mengadakan pengumpulan
pendapat umum sebelum akhirnya mereka mengijinkan kami membangun
Masjid. Namun ia tidak merasa perlu mendengar nasehat saya. Maka
sayapun menegaskan dengan gamblang bahwa kalau itu tetap
dilakukannya, maka saya harus berhadapan dengan masyarakat umum,
Kejaksaan, Komisi Tata Ruang, dan juga Departemen Perencanaan Kota.
Saya katakan dengan tegas kepadanya, �Anda hanya datang, shalat dan
pergi meninggalkan Masjid. Tak pernahkah terbayangkan dalam pikiran
anda bagaimana sulitnya pengalaman kami berhadapan dengan mereka di
Balai Kota. Berbuat bijaklah dan berhati-hati dalam menjalankan
keIslaman kita. Jangan sampai kita membuat lingkungan tetangga kita
Non-Muslim merasa terganggu dan tergerak untuk mengajukan
keberatan? Lagi pula, seyogyanya kita pusatkan perhatian kita pada
menghidupkan Iman saudara-saudara Muslim kita daripada membuat
masalah dengan para tetangga Non-Muslim di lingkungan kita ini.� Tetap
saja nasehat saya ini tak dihiraukannya sama sekali. Ia tetap menolak
mengumandangkan adzan dari dalam Masjid. Maka saya pun; seraya
berdoa:�Wahai Allah maafkanlah hambamu ini�; terpaksa meminta orang
lain untuk mengumandangkan Adzan.
Secara kebetulan saya mengetahui bahwa hanya ada satu Masjid di
Amerika Utara yang memiliki ijin meletakkan pengeras suara diluar
Masjid. Keputusan yang diambil oleh pengadilan Dearborn, Michigan
menguntungkan kaum Muslim karena hampir semua anggota masyarakat
di likungan itu beragama Islam.
Pernah juga akhi Abdullah meminta saya memberikan kunci Masjid
kepadanya. Saya jelaskan bahwa Masjid hanya dibuka pada waktu-waktu
shalat dan untuk keperluan asuransi telah dilakukan pembatasan kebebasan
masuk Masjid.
Beberapa minggu kemudian, ia meminta ijin kepada saya agar
tamunya diperbolehkan tidur di Masjid pada malam hari. Tetapi saya tidak
meluluskan permintaannya. Saya bertanya kepadanya, �Mengapa anda
tidak menyediakan tamu anda tempat bermalam di rumah anda?� Iapun
8
mejawab, �Karena saya telah beristri.� Saya pun menawarkan kepadanya,
�Kalau begitu, biarkan tamu anda bermalam di rumah saya.� Iapun balik
bertanya, �Bukankah andapun beristri?� Saya katakan kepadanya, �Benar,
tetapi akan saya usahakan untuk mencarikan ruangan untuknya di rumah
saya, atau saya akan carikan hotel untuknya dan saya yang akan membayar
biayanya.� Akhi Abdullah pun pergi begitu saja dengan membawa
amarahnya. Ia hanya mau melakukan sesuai dengan cara yang
diinginkannya. Ia pun menyatakan keberatannya atas perlakuan saya itu
kepada saudara-saudara Muslim yang lain. Walaupun ia begitu kecewa, ia
tetap pada komitmennya untuk shalat berjama�ah di Masjid.
Akhi Abdullah telah menghafal cukup banyak Surah dari Al-Qur�an,
pelafalannya pun sangat memesona dan tepat. Saya memintanya menjadi
Imam shalat Isya� setiap hari. Semakin banyak Surah yang ia hafal dari
hari ke hari. Ia pun amat menyukai Surah yang baru ia hafal dan cenderung
untuk ia bacakan ketika menjadi Imam Shalat. Namun selalu saja ada
kekeliruan dalam pembacaan surah yang baru dihafalnya. Tentu saja ini
menimbulkan perasaan kurang nyaman bagi saudara-saudara Muslim
lainnya yang menjadi ma�mum.
Saya keluhkan hal itu kepadanya, saya sarankan agar didalam shalat
ia hanya membaca surah-surah yang ia kuasai hafalannya dan saya juga
minta agar sehari sebelumnya ia bacakan dulu di hadapan saya surah yang
akan ia bacakan didalam shalat. Akhi Abdullah suka dengan saran saya ini.
Maka ia menjadi lebih baik dan telah memahami sudut pandang saya.
Kesalahan-kesalahan bacaannya pun telah hilang seluruhnya dan kerjasama
yang didukung sikap untuk saling menolong ini telah menjadi jalan untuk
mempererat kembali persaudaraan diantara kami.
Pernah juga kami (jama�ah masjid) ada masalah lain dengan akhi
Abdullah. Ia pernah terbiasa membacakan surah yang panjang dan
dilanjutkan dengan surah Al-Ikhlas didalam setiap raka�at, sehingga shalat
berlangsung lama. Kadangkala, shalat isya yang ia pimpin bisa
berlangsung sampai duapuluh menit. Banyak peserta shalat berjama�ah
yang tidak siap menjalani dan memiliki kesabaran cukup dalam hal
demikian ini. Saya ungkapkan perasaan para jama�ah ini kepadanya. Iapun
menjawab bahwa ia menyukai cara yang ia lakukan itu, sebagaimana yang
pernah dilakukan oleh salah satu sahabat Rasulullah SAW yang selalu
menyambung pembacaan surah didalam shalatnya dengan surah Al-Ikhlas
setiap kali mengerjakan shalat. Saya katakan kepada akhi Abdullah,
�Sepanjang pengetahuan saya, surah Al-Ikhlas hanya disambungkan
dengan pembacaan surat lain didalam raka�at ke-dua.� Kembali ia
menjawab, � Saya baca sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa itu
dilakukan di kedua raka�at.� Maka tak seorangpun dapat mencegahnya
9
membaca sebuah surah panjang diikuti dengan pembacaan Surah Al-Ikhlas
di setiap raka�at.
Suatu hari saya melihatnya sedang membaringkan badannya disisi
kanan dan ditopangnya kepalanya dengan lengan kanannya menjelang
shalat Subuh berjama�ah. Saya pun menjadi khawatir dan
menghampirinya, saya tanyakan kepadanya adakah terjadi sesuatu pada
dirinya. Ia katakan bahwa ia baik-baik saja dan ia menjelaskan bahwa ia
melakukan apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW
untuk beristirahat sejenak dengan posisi tubuh sebagaimana ia sedang
lakukan. Akhi Abdullah selalu ingin mencoba melakukan apapun yang ia
baca dari Al-Qur�an dan Al-Hadits tanpa sedikitpun merasa canggung
ataupun malu.
Kehidupan rumah-tangganya pun amat mengesankan. Istrinya dan
banyak saudara-saudaranya yang masuk Islam melalui usahanya yang
gigih mendakwahkan Islam kepada mereka. Ia dikarunia Allah SWT
banyak anak. Semua anaknya sangat bagus dalam membaca al-Qur�an.
Anak lelakinya yang tertua, waktu itu berumur tujuh tahun, telah hafal
sebagian Al-Qur�an atas bimbingan sang Ayah. Bersama-sama sang Ayah
pula si anak secara teratur hadir untuk shalat bejama�ah di Masjid, bahkan
juga untuk shalat Subuh. Saya belum pernah tahu, adakah ayah-ayah yang
lain yang dengan senang hati membawa anak lelaki mereka yang baru
berusia tujuh tahun untuk berjama�ah shalat subuh di Masjid, walaupun
cuaca begitu dinginnya, lagi bersalju ataupun sedang hujan. Seusai shalat
Subuh, akhi Abdullah biasanya mengajarkan Al-Qur�an kepada anak
lelakinya itu di Masjid. Maka, jadilah anak lelakinya itu istimewa dalam
hal pengetahuan dan pengamalan Islamnya, begitupun perilakunya
sungguh menawan. Pembacaan Al-Qur�annya pun seindah sang Ayah.
Adabnya bagaikan seorang pria dewasa berusia tigapuluh tahun. Semoga
kelak, ia bisa menjadi Imam Masjid yang baik.
Seiring berjalannya waktu, akhi Abdullah tidak hanya memegang
kunci Masjid, iapun bertanggung-jawab atas pelaksanaan shalat berjama�ah
di Masjid. Terpikirkan pula oleh saya, bahwa ia pun telah siap untuk
memberikan khutbah Jum�at. Meskipun awalnya sedikit engan, iapun
bersedia untuk berkhutbah sekali saja. Itupun telah dikerjakannya dengan
amat sangat baik. Oleh karena itu iapun selanjutnya ditugasi untuk setiap
bulannya satu khutbah Jum�at di Pusat Tauhid Detroit dan satu Jum�at di
Pusat Tauhid Farmington Hills, Michigan. Ia laksanakan tugas sukarela ini
dengan begitu baik.
Tanpa maksud membesar-besarkan, banyak jama�ah yang datang
untuk memintanya menjadi Khatib Tetap di kedua Masjid itu. Mereka juga
suka mendengarkan pembacaan Al-Qur�an olehnya. Jujur saja, kamipun
10
bisa mengumpulkan infaq-shadaqah lebih banyak di masing-masing masjid
itu manakala akhi Abdullah memimpin Shalat Jum�at.
Suatu hari diwaktu Subuh, manakala shalat Subuh berjama�ah telah
usai dan semua jama�ah telah pulang ke rumah masing-masing, akhi
Abdullah datang ke Masjid Pusat Tauhid Detroit bersama seorang akhi
Muslim setempat. Saya sedang membaca kitab suci Al-Qur�an ketika
mereka memasuki masjid. Mereka pun menunaikan shalat Subuh.
Setelahnya, saya menyambut kehadiran mereka berdua yang baru saja
pulang dari menunaikan ibadah Haji. Saya mendesak mereka agar
berkenan singgah ke rumah saya untuk sarapan pagi. Akhi Abdullah
menolak ajakan saya, ia katakan bahwa ia belum pulang ke rumah dan
langsung menuju masjid. Ini ia lakukan mengikuti Sunnah Nabi
Muhammad SAW yang selalu mendahulukan singgah di Masjid sepulang
beliau dari sebuah perjalanan, sebelum pulang ke rumah untuk menjumpai
keluarga beliau. Saya pun bertanya-tanya dalam hati, seberapa banyakkah
orang-orang yang terlahir dari keluarga Muslim yang mengamalkan sunnah
Rasulullah SAW ini?
Kini, akhi Abdullah suka menertawakan dirinya dimasa lalu yang
begitu kaku perilakunya. Ia sekarang telah bisa menerima beraneka-ragam
pengamalan ajaran Islam. Iapun sudah mulai bersedia mengumandangkan
adzan dari dalam Masjid.
Setelah akhi Abdullah berkesempatan menyampaikan khutbah
Jum�atnya yang pertama, seusai shalat saya memperkenalkannya kepada
para jama�ah, saya ceritakan bagaimana kisahnya memeluk Islam dan
betapa bangga putranya ikut sang Ayah melaksanakan shalat Subuh di
Masjid setiap hari. Begitu selesai perkenalan itu saya sampaikan nampak
betapa akhi Abdullah begitu ingin mengetahui tangapan saya mengenai
khubtbah yang dibawakannya. Saya katakan kepadanya bahwa khutbahnya
baik sekali, iapun menyelesaikan dengan tepat waktu, sementara sering
terjadi banyak khatib yang sulit untuk mengakhiri khutbahnya. Ia pun pergi
tanpa berkomentar lagi. Setelah shalat Isya� akhi Hani ingin berbicara
dengan saya. Ia berkata, �Akhi Abdullah merasa tersinggung, ia
menganggap bahwa memujinya didepan umum sama halnya; sebagaimana
yang diriwayatkan sebuah hadits; memotong urat lehernya.� Saya
menanggapinya, �Hendaknya anda merujuk juga hadits yang lain, bahwa
kitapun dianjurkan untuk menghormati secara patut dan menyampaikan
penghargaan kepada siapapun yang pantas menerimanya.� Nabi Syuaib
AS juga menekankan agar umatnya tidak kikir memberikan penghargaan
yang patut diberikan. Hal ini juga tercantum dalam berbagai ayat didalam
Al-Qur�an. Banyak orang yang hanya dengan memperhatikan sebuah
hadits langsung menarik kesimpulan sendiri. Alhamdulillah saya tidak
melebih-lebihkan apapun dalam memperkenalkan dirinya. Terlebih lagi,
11
jama�ah perlu mengenal segala sesuatu mengenai Khatib yang baru. Saya
sampaikan pendapat saya ini kepada akhi Abdullah pada keesokan harinya.
Iapun merasa puas dengan penjelasan saya.
Sebulan setelah kejadian itu, sekali lagi saya memperkenalkannya
kepada para jama�ah setelah kedua-kalinya ia menyampaikan khutbah
Jum�at. Saya berkata, �Saya bukannya memuji akhi Abdullah, tetapi saya
rasa, saya perlu berlaku adil dalam menyampaikan fakta dan mutu
sebenarnya dari khatib kita yang baru.� Setelah memperkenalkannya ,
saya pun menambahkan bahwa tugas dan tanggung-jawab dijalankan
bersama-sama.
Kini akhi Abdullah dan akhi Hani memikul tanggung-jawab atas
Masjid manakala saya berhalangan hadir ke Masjid. Mereka berdua
menjalankan tugas dan tanggung-jawab mereka dengan baik sekali.
Akhi Abdullah mengikuti kelas bahasa Arab pada sebuah perguruan
lokal, pengajarnya adalah Dr. Syeikh Ali Suleiman. Maka kini iapun telah
mampu berbahasa Arab dengan baik, memahami beberapa tata-bahasanya.
Ia pun terus membaca dan menghafal surah-surah Al-Qur�an. Iapun belajar
Hadits, memimpin Shalat Jum�at, dan juga membimbing banyak orang
yang belum beriman kepada cahaya Islam. Seorang tamatan sekolah
menengah dengan ketulusan dan komitmennya telah berhasil mengerjakan
hal-hal besar ini, juga memperkenalkan dan mendakwahkan Al-Islam
ditengah-tengah masyarakat dari berbagai macam keyakinan. Itulah Akhi
Abdullah, salah seorang produk sampingan dari Perang Teluk. Masih
banyak lagi serdadu-serdadu lain yang menjadi pemeluk Islam setelah
berkunjung ke Saudi Arabia.
__________________________
Cahaya Hidayah di Perpustakaan Sekolah�
JAMES ABIBA
Kisah ini terjadi pada waktu saya bertugas sebagai pengajar
matematika dari Kelas-9 sampai dengan Kelas-12 pada Fort Mead High
School di Maryland. Setiap hari saya harus mengajar di lima kelas yang
berbeda. Setiap kelas terdiri atas sekitar empat puluh siswa. Namun James
Abiba bukanlah salah satu dari murid di kelima kelas itu. Ia menghubungi
saya melalui salah seorang siswa saya, meminta ijin untuk menemui saya.
Tentu saja saya bersedia.
Ketika bertemu, James menanyakan kepada saya pertanyaanpertanyaan
dasar seputar Islam, saya berikan jawaban-jawaban ringkas atas
pertanyaan itu. Pada kesempatan berikutnya ia datang lagi dengan lebih
banyak pertanyaan. Saya pun berbalik menanyakan, �Adakah ini dari
12
Kelompok belajar Pelajaran Sosial?� Ia menjawab bahwa, secara kebetulan
ia membaca sebuah buku perihal Islam di perpustakaan sekolahnya. Entah
bagaimana, ia menjadi penasaran untuk mengetahui Islam. Saya
mengingatkannya perihal konflik antara agama dan negara. Karena itu
sekolah negeri bukanlah tempat yang tepat untuk mendiskusikan secara
lebih terperinci. Saya ajak dia ke sebuah restoran cepat saji. Sambil
menikmati makanan ringan, kami berdiskusi disana. Sebuah diskusi yang
amat positif. Pada waktu itu James baru berumur 16 tahun.
Beberapa hal menimbulkan kecemasan pada diri saya. James masih
tergolong remaja, ia belum tergolong dewasa. Bisa saja orangtuanya
mempermasalahkan saya. Terlebih lagi, Fort Mead adalah sebuah wilayah
pangkalan militer yang terletak berdekatan dengan kantor Agensi
Keamanan Nasional (NSA). Kadang saya khawatir, bisa-bisa timbul situasi
yang tidak menyenangkan untuk diri saya. Puncak kecemasan saya adalah,
ternyata ayahnya bertugas purna-waktu di NSA.
Walaupun demikian, kami telah melangsungkan beberapa kali
pertemuan di restoran cepat-saji. Pembicaraan kami begitu jujur dan
banyak membuahkan pengertian. Iapun ingin melihat tempat ibadah Islam.
Saya tunjukkan kepadanya sebuah rumah yang sangat tua, yang digunakan
sebagai Masjid di kota tetangga; Laurel, Maryland. Saya peragakan
kepadanya bagaimana cara bersembahyang umat Muslim. Ia menyukai
kesederhanaan dan komunikasi langsung yang terjadi antara seseorang
dengan Tuhan yang Maha Kuasa.
Selanjutnya, James mengatakan bahwa ia ingin menjadi seorang
Muslim. Saya terangkan kepadanya bahwa untuk itu hanya perlu proses
yang sangat sederhana. Namun saya peringatkan juga konsekuensinya jika
ia berbalik tidak beriman lagi. Maka, saya anjurkan dia untuk
memanfaatkan waktu yang lebih banyak lagi untuk memperkaya
pengetahuannya tentang Islam sebelum ia memutuskan memeluk Islam.
Beberapa hari setelah itu, ia berkeras bahwa dirinya harus memeluk
Islam. Alhamdulillah�� ia telah melakukannya. Kini lebih banyak
tantangan bagi kami berdua. Saya mendapat tugas baru yang harus saya
kerjakan. Setiap hari Ahad saya menjemputnya di rumahnya dan
membawanya ke Masjid untuk shalat dzuhur. Selama didalam masjid saya
ajarkan kepadanya abjad Arab, ternyata ia bisa menguasai dengan begitu
cepat. James adalah seorang pemain musik, ia sangat antusias belajar
mengumandangkan Adzan. Dengan segera ia telah pantas menjadi
Muadzin di Masjid. Saya sadari betapa suara Adzan seorang mualaf begitu
menyentuh. Tahap demi tahap, James mulai membaca Al-Qur�an dalam
bahasa Arab.
Suatu hari saya pergi menjemput ke rumahnya. Saya terperanjat
mendapatinya mengenakan pakaian khas Saudi lengkap dari kepala sampai
13
kaki. Saya menjadi sangat khawatir, karena para siswa saya, orangtuanya,
dan juga teman-temannya sudah sering berbisik-bisik tentang kunjungan
saya secara teratur ke rumahnya. Saya katakan, �Kamu tidak harus
berpakaian seperti ini, Muslim boleh mengerjakan shalat dalam pakaian ala
Amerika juga.� Ia menampik seraya berkata, �Pak Ahmad, anda lemah
Iman.� �Adakah orangtuamu marah kamu berpakaian begini? Tanya saya.
�Tidak! Mereka begitu penuh pengertian. Bahkan Ibuku memasak menu
halal untukku setiap hari.� Jawabnya. Betapa lega saya mendengar jawaban
ini.
James masih duduk di bangku sekolah lanjutan. Ia mendekat,
menyampaikan niatnya kepada saya untuk mengganti namanya dengan
nama Islami. Dengan hati-hati saya meyakinkannya bahwa dengan
namanya yang sekarang ia akan lebih mudah meng-komunikasikan nilainilai
Islam kepada teman sebayanya. Malahan, bisa-bisa mereka
menjauhinya jika ia mengganti nama yang �berbau� Islam. Sekali lagi ia
berkata tegas, �Pak Ahmad, Iman anda lemah.� Maka namanya pun
berubah menjadi, James Huseyin Abiba.
Dalam kesempatan ini saya hendak mengetengahkan gambaran yang
mengagumkan tentang masyarakat Amerika. Banyak remaja Amerika yang
berusaha mendapatkan pekerjaan sementara guna mengumpulkan dana
untuk bekal dirinya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Walaupun orangtua mereka banyak yang kaya dan terpandang status
sosialnya, anak-anak mereka tidak merasa malu untuk mencari pekerjaan,
meskipun itu pekerjaan kasar, demi mewujudkan harapan mereka. Mereka
para remaja, tidak sembunyi-sembunyi melakukan pekerjaan sepele itu.
Dengan bangganya mereka saling berbagi pengalaman dengan kawan,
saudara, dan tetangga mereka. Pekerjaan demikian membawa mereka
kepada kenyataan �pasang-surut� kehidupan yang sesungguhnya. Dengan
demikian, meningkatkan kematangan diri dan rasa tanggung-jawab
mereka. Akan halnya James, iapun mencari pekerjaan di musim panas
untuk waktu seusai wisudanya dari Sekolah Lanjutan. Istri saya melatih
James sebagai penerima-tamu medis dan mempekerjakan James di Klinik
miliknya. Istri saya baru saja membuka praktek medisnya, karena itu tidak
terlalu banyak pasien. Maka, cukup banyak waktu luang bagi James untuk
membaca buku-buku Islam disana.
Biasanya, James merayakan �Ied bersama keluarga saya. Suatu kali,
Allah SWT memberikan kesempatan saya melakukan perjalanan dari
Amerika menuju Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah
dalam bulan Ramadhan dan �Ied. Dalam kebahagiaan ini, saya prihatin
dengan kesendirian James di Amerika. Sekembali saya ke Amerika saya
bergegas mencari kabar perihal keadaan James dari para ikhwan Muslim di
masjid kami. Dengan bersemangat mereka berkisah, �James ikut ambil
14
bagian di berbagai kegiatan Ramadhan, bahkan ia pun tinggal di masjid
melakukan I�tikaf selama sepuluh hari teakhir bulan Ramadhan.� Mereka
menambahkan, �Ia selalu lebih dulu mempraktekan Islam dibandingkan
kami.� James begitu rendah-hati tidak pernah ia ceritakan kepada saya soal
I�tikafnya. Saya panjatkan do�a ke Hadirat Allah SWT, semoga Allah
menerima ketulus-ikhlasan James berserah diri kepada-Nya.
Ia melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi dan lulus sebagai
Sarjana dibidang Sejarah Islam. Iapun dikenal sebagai Ketua Asosiasi
Mahasiswa Muslim di kampusnya di College Park, Maryland. Ia menikahi
gadis Muslimah asal India. Selanjutnya mereka berdua menjadi guru di
sekolah Islam yang dikenal sebagai Universal Islamic School, di Chicago.
_______________________________
Cahaya Hidayah Itu Tersimpan Untuknya…
KATHY
Saya mengakhiri tugas di organisasi pendidikan Maryland dengan
kedudukan sebagai Ketua Departemen Matematika untuk kemudian
bergabung dengan Sekolah Islam Seattle, sebagai Kepala Sekolah. Kathy
bertugas sebagai sekretaris di sekolah ini, ia juga aktif sebagai seorang
pekerja sosial Muslimah di lingkungannya. Ia memeluk Islam secara unik
yang di jalaninya sendiri.
Berikut ini adalah kisah yang diceritakannya kepada saya:
�Sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar, saya ditemani ibu pergi
mengunjungi perpustakaan umum. Perpustakaan ini tidak membuang
begitu saja buku-buku duplikat dan buku-buku yang sudah waktunya
diganti. Mereka menjual buku-buku itu dengan harga murah untuk
mengumpulkan dana. Penjualan buku murah pun sedang berlangsung
ketika saya datang ke perpustakaan itu. Saya mempunyai beberapa keping
recehan logam di kantong, maka saya pun membeli sebuah buku seharga
satu sen dollar. Sesampai di rumah, buku itu saya simpan begitu saja di
kamar. Kehidupan terus berjalan bersama sang waktu, saya lulus dari
Sekolah Dasar. Melanjutkan ke Sekolah Menengah, dan begitu seterusnya,
selesai dari Sekolah Menengah saya pun meneruskan belajar ke Sekolah
Lanjutan, sehingga akhirnya saya pun lulus dari Sekolah Lanjutan.
Beruntung saya sanggup melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Saya tidak
memilih bidang Sains, tetapi memilih jurusan Art (Seni/Budaya). Bidang
studi utama yang saya tekuni adalah Perbandingan agama-agama.
Professor saya menawarkan begitu banyak pilihan tugas kerja di bidang
ini. Tema Utamanya adalah studi perbandingan agama Yahudi, Kristen,
dan Islam. Namun tak satupun dari para pengajar kami yang beragama
15
Islam. Saya lalui semua tugas perkuliahan dengan mudah dan lancar.
Dengan demikian, saya telah mengumpulkan banyak nilai untuk
dinyatakan lulus.�
�Sebagai lulusan baru, saya mulai mencari pekerjaan. Sangat sedikit
lapangan kerja yang tersedia di daerah tempat tinggalku. Bagaikan
mendapatkan keajaiban bahwa seorang perempuan lulusan jurusan
Seni/Budaya bisa memperoleh pekerjaan. Saya menjadi begitu lelah, bosan
dan duduk termenung di rumah hampir sepanjang waktu. Untuk mengusir
rasa jemu, saya mulai mencari-cari bebagai barang yang saya miliki di
rumah. Sampailah saya menemukan buku yang pernah saya beli bertahuntahun
lalu ketika saya mengunjungi perpustakaan. Begitu lama tersimpan
buku itupun tertutup debu. Saya bersihkan debu-debu itu dan mengambil
buku itu. Adalah hal biasa bila seseorang menghargai apa yang telah
pernah dibelinya menggunakan uangnya sendiri, terutama bagi seorang
anak. Begitu pula bagi saya buku itu adalah sebuah barang berharga yang
saya miliki.
�Saya mulai membaca buku itu halaman demi halaman. Ternyata
buku itu berisi terjemahan Al-Qur�an dalam bahasa Inggris. Isinya begitu
menarik. Semakin jauh saya membacanya, saya semakin dibuat penasaran
untuk lebih mengenal Islam. Apa yang tertulis disitu amat sangat berbeda
dengan apa yang pernah diajarkan oleh professor saya di perguruan tinggi.
Namun Demikian, nilai-nilai kebenaran Islam yang diketengahkan didalam
Al-Qur�an memberikan kepuasan bagi akal dan nurani saya. Saya pun
tersadar bahwa, jika demikian inilah Islam, sungguh sangat mengagumkan.
Saya ingin menjadi seorang Islam.�
�Saya pun berusaha memperoleh informasi bagaimana caranya saya
bisa masuk Islam. Ternyata prosesnya begitu sederhana sekali, maka
sayapun memeluk Islam. Alhamdulillah. Segera setelah itu, saya menikahi
seorang pemuda Muslim dari Afghanistan. Berdua, kami memberikan
pelayanan kepada masyarakat Muslim dan bekerja bahu-membahu dengan
para pemimpin Muslim setempat. Tak pernah kami berharap untuk
mengubah jalan hidup kami ini. Semoga Allah SWT menerima perjuangan
kami.�Amiin
___________________________________
Cahaya Hidayah Hadir Bersama Kelahiran Anak…
REHANA
Banyak berpindah-pindah merupakan kewajaran dalam pola
kehidupan Amerika. Menurut perkiraan, rata-rata sebuah keluarga tidak
pernah menetap di tempat yang sama lebih dari lima tahun. Menggunakan
16
ukuran ini, keluarga saya pun termasuk dalam keluarga Amerika sejati.
Kami berpindah dari Seattle ke daerah perumahan di pinggiran kota Los
Angeles. California. Tetangga Muslim kami yang terdekat adalah akhi
Abdul Wahab. Kami tidak hanya bertemu di Masjid setiap hari, lebih dari
itu kami juga secara rutin berbagi secangkir teh. Suatu hari, Abdul Wahab
bertutur panjang-lebar ihwal tantangan dan ujian yang dilaluinya
menjelang ber-Islam-nya sang istri, Rehana. Berikut ini adalah kisah
mereka:
�Ketika menikahi Rehana, saya adalah seorang Muslim yang tidak
menjalankan perintah agama, begitupun Rehana ia seorang Kristen yang
tidak pernah menjalankan agamanya. Jarang sekali saya pergi ke masjid,
begitupun ia tidak pernah pergi ke gereja. Saatnya pun tiba bagi kami
dikaruniai keturunan oleh Allah SWT. Saya coba untuk membicarakan
dengannya untuk pergi beribadah ke masjid. Terang-terangan ia menolak.
Bahkan ia mengejutkan saya dengan mulai pergi ke gereja. Semakin sering
saya mengajaknya ke masjid, semakin sering pula ia hadir ke gereja.�
�Tak seorang lelaki pun yang bisa menang menghadapi perempuan.�
Gumam Abdul Wahab, dan meneruskan cerita, �Maka sayapun
menawarkan kompromi dengan penuh kelembutan dan kesantunan. Saya
tawarkan, satu akhir pekan saya bersamanya hadir di gereja, dan akhir
pekan berikutnya kami berdua hadir ke masjid. Ia menerima usul ini, walau
dengan ogah-ogahan. Inilah cara yang bisa saya lakukan agar dapat
memperkenalkan Islam kepadanya.�
�Saya sadari bahwa saya pun harus menjadi Muslim yang
mempraktekkan ajaran Islam sebaik-baiknya. Berperilaku Islami di rumah
maupun di lingkangan sekitar saya. Hanya itulah cara agar istri saya dapat
menemukan dan menikmati nilai-nilai Islami. Maka saya perbaiki diri saya.
Aspek menguntungkan dan merugikan dalam hubungan suami-istri tidak
boleh dibiarkan terpendam dalam diri masing-masing, mengingat kami
berinteraksi sangat dekat dalam keseharian, dari hari ke hari.�
�Ini merupakan pola hidup yang baru sekaligus indah bagi diri saya.
Harus berperan sebagai sosok yang menghasilkan nilai positif. Sedikit
demi sedikit, lambat namun pasti, Rehana mulai memahami Islam melalui
pengalaman positif di rumah dan di lingkungan masyarakat Muslim.
Apresiasinya terhadap Islam, tumbuh dan berkembang dari hari ke hari.
Dan, sampailah pada puncaknya, ia memeluk Islam. �Segala puji hanyalah
bagi Allah!!… Alhamdulillah..!!�
Rehana yang sekarang lain dengan Rehana yang dahulu. Ia kini
mengenakan kerudung penutup kepala merepresentasikan dirinya seorang
Muslimah. Ia tak habis pikir mengapa banyak perempuan yang terlahir
Muslimah tidak bersedia mengenakan pakaian penanda keIslamannya. Ia
juga berkeinginan agar anak-anaknya memperoleh pendidikan di Sekolah
17
Islam yang berlangsung sehari penuh. Ia pun tetap melanjutkan menimba
ilmu Islam bagi dirinya sendiri. Ia meminta suaminya membawakan
salinan kuliah Fiqih (hukum) Islam yang diselenggarakan di Masjid oleh
Dr. Muzammil Siddiqi, demi memperkaya kegiatan pendidikan dan
pertumbuhan keIslamannya.
Pada tahap ini, masalah Abdul Wahab telah usai dan masalah
Rehana baru saja dimulai. Rehana berjuang keras untuk belajar dan terus
belajar tentang Islam. Apapun yang telah dipelajarinya, ia berusaha
menerapkan karena ia rasakan kesesuaian ajaran Islam dengan hati nurani
dan akal-pikirannya. Diserapnya nilai-nilai Islami dengan kepala-dingin.
Setiap kami berkesempatan bercakap-cakap dengannya, kami dapati ia
semakin baik sebagai Muslimah. Lebih baik dari mereka yang dilahirkan
dalam keluarga Muslim. Kecintaannya terhadap penerapan ajaran Islam
menjadi inspirasi bagi kami. Rehana sangat berterima-kasih kepada
suaminya atas hadiah istimewa yakni membawa dirinya menjadi sosok
muslimah yang penuh Iman dan nilai-nilai Islami
Orangtua Rehana tinggal di Chicago. Ber-Islamnya Rehana
merupakan kejutan besar bagi mereka. Mereka bereaksi sangat menentang
hal itu. Ayahnya bersikap kaku, kasar, dan terang-terangan tidak bisa
menerimanya. Bahkan mereka berdua tidak lagi berkunjung ke rumah
Rehana. Bagi Rehana, adalah kewajiban seorang anak untuk mengunjungi
orangtuanya. Sambil berharap ia bisa mengajak orangtuanya ke Jalan
Kebenaran. Biasanya ia kembali ke Los Angeles dalam keadaan begitu
lelah setelah mengunjungi orangtuanya di Chicago. Anak-anaknya pun
selalu dibawa serta bila ia berkunjung. Kakek-nenek mereka kaget dan
kagum dengan begitu baiknya sikap dan perilaku cucu-cucu mereka, para
Muslim belia itu. Jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam mereka
mulai merasakan bahwa Islam tidaklah seburuk gambaran yang mereka
dengar, sehingga mereka setuju untuk mengunjungi Rehana di Los
Angeles.
Saya mengundang keluarga Abdul Wahab untuk makan malam, saya
undang juga bapak-ibu Naseem. Ibu Naseem juga seorang mualaf
berkebangsaan Amerika yang selalu mengenakan busana muslimah.
Maksud saya mengundang juga mereka , agar kedua orangtua Rehana
mengenal lebih banyak Muslim. Malam itu begitu menyenangkan sehingga
kami berkumpul bersama hingga larut malam. Orangtua Rehana menjadi
begitu ramah. Sekitar pukul satu dini hari, kami mengakhiri bincangbincang
kami. Kami berpisah satu sama lain dalam suasana hati yang
nyaman.
Sampai disini kisah lain terjadi. Sementara Rehana dan keluarganya
berjalan kaki menuju kediamannya, bapak-ibu Naseem harus
mengemudikan mobil sejauh sekitar 20 Mil (setara 30 km) menuju tempat
18
tinggal mereka di Riverside ditengah larutnya malam. Pada jam-jam seperti
ini pengemudi mabuk adalah ancaman di jalanan. Mobil pasangan Naseem
tertabrak mobil lain yang dikemudikan oleh orang mabuk, sedemikian
kencangnya tabarakan itu sehingga pak Naseem dan istrinya terlempar
keluar dari mobil mereka.
Pak Naseem tergeletak di tepi jalan tak sadarkan diri, sedangkan Bu
Naseem menderita cedera tulang yang parah namun masih dalam keadaan
sadar. Ia duduk disisi suaminya sambil terus menerus membaca Al-Qur�an
yang dilantunkan dengan suara lantang. Pada saatnya, paramedispun tiba
ditempat kejadian. Begitu mereka melihat bahwa korban kecelakaan dalam
pakaian yang asing bagi mereka dan berbicara dalam bahasa yang asing
bagi telinga mereka, pertanyaan pertama yang terucap dari paramedis itu
adalah �Anda bisa berbahasa Inggris?� Maka Bu Naseem pun mengiyakan
dan menjelaskan bahwa yang tadi diucakannya adalah ayat-ayat Al-Qur�an
dalam bahasa Arab. Alhamdulillah, atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa,
setelah melalui perawatan berbulan-bulan di rumah sakit, mereka pulih
seperti sediakala.
Orangtua Rehana ke Chicago setelah menginap beberapa hari.
Rehana pun berharap suatu saat kelak kedua orangtuanya bisa menerima
Islam. Suatu hari istri saya memberitakan bahwa Rehana sedang bersedih
berurai air mata karena ibundanya sakit parah. Rehana khawatir ibu yang
dicintainya wafat sebelum menerima Islam dan sebagai akibatnya akan
menderita di Hari Kemudian. Malang tak dapat ditolak sang ibunda pun
meninggal sebelum beriman.
Setelahnya, menjadi lebih sulit bagi dirinya untuk berbicara dengan
sang ayah. Kami semua berusaha untuk membantu mengatasi keadaan ini.
Abdul Wahab mengunjungi ayah mertuanya tanpa mengusik dengan
pembicaraan serius. Ayah Rehana adalah teman saya juga, maka sayapun
ingin ikut membantu.
Pada waktu itu saya telah pindah ke Detroit, Michigan. Saya
menelepon ayah Rehana dan mengundangnya ke kediaman kami di Detroit
yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya di Chicago. Namun sayang,
kesan Detroit pada waktu itu dikotori oleh ulah bodoh sebagian oknum
polisi kota itu. Karenanya meskipun senang dengan undangan saya, ayah
Rehana mengatakan, �Imtiaz, tentu saja saya senang jika bisa bertemu
denganmu, namun saya pun selalu berusaha sebaik-baiknya untuk tidak
menyusuri jalanan Detroit seumur hidup saya.�
Semoga Allah SWT memberikan hidayah bagi ayah Rehana kepada
jalan yang lurus. Amiin.
_______________________________
Cahaya Hidayah dalam Tilawah Al-Qur�an
19
Imam SIRAJ WAHAJ
The Muslim Student Association (MSA); yang berarti Perhimpunan
Mahasiswa Muslim; dahulu merupakan sebuah organisasi payung yang
menaungi para Muslim di Amerika dan Kanada. Siraj Wahaj dan saya
sendiri, telah mendapatkan kesempatan terhormat sebagai anggota Majlis
Syura (dewan penasehat) sekaligus anggota Dewan Pelaksana MSA.
Bertahun-tahun sudah, mahasiswa Muslim menjadikan Negara Amerika
Serikat sebagai rumah masa depan mereka, dan oleh karena itulah mereka
menjadi warga negeri Paman Sam ini. Guna melayani kebutuhan para
warga negara ini, maka dibentuklah organisasi payung yang baru, yang
dinamakan ISNA; Islamic Society of North America, (Masyarakat Islam
Amerika Utara). Didalam organisasi baru ini, kami berdua pun menjadi
anggota Majlis Syura sekaligus anggota Dewan Pelaksana.
Kami harus sering mengikuti pertemuan di kantor pusat ISNA di
Indiana. Biasanya, pertemuan berlangsung sangat lama dan begitu
melelahkan. Jarang sekali kami mempunyai kesempatan untuk ngobrol
bebas satu sama lain, karena agenda rapat yang begitu panjang. Hanya
sebagian kecil anggota yang sempat mengemukakan pendapat terhadap
pokok bahasan yang beraneka ragam. Dalam keadaan begini, saya rasakan
kehampaan diantara para pimpinan kelompok-kelompok Muslim tingkat
nasional itu.
Beruntung sekali, suatu hari saya sempat bersama Siraj Wahaj
sewaktu rehat makan siang dalam acara pertemuan Dewan Pelaksana
ISNA. Saya sangat ingin mengetahui awal mula ia bisa menerima Islam.
Inilah penuturannya:
�Dulu saya anggota kelompok pergerakan Black Moslem (Muslim
Kulit Hitam) yang memiliki banyak perbedaan ajaran dan amalan dengan
Muslim tradisional. Suatu kali, MSA mengadakan perkemahan musim
panas dalam rangka pelatihan para relawan masyarakat. Saya adalah salah
seorang peserta. Acara itu diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-
Qur�an oleh seorang akhi berkebangsaan Sudan. Walaupun waktu itu saya
tidak mengenal bahasa Arab, namun lantunan ayat-ayat suci Al-Qur�an itu
merasuk jauh kedalam diri saya. Saya pun mulai terisak-isak berurai
airmata. Semakin banyak ayat yang saya dengar, semakin deras airmata
mengucur dari kedua mata saya ini, mengalir turun membasahi kedua pipi
dan jatuh membasahi pakaian. Saya tidak mengenal bahasa Arab sepatah
katapun. Saya pun berkata pada diri sendiri, �Apapun arti ayat ini, nampak
begitu nyata.� Maka, setelah peristiwa itu saya menganut aliran
�tradisional� Muslim Sunni (Ahlussunnah wal Jama�ah).
20
Akhi Siraj begitu rajin belajar bahasa Arab dan menguasai
pembacaan Kitab Suci Al-Qur�an dan Hadits Nabi Muhammad SAW
dalam waktu singkat. Segera setelah itu ia pun menjadi Imam Masjid At-
Taqwa, New York. Khutbah Jum�atnya juga sangat berbobot. Melalui
dakwah yang disampaikannya banyak lelaki dan perempuan menjadi
pemeluk Islam.
Masyarakat Muslim di sekitar masjidnya tumbuh dan berkembang
semakin besar, dan oleh karena itu ia diangkat sebagai pemimpin North
American Muslims (Ummat Islam Amerika utara).
Saya juga sempat menanyakan pendapatnya ihwal kegiatan ISNA
dan kelompok-kelompok Muslim yang lain. Dengan lantangnya ia
menjawab, �Kalian semuanya lamban dan hasil dari kegiatan yang kalian
kerjakan sedikit sekali. Tengoklah contoh sewaktu saya masih menjadi
bagian dari Black Moslems Movement, saya harus berjualan koran banyak
sekali. Berdiri berjam-jam bersusah-payah agar semua koran yang saya
bawa habis terjual. Terkadang kedua belah kaki saya sampai gemetar
kelelahan meskipun saya masih muda. Sebagian besar kalian banyak bicara
sedikit sekali bekerja!� Usai ia melontarkan jawaban ini, tidak ada lagi
waktu tersisa untuk bertanya lagi kepadanya walau satu pertanyaan saja.
Masjidnya terletak ditengah Kota New York, dimana perdagangan
narkoba berlangsung siang-malam. Para gembong pengedar narkoba itu
kaya raya dan amat sangat berbahaya. Untuk mengenyahkan peredaran
narkoba dari wilayah ini sangatlah sulit dan beresiko tinggi. Pengedar
dengan mudahnya membunuh setiap pengganggu kegiatan perdagangan
mereka. Tak tanggung-tanggung, perdagangan merekapun berkembang
pesat diseputaran Masjid At-Taqwa. Tentu saja Imam Siraj tidak menyukai
keadaan ini. Iapun lantas mencari tahu perihal para pengedar ini dari
beberapa mualaf yang masa lalu mereka adalah bagian dari perputaran roda
perdagangan terlarang itu. Selanjutnya Imam Siraj mengumpulan beberapa
ratus Muslim di lingkungannya, kemudian satu demi satu gembong
narkoba di wilayah itu mereka datangi dan berpesan, �Enyahlah kalian dari
wilayah ini mulai esok hari. Atau kami terpaksa harus mengusir kalian
semua!� Beberapa dari mereka mengatakan, �Mangapa kalian hendak
merampas penghidupan sehari-hari kami?� Siraj menjawab, �Tidak ada
tempat untuk beredarnya narkoba di dalam wilayah masyarakat Muslim.�
Begitulah ia dan para pengikutnya mengulangi kunjungan peringatan ini
pada hari berikutnya. Maka para gembong pengedar itupun dengan
terpaksa menyingkir, dan wilayah seputar Masjid At-Taqwa menjadi
terbebas dari pengedar-pengedar narkoba hingga radius 5 mil (sekitar 7,5
km). Pemerintah Amerika Serikat pun terheran-heran dengan keberhasilan
ini, sementara pemerintah sendiri selalu gagal menghentikan aksi para
21
pengedar itu, walaupun telah mengeluarkan biaya besar, dengan berbagai
siasat, dan para personil yang handal.
Keberhasilan yang mengagumkan ini, membawa akhi Siraj pada
sebuah wawancara dengan stasiun televisi nasional Amerika Serikat.
Pewawancara bertanya, �Bagaimana dan mengapa anda melakukan hal
itu?� Siraj menjawab, �Islam dan pengedar narkoba tidak mungkin hidup
berdampingan. Saya tidak mau melihat rakyat miskin dihancurkan tangantangan
para pengedar narkoba itu. Murninya tujuan dan kuatnya niat
mempermudah tercapainya tujuan mulia.�
Kini akhi Siraj erat bekerja-sama dengan komunitas-komunitas
Muslim yang lain di Amerika dan Kanada. Ia sangat berhasil mengilhami
para muda Muslim dan meningkatkan penggalangan dana untuk Masjid
dan Sekolah Islam. Adalah hal yang wajar jika kita jumpai dia dengan
kitab Hadits ataupun kitab suci Al-Qur�an terbuka ditangannya, meskipun
sedang berada di bandara. Ia dihormati secara internasional. Dalam
kunjungan terakhir saya ke Makkah dari Amerika Serikat saya berjumpa
dengan beberapa Muslim Amerika. Saya tanyakan kepada mereka siapa
lagi yang hadir di Makkah. Mereka mengatakan bahwa Imam Siraj pun
hadir. Maka para imam lokal Masjidil-Haram pun mencari beliau agar
dapat berperan-serta dalam upacara penggantian Kiswah (kain penutup)
Ka�bah; Baitullah.
Terakhir kali saya menyimak khutbahnya, sewaktu Pertemuan
Tahunan ISNA di Chicago. Waktu itu bertepatan dengan puncak masa
kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat dengan kandidat George
Bush, Bill Clinton dan Ross Perot. Mereka saling melempar cemooh satu
sama lain, karena yang demikian itu diperkenankan menurut hukum dan
perundang-undangan yang berlaku. Kaum Muslim yang bermukim di
Negeri Paman Sam pun berharap memperoleh arahan dari pertemuan
tersebut berkaitan partisipasi mereka dalam pemungutan suara untuk
pemilihan presiden. Nasehat dari para pemimpin umat Muslim Amerika
seperti Siraj Wahaj sangatlah berarti bagi mereka untuk menentukan
pilihan. Maka, simaklah apa yang dikatakan Siraj Wahaj memulai
khutbahnya, �Semalam saya sempatkan diri membaca Kitabullah Al-
Qur�an. Betapa terperanjatnya saya bahwa saya membaca perihal George
Bush didalamnya. Benar! Anda sekalian mendengar yang saya ucapkan
bukan?! Semalam, saya membaca perihal George Bush didalam Al-Qur�an.
Sungguh, sayapun membaca perihal Bill Clinton dan Ross Perot. Mereka
semua disebut bersamaan dalam satu ayat didalam Surah ke-2 dari Al-
Qur�an. Baiklah, saya bacakan saja secara tepat ayat yang saya maksud.�
Selanjutnya Siraj mengumandangkan ayat yang dimaksud:
[ ??S??�=( ?? � �� (�S?? ? ????S� e�<?S?� =ST�S? ]
22
Mereka itu tuli, bisu, dan buta. Maka tiadalah mereka itu akan
kembali (ke jalan yang benar). [Al-Baqarah:18]
Iapun menambahkan uraiannya, �Telinga mereka tidak sesuai untuk
mendengarkan kebenaran, lidah mereka tidak siap untuk menyuarakan
kebenaran dan juga mata mereka tidak sanggup melihat kebenaran. Lantas,
bagaimana mungkin ada harapan agar mereka condong kepada kebenaran
atau kembali kepada kebenaran?�
Siraj memiliki cara yang khas, yang asli dari dirinya sendiri. Kisah
dirinya perlu ditulis dalam sebuah buku tersendiri. Saya sungguh berharap
suatu hari nanti seseorang akan melakukannya.
_____________________________________
Cahaya Hidayah Bermula Dari Keprihatinan Suami�
SUSAN
Susan Menikah dengan Abdul Qadar, seorang Muslim
berkebangsaan Burma yang bermukim di Maryland. Pada waktu itu Abdul
Qadar bekerja pada perusahaan pembuat sepatu dan sering menghadiri
shalat jum�at di Masjid Laurel. Suatu hari, ia menemui saya
menyampaikan kesulitan yang sedang dihadapinya. Ia mengatakan, �Saya
menikahi perempuan kristen. Kami telah dikaruniai anak perempuan
kembar dan kini saya prihatin atas masa depan anak-anak. Saya telah
berusaha semampu saya mengajak istri saya untuk datang ke Masjid ini,
tetapi ia menolak mentah-mentah. Apalagikah yang mesti saya lakukan?�
Maka, saya menyarankan agar ia mengajak Susan (istrinya) datang ke
rumah saya untuk makan malam. Dengan demikian Susan bisa berkenalan
dengan istri saya supaya merasa nyaman. Pendekatan ini berhasil. Susan
mulai mau datang ke Masjid dan juga mengikuti kuliah tafsir AL-Qur�an.
Beberapa minggu dilaluinya dengan sangat lancar, hingga pada suatu hari
Jum�at dimana saya memberikan kuliah tafsir. Saya menerangkan beberapa
ayat Al-Qur�an dan memberikan kesempatan bertanya kepada para peserta.
Susan pun mengajukan sebuah pertanyaan. Sebelum saya sempat
mengatakan sepatah kata pun, seorang lelaki diantara peserta telah
menjawab lebih dahulu. Betapa terkejutnya saya melihat Susan menangis
terisak-isak sambil tetap duduk ditempatnya. Semua yang hadir
kebingungan. Abdul Qadar membimbing istrinya meninggalkan Masjid,
langsung mengantarkannya pulang ke rumah.
Setelah itu, saya bertanya kepada Abdul Qadar, mengapa istrinya
menangis pada waktu itu. Ia pun menjawab, �Susan tak mau lagi datang ke
Masjid. Ia merasa bahwa pertanyaannya telah mengusik lelaki yang
23
menjawab pertanyaannya dengan mimik wajah begitu serius. Sedangkan ia
tidak suka mengusik siapapun juga.�
Sejauh yang saya ketahui dan menurut pemahaman saya, lelaki itu
menjawab pertanyaan Susan bukan karena merasa terusik. Hanya saja,
memang ia berwajah serius. Maka saya katakan kepada Abdul Qadar,
�Jelaskanlah kepada istri anda dengan penuh kelembutan dan ketenangan
fikiran, bahwa banyak orang-orang yang berasal dari India dan Pakistan
berwajah serius. Hal seperti ini bisa anda lihat di setiap bandara maupun
terminal bis, ataupun di pusat perbelanjaan. Inilah kelemahan budaya
kami.� Lambat-laun Susan dapat memahami hal itu dan setelah beberapa
bulan ia kembali mengunjungi Masjid. Setiap minggu semakin bertambah
banyak hal mengenai Islam yang dipelajarinya. Ia rasakan bagian tanyajawab
sangat bermanfaat untuk mengenal nilai-nilai dan iman Islami. Ia
pun membangun persahabatan dengan banyak perempuan muslimah
jama�ah Masjid dan banyak memperoleh dukungan dan penghormatan dari
mereka.
Susan menyukai jalan hidupnya yang baru dan mendambakan
memeluk Islam. Adalah kehormatan bagi diri saya untuk mengajaknya
membaca Syahadah, sumpah seseorang yang memeluk Islam. Maka
susanpun mengucapkan, �Asyhadu an La ilaha illa_Allah, wa asyhadu
anna Muhammadan Rasulullah; Saya bersaksi bahwa tiada tuhan
(sesembahan) selain Allah, dan Mahammad adalah utusan (rasul) Allah.�
Maka, ia telah menjadi seorang Muslimah, berarti ia adalah saudari kita
didalam Islam. Pada hari itu juga, saya menikahkannya dengan suaminya
secara Islam di Masjid. Dan, Susan pun menikmati kehidupannya yang
baru dibawah naungan keberkahan Imannya kepada Islam.
Dalam kesempatan menyelenggarakan pernikahan secara Islam, saya
menjelaskan kepada mereka bahwa suami diwajibkan menyerahkan Mahar
(Mas Kawin/Bingkisan) kepada istrinya. Saya pun mengingatkan mereka
bahwa mahar yang diberikan menjadi milik pribadi sang istri yang boleh
dipergunakan sekehendak hatinya dan sang suami tidak diperkenankan
membicarakan perihal pemberian itu sepanjang hayatnya. Seranta, Abdul
Qahar pun sepakat segera membayarkan mahar. Susan pun terpana
mengetahui betapa Islam menghormati kaum perempuan dan ia juga
kagum atas cara Islam melindungi hak-hak perempuan. Hal ini semakin
meneguhkan keImanannya didalam Islam. Untuk digaris-bawahi,
pernikahan berlangsung di Negara Bagian Maryland, Amerika serikat.
Beralih sejenak dari kisah Susan, berikut ini akan saya ceritakan juga
suasana pernikahan lainnya yang berlangsung di Negara Bagian Michigan,
beberapa tahun kemudian. Sebagai Imam Masjid Tauhid, salah satu tugas
saya adalah sebagai Penghulu dalam pernikahan Muslim di Negara bagian
ini. Seorang pemuda Muslim menemui saya, ia minta saya memimpin
24
upacara pernikahannya. Saya jelaskan kepadanya dan calon istrinya, hakhak
lelaki dan perempuan didalam Islam dan perihal mahar.
Selanjutnya mereka mengisi formulir isian data pernikahan dan
formulir isian pembayaran Mahar. Kemudian, saya tanyakan kepada
mereka apakah masih ada pertanyaan lainnya sebelum mereka
mengikatkan diri didalam lembaga pernikahan. Calon mempelai
perempuan menjawab, �Tidak ada pertanyaan lagi dari saya.� Calon
mempelai Lelaki berkata, � Saya ada pertanyaan penting perihal mahar,
saya mengerti bahwa saya diwajibkan membayar mahar yang nantinya
sepenuhnya menjadi hak istri saya. Tidakkah ia pun berkewajiban
memberikan mahar untukku?� Maka, sebagaimana halnya Susan, sang
calon istri ini pun terpana atas cara Islam mengangkat martabat dan
kehormatan perempuan.
Kembali kepada Susan, kini ia telah memilih nama �Saeeda�, sesuai
dengan sifat dirinya yang lembut dan selalu penuh kesantunan terhadap
siapa saja. Ia memeluk Islam dengan pengetahuan yang jelas, ketulusan
yang tiada tara, dan komitmen (rasa tanggung-jawab) penuh. Segera ia
mengenakan busana Muslimah, tak ada sedikitpun rasa enggan ataupun
takut atas bisik-bisik tetangga atau komentar masyarakat umum. Anakanak
perempuannya; si kembar; yang ketika itu duduk di sekolah dasar
dimintanya untuk mengenakan jilbab dan tidak perlu menghiraukan olokolok
teman-teman sekolahnya. Malahan saya menasehatinya agar anakanak
seusia mereka tidak perlu menghadapi situasi pelik ini di sekolah.
Namun ia menekankan pada perlunya pembelajaran dan pengamalan jalan
kehidupan Islami sejak usia dini. Maka Saeeda dan kedua gadis kecilnya
pun mengenakan busana Muslimah sehingga mudah dikenali dan nampak
begitu anggun dimanapun mereka berada.
Itulah bukti tingkat keimanan dan komitmen dirinya. Suaminya jadi
suka menertawakan dirinya sendiri, ia merasa bahwa kita yang terlahir
Islam begitu meremehkan Islam sehingga komitmen kita pun rapuh.
Begitulah, selanjutnya Abdul Qadar dan Saeeda memperoleh kehidupan
rumah-tangga yang penuh kedamaian dan kebahagiaan yang didambakan
setiap keluarga.
_____________________________________
Cahaya Hidayah Menerangi Budaya Keterbukaan�
DR. NAJAT
Dr. Najat dilahirkan, dibesarkan, dan mendapatkan pendidikan di
India. Ia datang ke Windsor, Kanada untuk melanjutkan studinya ke
tingkat Pasca-Sarjana. Saya tidak menuliskan nama aslinya karena begitu
25
panjang dan sulit diucapkan. Dari nama aslinya itu saya bisa mengetahui
bahwa ia berasal dari keluarga Hindu yang taat yang menamakannya
dengan nama khas Hindu. Ia memperoleh pendidikan agama yang sangat
ketat, dan ia terapkan ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh sejauh
kesanggupannya selama ia menetap di India.
Di Universitas Windsor ia berhadapan dengan interaksi berbagai
gagasan dan aneka budaya yang berjalan begitu sehat. Sebagaimana para
mahasiswa yang lain, ia pun berpikiran terbuka. Ia ingin menjadikan
hidupnya penuh makna bagi dirinya sendiri. Akibatnya, ia tidak merasa
nyaman dengan gagasan dan penerapan ajaran Hindu yang dianutnya.
Maka mulailah ia mempelajari kitab Injil Kristiani. Ia pun merasa ajaran
ini lebih memuaskan akalnya daripada agama yang sejak semula
diyakininya. Maka iapun menerima ajaran kristiani sebagai keyakinan
barunya, ia jalani dengan tulus-hati hingga setahun lebih. Namun
kemudian ia merasa tidak memperoleh puncak pemuasan ruhaniah atas
pencarian dalam dirinya. Mulailah ia melirik Islam dan menggali Ideologi
Islam. Perang batiniah religius pun berlangsung dalam dirinya, bersamaan
dengan berjalannya kegiatan studi doktoralnya di bidang Rekayasa
Teknologi.
Kampus-kampus perguruan tinggi di Kanada menyuguhkan suasana
unik dalam kebebasan memilih dan menjalani pilihan masing-masing
individu. Adakalanya, perdebatan yang membangun sikap saling
pengertian pun diselenggarakan antara para ulama/sarjana Yahudi, Kristen
(Nasrani), dan Muslim, dalam suasana yang amat sehat. Maka terbukalah
pintu pengetahuan bagi banyak orang yang selama ini terkungkung oleh
pendapat pribadinya. Dan, Najat pun mempelajari lebih banyak lagi perihal
Islam dari berbagai sumber. Ini membawa cakrawala kesadarannya untuk
cenderung memilih Tuhan Yang Esa ketimbang beribadah kepada
bermacam-macam �tuhan�. Didalam Islam, ia menemukan
keajegan/konsistensi dan kesinambungan logis daripada semua ajaran yang
lain. Maka ia pun memeluk Islam dan memilih nama Najat sebagai nama
islaminya. Semoga Allah SWT memelihara keIslamannya, mengingat
bahwa masuk Islam itu sangatlah mudah sementara tumbuh-kembangnya
pemahaman ajaran Islam didalam diri seringkali berlangsung begitu
lambat.
Najat menyadari bahwa untuk menerapkan Islam secara tulus-ikhlas
adalah dengan jalan ia menikah sesegera mungkin. Keinginannya ini
dengan cepat terkabul. Ia menikah dengan seorang gadis Muslimah
terpelajar yang berasal dari keluarga terhormat di Windsor. Upacara
pernikahan mereka berlangsung di Masjid Windsor. Najat bukan hanya
telah lulus dalam kehidupan berumah-tangga, karena pada waktu itu ia pun
telah lulus dari Universitas Windsor dengan meraih gelar doktoralnya.
26
Selanjut DR. Najat pun berusaha mendapatkan pekerjaan. Ia mendapat
tawaran istimewa dari Ford Company di Detroit. Iapun menerima tawaran
itu dan bersama keluarganya ia berpindah ke Farmington Hills, sebuah
kawasan permukiman di pinggiran Detroit.
Sebuah masjid baru dibangun di wilayah ini, namanya Tawheed
Center of (Pusat Tauhid) Farmington Hills, Michigan. Di masjid inilah
beberapa kali saya bertemu dengannya. Suatu hari, saya bertanya
kepadanya perihal kemampuannya membaca Al-Qur�an dalam tulisan
aslinya, yakni huruf Arab. Betapa terkejutnya saya mendapati kenyataan
bahwa seorang Najat yang begitu berbakat belum bisa membaca Al-Qur�an
dalam bahasa Arab. Alasannya sudah jelas, banyak umat Muslim yang
tidak sanggup meluangkan waktu untuk membimbing orang lain
mempelajari Islam dengan pola orang per orang. Jika terus menerus
demikian, banyak orang yang berkemauan belajar menjadi telantar ataupun
kecewa. Tanpa pengorbanan waktu pribadi akan sangat sulit mencapai
kemajuan dalam hal apapun. Ungkapan keprihatin sebatas kata takkan
bermanfaat. Saya pun terang-terangan bertanya kepada Ny. Najat,
�Mengapa anda belum mengajarkan abjad Arab kepada suami anda,
sedangkan anda berdua telah beberapa tahun menikah ?� Namun ia tidak
bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Maka saya katakan kepada
DR. Najat, � Mari kita buat kesepakatan. Luangkan waktu anda empat
akhir pekan bersama saya, maka saya jamin anda akan mampu membaca
Al-Qur�an. Insya Allah (dengan perkenan Allah SWT)!� Kami pun sepakat
untuk bertemu di Tawheed Center selama beberapa jam seusai shalat
Subuh. Sebuah kejutan yang menggembirakan terjadi, setelah berlangsung
empat akhir pekan, DR. Najat telah bisa membaca Al-Qur�an dalam bahasa
Arab. Hal ini membangkitkan semangat para pembelajar potensial yang
lain. Banyak saudara-saudara Muslim yang mulai menerima murid baru
dengan pola orang per orang (satu murid satu pembimbing). Kami pun
dikagetkan oleh seorang Doktor Medik (bergelar �MD�) kelahiran Amerika
pun bergabung dalam kelompok bimbingan sebagai murid baru. Kegiatan
pagi hari ini seringkali dilanjutkan dengan sarapan bersama di Masjid.
DR. Najat telah bisa membaca berbagai surah dari Juz terakhir Al-
Qur�an. Namun ia masih memerlukan guru yang lebih baik daripada saya.
Seorang akhi (saudara muslim lelaki) asal Syria yang berusia lebih tua dari
saya; Syeikh Al-Atasy; bersedia mengajar DR. Najat secara privat. Ia pun
mulai bisa menikmati pembacaan Al-Qur�an setelah belajar cara
pengucapan yang benar dari seorang guru berpengalaman yang mampu
berbahasa Arab. Baik Syeikh Al-Atasy maupun Najat, amat menyukai
kegiatan mereka ini dan menambahkan waktu belajarnya menjadi setiap
hari sesudah shalat Subuh selama sekitar satu setengah jam. Seusai belajar,
Najat langsung berangkat dari masjid menuju tempat kerjanya. Sepulang
27
bekerja ia membawa serta keluarganya mengikuti jama�ah shalat Isya� di
Masjid.
Syeikh Al-Atasy dan Akhi Najat sangat mementingkan
kelangsungan pembelajaran Al-Qur�an yang mereka lakukan. Ketika
musim dingin tiba, Detroit mengalami musim dingin yang sangat buruk.
Mereka bersusah payah menembus salju dan hujan badai demi tak terlewat
seharipun untuk belajar. Syeikh Al-Atasy begitu bangga dengan muridnya.
Ia suka mengatakan kepada saya, �Pengucapan bacaan Najat sudah lebih
baik daripada anda.� Najat tidak hanya bagus sekali dalam membaca Al-
Qur�an, iapun sanggup membaca Al-Qur�an dari manapun anda
membukakan untuknya Kitab Al-Qur�an. Ia juga mulai membaca tafsir Al-
Qur�an yang ditulis dalam bahasa Inggris. Dengan demikian ia telah mulai
mengapresiasi ayat-ayat Al-Qur�an beserta maknanya secara keseluruhan.
Tidak berhenti sampai disini, ia pun mulai menghafal Al-Qur�an. Terakhir
kali kami berjumpa, ia telah menghafal setengah dari Juz terakhir Al-
Qur�an (Juz �amma).
Betapa sulit mendapat sukarelawan untuk kegiatan lingkungan.
Sebagian besar orang asyik melemparkan kritik ataupun membesarbesarkan
hal kecil yang mereka telah lakukan. DR. Najat-lah yang tanpa
banyak bicara ataupun keinginan menonjolkan diri di depan saya, telah
menjadi relawan untuk menjalankan hubungan kemasyarakatan Masjid.
Seringkali ia membukakan pintu Masjid untuk shalat Subuh meskipun ia
bertempat tinggal paling jauh jaraknya dari masjid. Ia menyingkirkan salju
dari jalan setapak dan lorong menuju pintu utama masjid, menaburi
permukaannya dengan garam agar orang yang lewat tidak jatuh
terpelanting yang bisa berakibat patah tulang. Pelayanan yang diberikan
Najat ini adalah hal pokok dan teramat penting bagi komunitas kami.
Sebab, setiap orang yang cidera akibat terjatuh di area Masjid dapat dengan
mudah mengajukan tuntutan akibat menderita kerusakan yang besar.
Sebagai akibatnya, perusahaan asuransi akan menolak memberikan
jaminan pertanggungan atas tempat umum seperti ini.
DR.Najat juga membantu penyelenggaraan Sekolah Islam Akhirpekan
di Masjid. Maka iapun bertugas untuk membuka lagi masjid
sebelum waktu Dzuhur, dan menyingkirkan salju, menaburkan garam,
sebelum para guru dan murid berdatangan. Menjadi penarik dana
pendidikan sekolah kepada para orangtua murid bukanlah pekerjaan yang
menyenangkan, inipun dikerjakannya tanpa mengusik siapapun. Ia juga
suka berbelanja makanan ringan untuk dibagikan kepada anak-anak. Ia
bersihkan sendiri dapur masjid dan dicairkannya pula bunga-es didalam
kulkas secara berkala.
Suatu malam, saya menutup masjid seusai shalat Tarawih. Semua
jama�ah telah meninggalkan masjid. Saya padamkan lampu-lampu
28
diberbagai tempat satu demi satu. Sampai di tempat wudhu jama�ah lelaki,
betapa terkejutnya saya melihat DR. Najat sedang membersihkan kamar
kecil. Ada enam kamar kecil di tempat itu. Saya pun berterima kasih
kepadanya. Ia hanya tersipu dan tersenyum kecil kemudian berusaha
mengalihkan pembicaraan, ini menunjukkan bahwa menurutnya bukanlah
hal yang luar biasa bahwa ia membersihkan kamar kecil. Mungkin karena
ia mengenal dengan baik pepatah urdu berikut ini,
�Keikhlasan pengabdian kepada Allah SWT bukanlah urusan
perdagangan. Maka hendaklah jangan berharap untuk mendapatkan
penghargaan, karena yang demikian itu akan melunturkan semangat
keikhlasan.�
Akhi Najat tidak membatasi dirinya pada kegiatan didalam masjid
saja, Lahan sekeliling masjid terbentang lebih dari 2.5 acre (hampir 1.2
hektar). Dan Najat mengerjakan pemupukan lahan yang berumput setiap
tahun. Ia beli sendiri pupuk dan pembasmi hama dengan uang pribadinya,
sebagaimana juga ia membeli garam untuk ditaburkan dimusim salju. Ia
rendah hati dan masih muda usia. Menebang pepohonan yang telah mati di
sekeliling masjid dikerjakannya juga.
Kami sangat menghargai pelayanannya selama Bulan Ramadhan
dimana biasa diselenggarakan acara jamuan makan (buka puasa) bersama
seminggu sekali. Ia membantu masing-masing penyaji dalam
mempersiapkan jamuan makan dan menyajikan kepada tamu lelaki dan
perempuan. Ia operasikan sendiri mesin penyedot debu (vacuum cleaner)
membersihkan masjid hampir setiap usai jamuan makan. Ia lebih suka
mengerjakan sendiri semua pekerjaan yang perlu dikerjakan, daripada
meminta atau menghimbau orang lain. Ia bekerja-sama dengan para
relawan lainnya mengatur dan menyajikan minuman lezat kepada jama�ah
seusai melaksanakan shalat Ied. Ia membina hubungan yang sangat erat
dengan para warga di lingkungan kami. Biasanya, ia juga mengundang
banyak keluarga ke rumahnya untuk mencicipi makanan ringan maupun
jamuan makan setelah penyelenggaraan shalat Ied. Dilakukannya hal itu
dari tahun ke tahun, dan tanggapan dari warga pun sangat
menggembirakan. Karena itulah, hal pertama yang saya lakukan setelah
menyampaikan khutbah Ied adalah segera berkunjung ke rumah akhi Najat
untuk menghibur diri saya dengan makanan-makanan yang serba lezat.
Semoga Allah SWT melimpahkan ganjaran kepada akhi Najat sekeluarga
atas keajegan dan ketulusannya memberikan pelayanan.
Suatu hari saya bertanya kepada akhi Najat, �Pengetahuan anda
perihal Al-Qur�an dan Islam cukup memadai. Bagaimanakah
sesungguhnya perasaan anda terhadap ajaran Islam?� DR. Najat menjawab,
�Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya katakan sejujurnya, saya
sangat terpuaskan. Tidak pernah saya sepuas ini ketika saya menganut
29
Kristen maupun Hindu. Saya mendapati Al-Qur�an memberikan dampak
yang sangat melegakan akal dan kalbu saya.�
Kini akhi Najat bahkan sesekali menjadi Imam shalat. Nyatalah
disini tidak terdapat hirarki didalam Islam. Siapapun yang berpengetahuan
baik dan bertaqwa bisa menjadi pemimpin dalam pelaksanaan bermacam
pelayanan Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur�an:
T&?�??????p ????� ?�?/?� �??� ?????= ?{??� ???�
�� Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
adalah yang paling bertaqwa�� (Al Hujuraat:13). Dalam Islam seorang
yang taqwa boleh menjadi pemimpin tanpa membedakan warna kulit,
kelompok, asal geografis maupun kebangsaan.
______________________________
Cahaya Hidayah didalam Hadiah Natal�
JIM
Irama kehidupan di dunia Barat berjalan begitu cepat. Dalam hiruk
pikuk kehidupan sedemikian itu, banyak kaum Muslim yang hidup di Barat
masih bisa meluangkan waktu untuk berkiprah secara sukarela di
lingkungan masjid dan Sekeloh Islam. Contohnya, suatu hari para jama�ah
Masjid Tauhid Detroit sepakat untuk bersilaturahim ke Masjid Tauhid
Farmington Hills seusai shalat Subuh. Kami hendak menebang pohonpohon
yang tumbuh liar di halaman masjid menggunakan gergaji mesin
kemudian memotong batang pohon itu menjadi potongan-potongan kecil.
Potongan-potongan kecil itu kami satukan dalam ikatan-ikatan, selanjutnya
kami letakkan di tepi jalan agar diangkut oleh dinas pelayanan kebersihan
kota. Dengan begitu halaman masjid menjadi bersih.
Maka berangkatlah kami dalam dua mobil untuk keperluan ini
setelah berjamaah shalat Subuh. Diantara kami terdapat seorang mualaf
bernama Jim yang semobil dengan saya. Dalam perjalan saya tanyakan
kepadanya, bagaimana ia masuk Islam. Secara rinci, ia ceritakan
pengalaman hidupnya yang menarik itu. Beginilah ceritanya:
�Sebelumnya, sebagai penganut Kristen saya biasa ke gereja
bersama kedua orangtua saya. Untuk memperoleh pelayanan gereja,
orangtua saya harus menyisihkan sepuluh persen dari penghasilannya
untuk disumbangkan ke gereja ini. Merasa tidak cocok dengan praktek
keagamaan di gereja ini orangtua sayapun akhirnya berpindah ke gereja
lain. Di gereja berikutnya ini, kami cukup menyisihkan delapan persen
penghasilan perbulan untuk memperoleh pelayanan gereja. Hal ini dapat
dimaklumi oleh orangtua saya, karena hampir semua gereja melakukan hal
30
ini untuk penyelenggaraan gereja. Tetapi saya tetap saja tidak suka dengan
praktek �membeli tempat duduk� yang dikemas dalam bentuk sumbangan
wajib seperti itu. Saya putuskan untuk tidak lagi ke gereja karena saya
sungguh tidak setuju dengan praktek-praktek yang dilakukan oleh gerejagereja
itu.�
�Lulus dari High School (SLA), saya pun melanjutkan ke perguruan
tinggi. Disini, saya bertemu dengan banyak mahasiswa Muslim dari
berbagai Negara. Saya sempatkan bertanya kepada mereka:�Adakah kalian
wajib membayar tempat untuk beribadah?� Merekapun menjawab:�Tidak
Sama sekali. Sebenarnya setiap orang memiliki hak yang sama untuk
menggunakan tempat ibadah untuk mengerjakan shalat.�
Perlu saya tambahkan disini, bahwa di lingkungan kampus
perguruan tinggi di dunia Barat, para mahasiswa dihadapkan pada
kebebasan memilih yang tanpa batas. Sebagian kecil diantara mereka
memanfaatkan kebebasan itu secara keliru sehingga menghancurkan masa
depan mereka. Namun, sebagian besar mahasiswa memanfaatkan dengan
baik kebebasan ini, mereka berinteraksi secara konstruktif satu sama lain.
Interaksi inilah yang sebenarnya sangat menguntungkan. Mereka tidak
pernah menjawab dengan singkat pertanyaan orang lain sehingga si
penanya tetap dalam kebingungan. Tidak juga menjawab terlalu �njelimet�
sehingga si penanya tak berani lagi bertanya lebih lanjut. Lebih dari itu,
mereka tidak memaksakan pandangannya terhadap orang lain sehingga
tidak terjadi perseteruan diantara mereka. Bentuk interaksi yang
menguntungkan semacam ini berlangsung sepanjang waktu diantara semua
mahasiswa, maka sebenarnya, ini menjadi pedoman bagi sebagian dari para
pendakwah keagamaan kami.
Jim berpandangan bahwa sebenarnya tidak adanya pungutan biaya
tempat ibadah adalah praktek yang paling masuk akal. Karena itulah ia
bertanya pada diri sendiri, mengapa tidak ditelaahnya saja detail-detail
selebihnya dari agama ini? Kemudian ia lanjutkan berkisah kepada saya:
�Dulu, pacar saya tinggal se-apartemen sewaan dengan saya. Ia
beragama Budha. Ia letakkan patung-patung budhanya di semua penjuru
apartemen kami, walaupun ia sendiri tidak begitu rajin beribadah. Saya pun
tidak menjalankan ibadah sebagai seorang Kristen. Dari pembicaraan saya
sehari-hari ia dapat menangkap pencarian saya atas suatu pegangan hidup.
Kamipun saling menerima apa adanya satu sama lain. Akhirnya, tibalah
Natal.�
Natal adalah saat-saat dimana setiap orang mendambakan diberi
hadiah oleh teman karibnya, tanpa memandang apapun keyakinan
agamanya. Misalnya saja, orang-orang Yahudi yang sama sekali tidak
mengimani Yesus, justru merekalah yang terlebih dahulu saling bertukar
hadiah dan menghias tempat-tempat usaha mereka dengan pohon natal
31
yang begitu besar untuk memikat pelanggan. Jim melanjutkan lagi
kisahnya:
�Pacar saya juga tak ketinggalan bergegas ke tempat belanja, untuk
membelikan saya hadiah Natal. Ditempat itu perhatiannya tertuju pada
sebuah buku yang menurutnya nampak sangat filosofis. Iapun berkata pada
diri sendiri, �Jim tentu akan suka dengan buku ini, karena ia selalu berkatakata
aneh bagaikan ungkapan novel.� Maka sayapun mulai membaca buku
ini begitu saya terima sebagai hadiah darinya. Ternyata buku ini adalah
Terjemahan Al-Qur�an dalam bahasa Inggris. Saya pun suka membacanya
setiap hari, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam pikiran saya.
Para mahasiswa Muslim di kampus memberikan jawaban yang masuk akal
atas berbagai pertanyaan saya. Ini membuat saya semakin tertarik kepada
Islam, dan pada akhirnya saya puas dengan jalan hidup Muslim. Saya
lantas menghubungi beberapa anggota Himpunan Mahasiswa Muslim di
kampus Universitas dimana saya belajar. Mereka pun menjelaskan kepada
saya ikrar yang harus diucapkan untuk masuk Islam. Maka dengan penuh
kesiapan hati dan bersemangat, saya menyatakan memeluk Islam. Puji
syukur kepada Tuhan � Alhamdulillah.�
�Saya telah sangat memahami bahwa Shalat adalah hal terpenting
didalam Rukun Islam. Biasanya saya mengerjakan shalat di kampus dan di
rumah. Karena itu saya minta kepada kekasih saya untuk memindahkan
patung-patung miliknya dari ruang keluarga karena saya perlu ruangan itu
untuk mengerjakan shalat. Ia tidak menyukai hal ini; memang tidaklah
mudah berhadapan dengan hal-hal yang dapat mengusik keyakinan
seseorang; Namun akhirnya dengan perasaan enggan ia pun memindahkan
patung-patung itu demi menyenangkan hatiku.�
�Begitu pendidikan dan keyakinan Islam saya semakin menguat,
saya mulai menampakkan kekurangan perhatian terhadapnya, kamipun
sempat beberapa kali bertengkar soal ini. Berkali-kali ia berkata, �aku telah
selalu berusaha sebaik-baiknya untuk menyenangkanmu, karena
kesetiaanku kepadamu tidak pernah berkurang sedikitpun. Lalu, apa yang
membuatmu mengabaikanku sementara aku tetap dengan kesetiaanku
padamu?� Saya berikan jawaban serius kepadanya,�Semua hal yang kamu
katakan itu benar adanya, saya tidak mengingkari hal itu. Tapi kini sebagai
seorang Muslim saya tidak mungkin lagi menjalin hubungan perkawinan
dengan Non-Muslim� Ia mengenal sepenuhnya sifat dasar saya yang
lembut dan tenang serta hubungan saya yang selalu baik dengan temanteman
karib saya. Maka iapun tidak pernah berharap untuk meninggalkan
saya, walau sebesar apapun pengorbanan yang ia mesti berikan. Ia
kemudian bertanya, �Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan demi
mempertahankan hubungan kita ini?� Saya katakan, bahwa untuk itu ia
harus memeluk Islam. Ia kembali bertanya,�Apa itu Islam?� Saya jelaskan
32
kepadanya secara keseluruhan pokok-pokok ajaran Islam dalam waktu
singkat. Ia kurang bisa mencerna sepenuhnya gagasan yang saya uraikan,
namun akhirnya iapun setuju memeluk Islam untuk menenteramkan hati
saya. Ia singkirkan sendiri patung-patung miliknya dari apartemen kami.�
�Kami pun kemudian mengikatkan diri dalam pernikahan secara
Islam, setelah itu kami biasa beribadah di Masjid setempat. Kehidupan
kami berjalan sebagaimana mestinya. Ternyata, istri saya tidak tertib dan
teratur menjalankan Shalat 5 Waktu. Maka, saya pun menegurnya,�
Bagaimana kamu ini, muslim yang bagaimanakah yang tidak tertib
shalat lima waktunya?� Ia menjawab,�Saya sudah berusaha semampu
saya!� Maka, sekali lagi saya tegas-tegas mengingatkannya. Iapun mulai
menangis dan mengadukan perihal perselisihan kami kepada teman-teman
muslimah di lingkungan kami.�
�Sampailah persoalan kami terdengar oleh para pemuka umat
muslim setempat. Merekapun menugasi pasangan suami-istri muslim
terpelajar agar berusaha memperbaiki hubungan kami. Saya dinasehati oleh
mereka,�Istrimu seorang mualaf, Islam meresap kedalam kalbu dan jiwa
seseorang secara bertahap, janganlah bersikap teramat keras terhadapnya.�
Saya dapat mencerna nasehat ini dan sayapun memperlunak sikap kritis
saya kepada istri saya.�
�Sebelum memeluk Islam, saya suka membuang-buang waktu yang
berharga dengan berkumpul bersama muda-mudi di lingkungan kami. Jika
kami sedang berkumpul banyak dari kami yang berbicara semaunya secara
bersamaan tanpa mempedulikan gagasan dan harapan teman yang lain.
Jadilah tempat kami seperti �Rumah Gila� dimana setiap orang meneriaki
satu sama lain. Setelah masuk Islam, saya masih datang berkumpul
beberapa kali. Teman-teman begitu kaget melihat perubahan saya yang
lebih banyak diam. Saya berbicara hanya ketika yang lain memperhatikan
apa yang saya bicarakan. Mereka heran dengan perubahan etika dan
tingkah laku yang terjadi pada diri saya. �Apa yang telah terjadi dengan
Jim?� begitulah diantara mereka saling bertanya. Saya menjadi sebal
mendengar obrolan yang berlarut-larut tanpa manfaat. Hasilnya, waktu
terbuang percuma. Saya berharap bisa meninggalkan kehidupan sosial
semacam ini.
�Pemikiran keagamaan orang tua saya pun sama sekali berbeda
dengan saya. Ini membuat saya merasa sulit sekali untuk tinggal di
lingkungan yang menyebabkan saya merasa tertekan sedemikian rupa.
Saya berharap bisa pindah ke suatu tempat dimana saya leluasa menjalani
ajaran Islam yang begitu indah ini dengan ketulusan dan penuh
konsentrasi. Begitulah selanjutnya, saya tinggalkan kota kelahiran,
orangtua, dan kawan-kawan. Dan sampailah saya disini, di Detroit. Istri
saya masih menetap di kota kelahiran kami untuk menyelesaikan kuliah
33
kesarjanaannya. Di Detroit, saya mengunjungi teman kuliah saya, akhi
Ahmad, Ketua organisasi Muslim Indonesia dan Malaysia di Amerika
Utara. Saya datang tanpa bekal apapun. Adalah ia yang menyediakan
tempat tinggal, makan dan pakaian. Itulah sebabnya anda melihat saya hari
ini datang ke masjid bersamanya. Saya temukan iklim spiritual yang
nyaman di masjid ini. Saya sangat bahagia disini.�
Banyak hadiah dari saudara-saudara Muslim di masjid untuk Jim. Ia
pun begitu cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan kami. Ia mulai
mencari kerja disekitar Detroit. Dalam waktu singkat ia sudah mendapat
pekerjaan. Namun, kemudian pekerjaan ini ia tinggalkan karena
pemiliknya melarang Jim mengambil jeda untuk pergi Shalat Jum�at.
Masih banyak pengusaha lain yang sangat membantu karyawan mereka
yang Muslim dan memperpanjang waktu istirahat makan siang mereka
untuk keperluan Shalat Jum�at.
Jim telah mempelajari banyak bagian dari Al-Qur�an, pengucapan
(makhraj)-nya pun sangat bagus. Saya tanyakan kepadanya,�Adakah ini
karena tuan rumahmu yang dari Indonesia membantumu dalam belajar
membaca Al-Qur�an?� Jim menjawab, �Tidak. Sebenarnya, dirumah
terdapat sebuah komputer dan CD-ROM Tilawatil-Qur�an. Saya putar saja
berulang-ulang untuk belajar sendiri ayat-ayat Al-Qur�an�.
Suatu hari Jim bertanya kepadaku, apakah ia boleh membeli satu dari
kitab Al-Qur�an dengan terjemahan bahasa Inggris yang ada di masjid.
Saya katakan kepadanya, �Untuk mualaf, itu diberikan secara cuma-cuma�.
Ia katakan, itu dimaksudkan untuk ibundanya dengan harapan sang ibu
akan memperoleh cahaya hidayah sebagaimana telah terjadi pada dirinya.
Ia pun berkeinginan memberikan beberapa untuk para sahabat lamanya di
kota kelahirannya. Kembali saya katakan kepadanya, �Kamu boleh ambil
berapapun yang kamu mau dengan gratis.�
Sementara itu, Jim bertemu dengan sekelompok orang yang disebut
sebagai Kelompok Dakwah, mereka ini menyeru orang-orang kepada
Islam. Mereka manyambut hangat para mualaf. Tidak sekedar menyajikan
keramah-tamahan semata, mereka pun memberikan pengajaran sendi-sendi
agama Islam kepada para mualaf itu. Jim bergabung bersama para ikhwan
ini menempuh perjalanan ke pelbagai negara bagian di Amerika Serikat
untuk mengajarkan, belajar, dan berdakwah Islam. Biasanya ia berkunjung
ke Detroit semalam atau dua malam setelah perjalanan dakwahnya selama
berbulan-bulan. Maka kami hanya sempat berjumpa dengannya dalam
waktu yang sangat singkat. Nampaknya ia telah memutuskan untuk
mengabdikan hidup masa mudanya untuk melayani Al-Islam. Semoga
Allah SWT semakin memperkaya pengetahuan dan pengamalan Islam bagi
Jim. Semoga Allah SWT menerima pengabdian, komitmen, dan
pelayanannya kepada Al-Islam. Amiin
34
____________________________________
Cahaya Hidayah Mengantarnya Sebagai Syuhada
RENDA TOSHNER
Terlahir di Amerika Serikat dalam keluarga Turki, ia bukanlah
seorang lelaki mualaf, namun demikian ia tidak mengenal sedikitpun
tentang Islam sehingga ia menginjak usia remaja. Kisah hidupnya memberi
banyak pelajaran bagi kita.
Sebelum mengisahkan dirinya, terlebih dahulu saya akan awali
dengan memberikan gambaran tentang komunitas Turki yang bermukim di
sekitar Detroit, Michigan. Orang-orang Turki mulai bermigrasi ke Amerika
di tahun 1970-an. Kini generasi ke-tiga dari mereka berkembang ke seluruh
Amerika. Mereka memiliki pekerjaan dengan tingkat profesionalisme
tinggi dan juga banyak sebagai pengusaha sukses. Sebagian besar dari
mereka bermukim di lingkungan permukiman orang berada di Detroit.
Mereka mapan disegi keuangan dan memiliki hubungan sosial yang baik
dengan orang-orang pemerintahan. Waktu itu saya baru diperkenalkan
kepada mereka karena saya ikut membantu beberapa kali pengurusan
jenazah yang mereka selenggarakan di masjid Tawheed Centre di
Farmington Hills, Michigan. Saya menjadi lebih dekat dengan mereka
ketika saya mulai diundang berkunjung ke rumah-rumah mereka dan juga
diundang untuk menghadiri Turkish Social Club (= Kerukunan Masyarakat
Turki) yang mereka dirikan. Ternyata sebagai Muslim mereka telah
melebur begitu rupa kedalam masyarakat Amerika. Kecenderungan ini
bukanlah hanya terjadi pada masyarakat keturunan Turki, karena berbagai
imigran Muslim datang ke Amerika dari berbagai negri juga meleburkan
diri kedalam masyarakat Amerika sehingga kehilangan jati-diri keIslaman
mereka. Di lain pihak banyak juga Imigran Muslim yang menjadi semakin
baik keIslamannya setiba di Amerika dibanding ketika masih di tanah air
mereka sendiri. Bahkan anak-anak mereka melebihi ketaatan orangtua
mereka dalam menjalani keIslaman mereka dengan dukungan faham
kebebasan beragama di Amerika.
Kedua orangtua Renda adalah anggota terpandang pada komunitas
Turki Amerika ini. Keduanya berprofesi dokter dan berkelimpahan secara
materi. Jadi, Renda terlahir dalam keluarga sangat berkecukupan. Namun
kedua orangtuanya tidak membesarkannya dengan pendidikan Islami.
Setelah lulus SLA Renda melanjutkan ke Universitas. Ia tidak
mengenal Islam sama sekali sampai kemudian ia mulai berbaur dalam
pergaulan dengan para mahasiswa Muslim dari negara lain yang belajar di
35
kampusnya. Amerika; termasuk juga universitasnya; menawarkan
kebebasan memilih seluas-luasnya bagi masyarakatnya dan tidak pernah
ikut-campur dalam hal pilihan pribadi orang per orang. Renda pada
dasarnya berpembawaan halus, maka pengajaran dan pengamalan Islam
menarik hatinya. Ia terkejut menyadari bahwa dirinya yang sesungguhnya
terlahir dalam keluarga Muslim mendapati kehidupan keseharian
keluarganya menjauhkan dirinya dari pengetahuan dan pengamalan Islam.
Ia pun belajar dan belajar perihal Islam dari hari ke hari dan berusaha
untuk mengamalkannya.
Dalam hal perkuliahan, Ia tergolong mahasiswa yang sangat cerdas.
Ia menekuni bidang studi Arsitektur dan mampu menyelesaikannya dengan
mudah. Selanjutnya ia bergabung dengan firma arsitektur dalam rangka
mempersiapkan diri untuk ujian lisensi Arsitek. Biasanya seorang Arsitek
butuh waktu bertahun-tahun dan berkali-kali menempuh ujian untuk
memperoleh lisensi. Renda yang sangat pandai ini mampu memperoleh
lisensi dalam sekali tempuh.
Begitupun dalam bertumbuh-kembangnya pengetahuan dan
pengamalan keIslamannya berlangsung dengan begitu Istimewa. Ia
memetik manfaat yang amat besar dari aktifitasnya di Masjid Anarbor dan
masyarakat Muslim disana. Bersamaan dengan itu, orangtuanya yang telah
pensiun memutuskan untuk kembali ke Turki, melewatkan hari tua
menetap di negeri asal mereka. Renda memilih untuk tetap tinggal di
Amerika karena ia menyukai kehidupan masyarakat Muslim Anarbor. Ia
ingin lebih meningkatkan keikut-sertaannya dalam kegiatan-kegiatan Islam
disana.
Saya biasa memberikan khutbah Jum�at sekali sebulan di Masjid
Anarbor yang terdapat di lingkungan Unversitas Negeri Michigan
(Michigan State University). Renda biasanya bertindak sebagai muazzin di
masjid besar ini. Saya teringat, suatu kali saya pernah membawakan kisah
Nabi Yusuf AS dalam kesempatan khutbah Jum�at. Dalam kisah ini saya
menyebutkan pakaian Nabi Yusuf AS telah dipergunakan oleh kakakkakaknya
sebagai bukti untuk meyakinkan bahwa Yusuf telah dimakan
oleh binatang buas. Berikutnya, ketika istri Aziz mengajak Yusuf AS
berselingkuh dan kemudian memfitnahnya, pakaian beliau menjadi bukti
bahwa istri Aziz-lah yang bersalah. Belakangan lagi, pakaian Nabi Yusuf
AS menjadi sarana pemulihan kesehatan mata Ayahandanya yang menjadi
buta lantaran duka yang mendalam kehilangan Yusuf. Selanjutnya saya
katakan, �Jika sepatong pakaian Nabi Yusuf bisa menjadi mukjizat, maka
betapa yang mengenakannya pun tentu sangatlah lain daripada yang lain.�
Renda menyukai apa yang saya simpulkan ini dan menelepon saya begitu
saya tiba di rumah. Ia bertanya,�Adakah khutbah tadi buah fikiranmu
sendiri?� Saya katakan padanya,�Sama sekali bukan. Semua yang saya
36
sampaikan tadi berasal dari kitab Tafsir, yakni keterangan dan penjelasan
Al-Qur�an yang ditulis oleh Ulama. Saya bukanlah seorang ulama, saya
tidak berhak menjabarkan Al-Qur�an menurut diri sendiri.�
Sebagai Muslim, selain terus memperdalam pengetahuannya, ia juga
ingin dirinya nampak sebagai sosok Muslim. Ia kenakan busana Islami
khas Turki sepanjang waktu, bahkan ditempat kerjanya. Saya tanyakan
kepadanya, �Apakah berpakaian seperti itu tidak dilarang oleh tempat
kerjamu, sementara kamu harus mewakili perusahaan di berbagai tempat?�
Ia tegas menjawab, �Jika mereka membutuhkan saya maka mereka harus
menerima saya apa adanya.� Saya bertanya lagi, �Apakah kamu tidak
menghadapi banyak prasangka di tempat kerja karena berbusana muslim?�
Dengan polosnya ia menjawab, �Adalah masalah mereka jika gusar dengan
pakaian saya.� Saya suka dengan cara Renda mengenakan sorban. Saya
memintanya menunjukkan caranya mengikatkan sorban dengan begitu
anggun.
Renda memberikan kontribusi yang sangat besar kepada berbagai
komunitas Muslim. Ia biasa memperkenalkan Islam kepada para
narapidana di penjara-penjara Amerika. Hal sedemikian butuh
pengorbanan yang besar baik dari segi waktu maupun kesabaran. Berbagai
pengalamannya dengan para narapidana membuahkan hal positif pada
dirinya. Ia rasakan bahwa para mualaf itu membutuhkan bahan bacaan
yang khas, yakni singkat, ringkas, tetapi menyeluruh. Renda pun
mengembangkan dan membiayai sendiri pencetakan bacaan-bacaan dalam
bentuk pamflet. Saya dipercaya untuk mempelajari isi pamflet-pamfletnya.
Saya berpendapat bahwa isinya sangat penting untuk para mualaf. Semoga
Allah SWT memberinya ganjaran atas usaha yang telah dilakukannya ini.
Kontribusi Renda kepada Masjid Farmington Hills juga lain dari yang lain.
Ia membeli sebidang lahan seluas 1,16 hektar untuk mendirikan sebuah
Masjid di Farmington Hills. Ia memiliki beberapa pilihan konstruksi
bangunan masjid dan tempat parkir untuk tapak itu. Penatatan arsitektural
masjid yang sekarang ini berdiri dirancang secara eksklusif oleh Renda.
Tahap perancangan arsitektur ditenderkan kepada berbagai firma
arsitektur. Perusahaan dimana Renda bekerja mengajukan penawaran harga
tinggi. Renda menyarankan agar kami memilih tawaran harga terendah
yang diajukan oleh perusahaan yang lain. Walaupun begitu Renda tetap
membantu perusahaan yang terpilih. Detail-detail arsitektur masjid
digambarnya sendiri. Pernah beberapa kali kami berdua harus mengikuti
rapat yang begitu lama dan melelahkan, tetapi Renda tidak pernah
mengeluhkan hal ini. Rasanya, masjid ini tak kan kunjung terselesaikan
pembangunannya tanpa bantuan profesional yang Renda berikan.
Kehidupan pribadinya juga sangat unik. Ia berkunjung ke Turki
untuk menikah. Renda tidak meminta bantuan orangtuanya agar
37
mencarikan calon istri dari keluarga kaya, tetapi ia memilih sendiri seorang
gadis dari keluarga biasa. Renda mengetahui bahwa si gadis yang
dipinangnya itu tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang Islam,
namun ia begitu yakin dan berketetapan hati untuk membimbing dan
mengajarkan Islam kepada gadis pilihannya itu. Ia berpendapat bahwa
Rasulullah Muhammad SAW dan juga para nabi yang lain telah disuruh
oleh Allah SWT untuk terlebih dahulu menyerukan dan mengajarkan Islam
kepada anggota keluarganya yang terdekat dan terkasih. Dan Renda tidak
hanya mengajarkan melainkan juga tampil sebagai teladan yang baik bagi
istrinya. Atas pertolongan Allah SWT, dengan cepat istri Renda
menguasaipengetahuan tentang Islam. Berdua, mereka mencinta jalan
hidup Islami. Pernikahan mereka diberkahi Allah SWT dengan dua orang
anak perempuan.
Renda tak ingin langkah dakwah Islamnya berhenti sampai disitu
saja. Ia hendak lebih berperan serta dalam kegiatan-kegiatan Islam dengan
dukungan penuh dari sang istri. Kala itu, peperangan di Bosnia sedang
hebat-hebatnya. Banyak kaum Muslim disiksa dan dibunuh setiap hari.
Banyak pemuda Muslim dari berbagai negara yang datang ke Bosnia untuk
menolong saudara-saudaranya sesama Muslim. Renda tak bisa tinggal
diam dan memutuskan untuk berangkat juga ke sana. Ia tinggalkan Istri
dan anak-anaknya yang masih kecil di kota Anarbor. Ia menunjuk seorang
wali bagi keluarganya, dari antara para Mahasiswa Muslim asal Turki. Ia
menelepon saya untuk mengucap Salam dan memberitahukan perihal
pengaturan yang telah ia tetapkan untuk keluarganya. Renda bersifat
berkepala dingin, percaya diri, dan teguh pendirian atas sesuatu yang sudah
menjadi keputusannya. Ia mempunyai tujuan khusus, yakni menolong
anak-anak yatim Bosnia. Beberapa waktu berselang setelah
keberangkatannya, kami mendapat berita bahwa Allah menghendaki Renda
menjadi Syuhada di Bosnia.
Masyarakat Muslim Anarbor sangat bangga pada Renda dan
keluarganya. Mereka segera membentuk badan amanat dan menggalang
dana. Dana ini ditujukan untuk bekal pendidikan anak-anak Renda kelak
ketika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi.
Istri Renda pun begitu mulia. Ia berkembang semakin Islami sejalan
dengan pemahaman dan hafalan Al-Qur�an dan Hadits yang kian hari
bertambah banyak. Anak-anak Renda tumbuh sebagai anak-anak pintar
sebagaimana almarhum Renda. Istri Renda mendidik anak-anak mereka
untuk tumbuh dengan dasar keIslaman yang sangat baik.
Kami juga diberitahu bahwa Ayahanda dan Ibunda Renda di Turki
pun bangga menjadi orang tua sorang Syuhada. Demikian juga kaum
Muslim jama�ah Masjid Tauhid Farmington Hills, Michigan, bersyukur
38
kepada Allah SWT bahwa masjid mereka telah dirancang oleh seorang
Syuhada. Semoga Allah membalasnya dengan tempat yang megah didalam
Surga Firdaus. Amiin.
______________________________
Pengantar Khusus
Bab ini merupakan pengantar khusus untuk bagian ke-dua dari buku
ini.
Para agamawan Non-Muslim yang berfikiran terbuka bahkan
mengakui terdapat banyak prasangka yang diciptakan dan dilestarikan
untuk menghadapi pengajaran Agama Islam. Ini terjadi hingga pada tingkat
yang mampu membuat mental seseorang tidak dapat berfikir secara
obyektif atas pengajaran Islam. Namun dengan menyingkirkan segala
prasangka yang ada dalam benaknya, seseorang yang berupaya
menemukan kebenaran akan tetap sampai kepada tujuannya yang mulia.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur�an yang artinya:
[ ???????�S?<v?� ???v ?�/?� T???�? &�? ???S�?S? (�S???? � ?�??? ??v �? ?~?? ?�?S�??? � ? �???v? ?�? ]
�Dan bagi orang-orang yang bersungguh-sunguh berjuang untuk
(berjihad, mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan
kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta para
muhsinin (orang-orang yang berbuat baik).� [Al Ankabut :69].
Sungguhpun demikian, orang-orang ini tidak menampakkan kesombongan
ketika telah mencapai keberhasilan menemukan jalan-Nya. Mereka itu
rendah hati (tawadlu�) sebagaimana juga disinggung dalam Al-Quran:
[ ?S/?� ?� �? ??? ?�S (???� :��???v �??�? �??? ??v �T???? �?? �??? ??v �? ??? ?�S ????v? ?� ????? ?v S�??�<v?� ?�?S?v�? ?? ]
�� Mereka berkata, �Segala puji syukur bagi Allah, yang telah
menunjukkan (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat
petunjuk jika Allah tidak memberi kami petunjuk. �� [Al A'araf : 43)
Hal kedua yang muncul dalam benak saya adalah bahwa, selalu saja
ada kekuatan-kekuatan yang secara aktif mencoba membelokkan
kebenaran. Hal ini telah berlangsung sejak lama sekali. Kekuatan itu
muncul dengan metoda-metoda baru setiap masa. Namun demikian, Selalu
saja Rencana Allah-lah yang lebih unggul, sebagaimana disebutkan dalam
ayat Al-Qur�an berikut ini:
[ ? �=? ?|??? ?<v?� S/???a S?�?�S/?�? ?S/?� ?� S=????� ???S=????� ?]
39
�� Mereka memikirkan tipu-daya dan Allah menggagalkan tipudaya
mereka itu. Dan Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu-daya.� [Al
Anfal :30]
Seorang sastrawan Urdu bertutur indah, �Allah telah meletakkan
kelenturan dalam sifat Al-Islam. Semakin keras kamu berusaha
merusaknya, semakin cepat Islam kembali kebentuk aslinya.�
Kebenaran tersebar luas melalui lompatan dan pantulan. Di setiap
pelosok dunia, banyak individu dan keluarga yang kemudian memeluk
Islam. Buku ini ini memuat beberapa contoh individu-individu tersebut.
Dari kisah-kisah mereka nampak jelas sekali bahwa memaksakan orang
lain untuk menerima Islam tidaklah diperkenankan. Melalui pengetahuan
dan apresiasi adalah tiket untuk mencapai keberhasilan di dunia ini
maupun di kehidupan mendatang (Akhirat).
Contoh-contoh dalam buku ini tidak hanya memperkuat bukti
kebenaran, tetapi juga menjelaskan rintangan-rintangan yang harus dilalui
untuk mencapai tujuan. Kekuatan penghalang seperti, bisikan-bisikan
Syeitan, keterikatan sosial budaya, dan kemarahan yang nampak di wajah
teman-teman dan saudara-saudara membuat hidup terasa penuh derita.
Namun, cita rasa manisnya kebenaran mengungguli kekuatan-kekuatan
lain itu. Sang Mualaf telah mencapai kedamaian dan hidup harmonis, yang
terpancar pada wajah, perbuatan, dan sikap dalam menghadapi kehidupan
sehari-sehari.
Kisah-kisah selanjutnya adalah hasil dari wawancara pribadi saya
dengan masing-masing individu mualaf itu di Madinah Al-Munawarrah
beberapa tahun terakhir. Setelah perjumpaan saya dengan individuindividu
ini, betapa saya sangat menghormati bulatnya keyakinan mereka
terhadap Islam. Mereka adalah inspirasi yang amat besar bagi diri saya,
dan tak dapat diragukan lagi, merekalah yang berperan sebagai cahaya
hidayah bagi kemanusiaan.
Imtiaz Ahmad
Madinah Al-Munawarrah
Juni 2002
40
Cahaya Hidayah Menerangi Akal yang Terbuka
DONALD FLOOD
Masing-masing budaya mengandung kekuatan dan kelemahannya
sendiri. Sebagaimana kita ketahui kehidupan orang Amerika begitu banyak
diwarnai kemerdekaan perorangan. Begitu banyaknya kemerdekaan atau
kebebasan itu sehingga para orangtua �memberikan tali yang panjang� bagi
anak-anak mereka. Pada umumnya mereka tidak mencampuri urusan
keagamaan dan pencarian jati diri anak-anak mereka. Dalam keadaan
demikian itu, terjadi kecenderungan saling menerima dan menghormati
kegiatan pribadi masing-masing antara orangtua dan anak. Don (begitu
Donald biasa dipanggil) adalah satu dari produk rumah-tangga liberal
semacam itu. Berikut ini kisah hidupnya yang diceritakan kepada saya:
Latar Belakang Keagamaan
Saya (Don) berlatar-belakang beragama sebagaimana tipikal orangorang
Amerika. Dahulu saya seorang Kristen dan sewaktu saya sedang
tumbuh dewasa, kadang kala saya mengikuti kebaktian gereja bersama
keluarga. Nampaknya hal terpenting dalam ajaran Kristiani adalah
moralitas. Sedikitnya pengetahuan Kristiani yang saya miliki maupun saya
jalani telah membantu akal pikiran saya untuk selalu bersikap terbuka
terhadap berbagai agama dan budaya yang lain.
Pengalaman dengan Budaya Baru
Kehidupan orang Amerika begitu banyak berpindah. Ayah saya pun
berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sehubungan dengan
pekerjaan profesionalnya. Kebetulan, kami berkesempatan untuk tinggal
beberapa bulan di Amerika Latin, waktu itu saya pelajar sekolah
menengah. Disitulah saya berhadapan dengan budaya dan bahasa baru.
Saya menjadi paham sepenuhnya bahwa ada banyak gaya hidup di dunia
ini, bukan hanya gaya hidup Amerika saja. Pengalaman ini memperluas
akal pikiran dan cakrawala pandangan saya. Oleh karenanya, waktu itu
saya menjadi begitu penasaran untuk mengetahui lebih banyak lagi perihal
berbagai budaya dan bahasa. Setelah itu saya mengikuti keluarga kembali
lagi ke Amerika dan saya menyelesaikan sekolah menengah di Indiana.
Selanjutnya saya masuk Universitas Texas di El Paso, yang terletak di
perbatasan Texas dengan Mexico. Saya memilih jurusan Administrasi
Bisnis.
Perjalanan Kemah Wisata
Setelah menempuh kuliah beberapa tahun, saya sadari bahwa jurusan
yang saya pilih tidak sesuai dengan diri saya. Saya rasakan bahwa saya
butuh sesuatu yang lebih menarik dan behubungan dengan kebudayaan.
Pada waktu itulah saya diundang seorang teman untuk ikut dengannya
41
dalam acara perjalanan kemah wisata selama tiga bulan ke seluruh
Amerika Serikat dan Canada bagian Barat. Saya terima ajakannya dengan
senang hati karena saya tahu bahwa pengalaman di alam yang begitu
memesona akan menjadi sebuah pengaturan yang sesuai untuk cerminan
tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran pribadi. Sebagai hasil dari pengalaman
ini, saya tidak memperoleh keputusan apapun perihal perburuan akademis
yang saya jalani, namun saya sampai pada kesadaran bahwa dunia ini tidak
tercipta begitu saja secara kebetulan, dan bahwa jelas nampak adanya
tanda-tanda keajaiban alam yang menunjuk kearah Sang Pencipta. Namun
saya tidak yakin bagaimana caranya menyembah atau menghargai Sang
Pencipta kita itu.
Sampailah pada satu hari ketika saya sedang berjemur, tiba-tiba saja
terpikir bahwa saya dapat menggabungkan ketertarikan saya dalam bidang
bisnis dan budaya dengan jalan mengambil jurusan Studi Amerika Latin.
Maka saya kembali ke universitas di awal tahun akademis berikutnya dan
berpindah ke jurusan ini.
Aktivitas Sosial
Setelah kembali ke perkuliahan, teman saya yang Hindu dan
temannya yang berasal dari Saudi mengajak saya ke acara ramah-tamah
yang diselenggarakan oleh sebuah gereja, karena didalamnya terdapat juga
kegiatan olah-raga dan hidangan makanan rumahan. Sebagai mahasiswa
hidangan makanan rumahan adalah kesempatan yang selalu tidak
dilewatkan setiap kali diadakan. Hidangan santap malam begitu mewah.
Namun sesuatu yang tak kami harapkan terjadi di penghujung malam.
Pemimpin gereja mulai menyanyikan lagu yang tertulis di papan tulis
dalam huruf Ibrani. Ia pun meminta kami yang hadir untuk mengulang apa
yang dilantunkannya. Kami melihat teman kami dari Saudi, Abu Hussein,
segera berdiri dan mengajak kami meninggalkan acara ramah-tamah itu
bersamanya. Penerima tamu berusaha membujuk kami agar tetap tinggal,
tetapi kami bergegas pergi meninggalkan gereja. Ironisnya, kejadian itu
menumbuhkan persahabatan lebih dekat diantara kami. Beberapa minggu
kemudian Abu Hussein dan saya memutuskan untuk menyewa rumah
bersama, ikut juga dengan kami seorang mahasiswa asal Kuwait dan
seorang lagi dari Iran.
Tinggal bersama teman-teman baru ini membuat saya lebih dekat
berinteraksi dengan budaya mereka. Saya menyukai makanan mereka dan
mencoba untuk menghidangkan beberapa menu mereka. Saya perhatikan,
teman-teman serumah saya itu seringkali lebih suka makan dengan tangan
kanan mereka tanpa menggunakan perangkat makan �sendok-garpu�.
Mereka juga lebih suka duduk dilantai sewaktu makan daripada di meja
makan. Yang saya heran dan tidak mengerti ketika itu adalah, mengapa
mereka selalu membawa air sekendi ke kamar mandi untuk membasuh diri.
42
Saya juga memperhatikan mereka melayani tamu-tamu mereka dengan
keramah-tamahan yang tiada tara. Selain kagum atas perilaku mereka, saya
juga terkesan dengan tingkat percaya-diri mereka yang begitu besar, yang
nampaknya adalah buah dari semacam kepastian yang begitu khas atas
pengetahuan tentang apa yang sedang mereka lakukan dan kemana arah
langkah yang mereka tuju dalam hidup ini. Belakang baru saya mengetahui
bahwa tata-cara dan perilaku mereka itu adalah hasil dari pendidikan
Islami yang mereka telah dapatkan dan bukannya karena adat istiadat
budaya kebangsaan mereka.
Dengan mengalami sendiri sebagian budaya Amerika Latin dan
Arab, saya mengamati adanya banyak kesamaan yang begitu nyata. Lebih
jauh lagi apa yang menjadi hasil pengamatan saya ini mendapat
pembenaran dari Studi Amerika Latin yang saya tekuni. Kesamaankesamaan
yang saya temukan itu merupakan pengaruh dari peradaban
Islam selama 800-an tahun di Spanyol dan Eropa Tengah. Jadi, melalui
keterkaitan sejarah dengan masyarakat Arab lah beberapa praktek-praktek
kehidupan islami berlanjut sebagai bagian dari budaya Amerika Latin
hingga kini.
Perjalanan Lintas Samudra
Setelah wisuda, teman-teman saya serumah kembali ke negara
mereka masing-masing. Saya tetap berhubungan akrab dengan Abu
Hussein. Setahun setelah kami diwisuda, ia mengundang saya berkunjung
ke Saudi Arabia selama dua minggu. Saya terima undangannya dan saya
pun melakukan perjalanan ke Saudi Arabia, disini saya diterima dengan
perlakuan laksana seorang raja. Hampir seluruh waktu di Saudi saya
nikmati di pedesaan yang berjarak tempuh beberapa jam ke arah selatan
kota Riyadh. Saya berhadapan dengan gaya hidup yang begitu jauh
berbeda. Saya tidur di alam terbuka diatas karpet merah yang besar dan
indah, dibawah naungan bintang-bintang yang bertaburan. Abu Hussein
menyembelih beberapa ekor domba dan mengundang semua penduduk
desa untuk menghadiri jamuan makan. Belum pernah saya alami selama
hidup saya mendapat perhatian semacam ini, dimana diantara kami saling
menghargai/menghormati satu sama lain. Di satu petang seusai jamuan
makan, kami pergi ke gurun untuk melihat-lihat ternak onta milik mereka.
Salah seorang anak lelaki memerah susu onta dan menawari saya untuk
mencicipi susu onta segar itu. Setelah minum beberapa teguk, saya katakan
bahwa susu onta segar ini sangat lezat. Kemudian Ayah Abu Hussein
berkata kepada saya, �Jika kamu menjadi seorang Muslim, saya hadiahkan
kepadamu sepuluh ekor onta.� Dengan sigap saya menanggapinya, �Jika
kamu menjadi seorang Kristen saya hadiahi kamu sepuluh ekor onta.�
Setelah mereguk pengalaman singkat hidup di gurun Saudi Arabia, saya
pun kembali pulang ke Amerika.
43
Mendapat Karir Baru
Setelah bekerja selama dua tahun sebagai tenaga pemasaran di
sebuah perusahaan penerbitan di Amerika, saya mendapat pekerjaan baru
sebagai pengajar bahasa Inggris di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saya
sungguh-sungguh menikmati pekerjaan ini. Saya pun memutuskan bahwa
mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa ke-dua menjadi karir saya
untuk seterusnya. Lebih dari itu, dua tahun pengalaman kerja saya telah
lebih membuka diri saya terhadap budaya Arab. Sebagaimana dengan
teman-teman serumah yang Muslim semasa kuliah dulu, di Abu Dhabi
saya pun mendapati orang-orang di negeri ini sangat baik budi pekertinya,
percaya diri, dan sangat sosial. Namun entah mengapa, waktu itu saya
dihinggapi kerinduan pulang ke kampung halaman di Amerika.
Pengalaman di Las Vegas
Tak lama setiba saya kembali ke Amerika, saya pergi ke Las Vegas,
Nevada dimana banyak imigran asing yang hampir semuanya bekerja di
arena judi (casino). Saya pasang iklan di surat-kabar menawarkan
pengajaran bahasa Inggris untuk orang-orang asing. Pucuk dicinta ulam
tiba, Dengan cepat saya mendapat beberapa orang murid. Saya memberi
pelajaran di ruang dapur menggunakan papan tulis kecil yang saya
gantungkan ke dinding. Waktu itulah baru saya ketahui ternyata Las Vegas
tidak mempunyai lembaga pengajaran bahasa Inggris. Maka, saya beserta
rekan-rekan pun mendirikan sebuah tempat belajar di jantung kota. Bisnis
kami pun berkembang baik. Namun di senggangnya waktu, saya ikutikutan
menjalani beberapa kegiatan maksiat Las Vegas. Gaya hidup
sedemikian ini membuat saya muak terhadap diri sendiri. Saya pun segera
merasa lelah dengan semua keburukan sosial di masyarakat Las Vegas.
Hidup nampak tanpa makna dan penuh kerancuan. Saya menginginkan lagi
adanya perubahan, maka saya mengirimkan resume (daftar pengalaman
kerja) saya melalui fax kepada Abu hussein agar ia dapat membantu
mencarikan pekerjaan untuk saya di Saudi Arabia. Betapa kagetnya saya,
ketika kemudian saya memperoleh tawaran pekerjaan sebagai pengajar
bahasa Inggris untuk karyawan di sebuah perusahaan petrokimia di Jubail.
Sebulan kemudian saya pun telah berada disana.
Taubat
Saya berangkat ke Jubail berbekal buku dari berbagai topik. Suatu
hari, saya sedang membaca sebuah buku filsafat. Didalam buku itu terdapat
anjuran untuk melakukan taubat yang setulusnya kepada Tuhan. Saya
belum pernah menyatakan taubat sepanjang hayat. Mulailah saya
berproses, mengingat-ingat orang-orang yang saya pernah bebuat
kesalahan kepada mereka dan juga kesalahan-kesalahan yang pernah saya
lakukan terhadap diri saya sendiri. Kemudian saya bertaubat dan memohon
yang terbaik. Selang tidak beberapa lama, terbersit dalam pikiran saya
44
bahwa Tuhan telah menerima taubat saya. Pertanda yang jelas dari
diterima-Nya taubat saya itu adalah bahwa Tuhan memberikan orangorang
spesial dalam kehidupan saya dan mengijinkan terjadinya keadaan
tertentu yang menuntun saya kearah jalan yang benar. Saya akan berbagi
beberapa keadaan yang saya lalui itu dengan para pembaca.
Makna Kemerdekaan/Kebebasan
Waktu itu saya sedang bersama-sama Abu Hussein. Ia juga sedang
menerima tamu seorang teman. Saya katakan kepada mereka bahwa saya
dahulu lebih banyak memiliki kebebasan di Amerika dibandingkan dengan
yang saya dapatkan di negara mereka. Sang tamu mengatakan, �Hal itu
tergantung pada pengertian anda perihal kebebasan. Di dunia anda, tak
peduli seberapa baiknya pengajaran moral/akhlak telah diberikan oleh
para orang tua kepada anak-anak mereka didalam rumah tangga, begitu
anak-anak keluar dari lingkup rumah-tangga, mereka menjumpai hal-hal
di masyarakat bertolak belakang dengan ajaran moral yang mereka
terima. Disisi lain, di sebagian besar masyarakat Muslim, ajaran moral
yang diberikan kepada anak-anak di setiap rumah-tangga sangatlah
bersesuaian dengan apa yang mereka jumpai di tempat yang jauh dari
rumah-tangga mereka. Nah, kalau demikian siapakah yang sesungguhnya
merasakan bebas-merdeka?�
Suka atau tidak, saya cenderung menyetujui interpretasinya perihal
kebebasan/kemerdekaan dalam hal dimana immoralitas (ketiadaan/
rendahnya akhlak) cenderung menjadi kelaziman dalam masyarakat yang
terlalu liberal (bebas). Dalam hal ini, terlalu banyak kebebasan bukannya
berakibat positif, bahkan seringkali berubah menjadi aspek negatif. Dari
analogi yang ia kemukakan, saya pun memahami bahwa pedoman Islami
dan larangan-larangan yang memiliki sanksi dalam hal perilaku manusia di
masyarakat Muslim bukanlah dimaksudkan untuk mempersempit
kebebasan manusia, malahan bertujuan mempertegas makna dan martabat
kebebasan/ kemerdekaan manusia itu sendiri.
Permainan Rolet
Peluang saya selanjutnya untuk belajar perihal Islam muncul ketika
saya diundang untuk duduk bersama dalam jamuan makan dengan
sekelompok Muslim. Setelah saya ceritakan kepada mereka bahwa saya
pernah bermukim di Las Vegas, Nevada, sebelum datang ke Timur
Tengah, seorang Muslim asal Amerika menasehati saya, �Anda harus
meyakinkan diri anda untuk kelak mati sebagai Muslim yang baik� Saya
pun segera balik bertanya apa maksud perkataannya itu. Iapun menjawab,
�Jika anda mati sebagai Non-Muslim, ibaratnya anda bermain rolet anda
pertaruhkan seluruh kepingan taruhan (seluruh hidup anda, termasuk
amal perbuatan dan keimanan anda yang tertentu kepada Tuhan) hanya
pada satu nomor, sambil berharap bahwa atas pertolongan Tuhan anda
45
akan masuk Surga ketika Hari Pembalasan tiba. Sebaliknya, jika anda
mati sebagai Muslim yang baik, ibarat anda pertaruhkan kepingan
taruhan anda tersebar merata di seluruh papan taruhan rolet sehingga
anda bertaruh disetiap nomor. Dengan cara demikian di nomor berapapun
bola rolet berhenti anda selamat. Dengan kata lain hidup dan mati sebagai
Muslim yang baik adalah jaminan terbaik agar anda tidak menuju neraka,
dan dalam waktu yang bersamaan, anda telah berinvestasi untuk menuju
surga.� Sebagai mantan warga Las Vegas, saya bisa langsung
mengkaitkan perumpamaan yang ia gambarkan dengan permainan rolet.
Sampai disini, saya menyadari bahwa tugas seluruh manusia adalah
untuk menemukan kebenaran dalam hidup ini dan bukannya secara
membuta (begitu saja) menerima agama yang diikuti oleh lingkungannya
ataupun orangtuanya. Saya juga berketetapan bahwa saya tak akan sampai
pada kebenaran sebelum saya membangun hubungan dengan Tuhan. Atas
dasar pemikiran ini, saya memutuskan untuk memusatkan pikiran saya
pada agama-agama yang didasari wahyu yang jelas yang dibawa oleh para
nabi dan rasul tertentu. Maka saya memilih untuk melanjutkan pencarian
saya terhadap kebenaran didalam lingkup Yahudi-Kristiani dan Islam.
Walaupun saya tumbuh sebagai seorang Kristen, pikiran saya telah
dipenuhi tanda tanya/kerancuan perihal ajaran Kristiani. Saya telah merasa
seperti berada dalam agama yang penuh misteri jauh dari pemahaman akal.
Saya yakin, karena alasan inilah maka secara nama saja saya Kristen tetapi
tidak dalam prakteknya. Masih ada lagi, saya pun sadar bahwa kerancuan
saya terhadap keyakinan Kristen menyebabkan diri saya dalam keadaan
tak-beragama. Walaupun demikian, sementara saya sedang mencari
kebenaran, saya juga berkesempatan untuk secara tulus mengkaji ulang
keyakinan yang diturunkan dari orangtua saya, namun ini tidak pernah
mengganggu proses kajian dan evaluasi yang saya lakukan.
Bukan Piknik Sembarang Piknik
Beberapa Muslim di Jubail merancang piknik khusus untuk Non-
Muslim. Setelah memainkan beberapa permainan, kami menyantap jamuan
makan yang lezat. Sebagai acara penutup, kami menyimak kajian singkat
tentang Islam. Betapa terkejutnya saya mengetahui bahwa umat Muslim
beriman kepada semua nabi dan seluruh wahyu-wahyu (kitab-kitab) Allah
yang masih orisinal. Terlebih lagi saya menjadi mengerti bahwa Al-Qur�an
adalah wahyu (Kitab) terakhir yang diturunkan demi kehidupan manusia
dan Muhammad SAW sebagai penerima wahyu terakhir (Al-Qur�an)
adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir. Sebagai Penutup para Nabi dan
Rasul, beliau telah memberikan keteladanan terbaik bagi semua orang,
untuk dijadikan sebagai panutan/ikutan.
Seusai piknik, mereka memberikan beberapa buklet perihal
komparasi agama-agama. Satu dari buklet itu berisi dialog antara seorang
46
Muslim dengan seorang Kristen. Kesimpulan-kesimpulan berikut adalah
jelas sekali sebagai hasil penelaahan dari buklet ini.
a) Persaingan sejati dalam kehidupan ini adalah berlomba-lomba satu
sama lain untuk berbuat kebajikan dalam rangka menyenangkan Sang
Maha Pencipta, bukan persaingan untuk berburu untuk menambah
kekayaan dan ketenaran diri.
b) Neraka itu dikelilingi oleh gairah nafsu/syahwat. Sedang nafsu itu
tak lain hanyalah menggiring anda kepada gemuruh api neraka yang
berkobar-kobar. Adapun sebaliknya, surga itu dikepung oleh tantangantantangan
yang mana jika anda melihat jauh melampaui tantangan itu maka
anda akan mendapati surga.
c) Saya temukan adanya larangan didalam kitab Bibel adanya
peringatan keras yang melarang penambahan ataupun pengurangan ayat
dalam pengajaran agama, yang mana hal ini jelas-jelas terjadi (Lihat
Jeremiah 8:8-9; Wahyu 22:18-19). Hal ini juga di firmankan kembali oleh
Tuhan didalam Al-Qur�an:
�?_ ????� -???? � ?�?S=�?p ?~?v ?�?/?� ?�??� ?( ?? �???? S ???v?S?? � T�?� (�??�?�??�??�?� �� ??�??<v?� ??S?�S�<?� ? �????? ??v �???�? ? ? ]
[ ??S�?? �� �?( ? � ]
[ ?=�?�? ??p?? T??S{ ????� ?� ??? ???� ?:�? ??v =( ???p ??�?�? �? ?/ ?S?? �? ??v (�???????� :�? ???? �/ ??S?v?S?? �
"�Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi (Muhammad
SAW) dan orang-orang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka
memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka
mengatakan, �Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami
dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu.� (At Tahrim:8)
Demikiahlah kisah Yahya, ia suka melakukan dialog yang bersifat
membangun untuk berbagi pengalaman dan temuan/pengamatannya. Ia
dapat dihubungi melalui alamat e-mail berikut:
dflood58_2000@yahoo.com
_____________________________________
Cahaya Hidayah Terbit Kala Seorang Muslim Menyebut Nama Yesus �
JOE PAUL ECHON
Banyak orang yang datang ke Saudi Arabia terutama karena alasan
mencari nafkah. Namun ada juga hal lain yang kemudian muncul dalam
diri mereka. Salah seorang yang mengalami hal ini adalah Joe Paul Echon.
Kisah dirinya penuh dengan perbenturan kultural dan spiritual, serta
langkah demi langkah ia mendapatkan jalan keluarnya. Kecerdasan, kerja
53
keras, dan ketulusan maksud, selalu membawa pada keberhasilan yang
membahagiakan. Jalan menuju sukses sangatlah panjang. Semakin keras
berusaha menghasilkan keyakinan yang kokoh dan kesuksesan yang tahan
lama. Pencarian yang sungguh-sungguh dan pengetahuan yang mantap
memberikan hasil yang mantap pula. Melakukan sesuatu dengan
pengabaian dan sekedar coba-coba menyebabkan rapuhnya landasan kerja.
Sebenarnya, menuntut ilmu dengan akal pikiran yang terbuka berarti telah
memenangkan setengah dari perjuangan hidup. Setengahnya lagi
dimenangkan melalui keberanian dan komitmen yang jujur terhadap
panggilan kesadaran nurani.
Joe adalah bagian dari keluarga yang amat taat beragama. Ia giat
dalam kegiatan-kegiatan gereja sejak masa kecil dan selalu bangga dengan
apa yang dilakukannya. Berikut in ceritanya perihal didikan dan latar
belakang kristianinya.
Latar Belakang Kristiani
Saya terlahir dalam keluarga Katolik Roma yang sangat rajin hadir
ke gereja. Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar, saya menjadi
sukarelawan kanak-kanak yang bertugas membersihkan kapel. Saya pun
menjadi asisten pastor dalam komini. Setelah saya duduk di sekolah
menengah, saya bergabung dalam kelompok paduan suara gereja sebagai
pemain gitar, kadang juga bermain piano. Saya aktif di Legiun Maria,
sebuah kelompok diskusi yang membahas bagaimana mencintai dan
memuja Maria. Kami memiliki bermacam-macam sosok Maria;
diantaranya, Perawan Maria, Maria Magdalena, Maria Immaculata, dll.
Dalam pertemuan ibadah, pastor membaca Kitab Bibel sementara kami
menyimak yang dibacanya. Dalam hati, saya selalu bertanya-tanya
mengapa kami tidak diperkenankan ikut serta membaca Kitab.
Perubahan Besar yang Pertama Dalam Hidup
Setelah menjadi mahasiswa, terjadi perubahan besar pada diri saya
dalam kehidupan beragama. Salah seorang teman kuliah mengundang saya
untuk datang ke kelompok non-sektarian (tanpa sekte) untuk melihat
kegiatan mereka. Sulit bagi saya untuk mengerti apa yang mereka lakukan
dan mereka sampaikan. Di gereja saya, pastor memegang Kitab Bibel dan
membacakan isinya untuk kami. Di kelompok yang kemudian saya ketahui
sebagai aliran Protestan ini, masing-masing orang memegang Bibel dan
membacanya. Saya terheran-heran bahwa didalam Bibel berulang-kali
ditegaskan larangan memuja patung atau lambang (idol). Ini merupakan
pelajaran besar untuk saya. Maka sayapun beralih dari pemeluk Katolik
Roma menjadi penganut Kristen Protestan demi menhindari pemujaan
terhadap patung atau lambang apapun. Jadilah saya seorang yang pertama
beragama Kristen Protestan dalam keluarga saya. Keluarga saya pun mulai
54
mengkaji ajaran Protestan dan akhirnya mereka juga menjadi pengikut
ajaran ini. Kami sangat giat ke gereja. Saya juga memulai pelatihan formal
sebagai penyampai Bibel. Dengan demikian saya memperoleh pengetahuan
yang lengkap soal Bibel dan saya bagaikan seorang pastor kecil atau
pendeta.
Gambaran Muslim di Filipina
Saya sedikitpun tidak memiliki pengetahuan soal Islam. Sewaktu
masa sekolah saya tidak mengenali adanya anak-anak Muslim, mungkin
saja karena mereka tidak mempraktekkan Islam meskipun beragama Islam,
sehingga tidak dapat dibedakan dengan yang lain. Saya memiliki beberapa
guru Muslim sewaktu kuliah, tetapi begitulah, mereka hanya Islam sekedar
nama. Saya tidak peduli dengan keberadaan Muslim sebab gambaran yang
saya peroleh dari media adalah gambaran buruk tentang mereka. Misalnya,
�mereka itu teroris�. Jika seorang Muslim kedapatan terlibat kejahatan,
media massa biasanya menyalahkan seluruh umat Muslim. Kami dipesan
agar jangan melintas didepan sekelompok Muslim karena bisa-bisa kami
akan dibunuh. Kami juga disarankan untuk tidak berhubungan dengan
orang-orang Muslim karena mereka adalah orang-orang jahat. Harus saya
tambahkan disini, bahwa para pendeta dan para pastor yang kami kenal,
tidak pernah mengatakan apapun tentang Muslim sebab mereka selalu
disibukkan dengan melontarkan kritikan sekte-sekte Kristiani yang lain.
Pengalaman Kerja Saya
Setelah saya menyelesaikan pendidikan Stata-1 dibidang Rekayasa
Komputer (Computer Engineering), saya bekerja pada perusahaan
komputer �Intel�� di Filipina. Kami memproduksi mikro-prosesor untuk
perangkat keras komputer. Setelah sebulan bekerja, saya pindah ke
perusahaan komputer yang lain dimana sebagian besar teman kuliah saya
bekerja. Hal ini memberi peluang saya dalam perkembangan profesional
dan pengalaman yang berharga. Setelah lima tahun bekerja, saya
memutuskan berwira-usaha dengan mendirikan perusahaan di bidang
komputer bekerjasama dengan beberapa orang. Sayangnya, perusahaan ini
gagal akibat ketidak-efisienan pengelolaan. Saya adalah orang yang
pertama mengundurkan diri dari usaha ini.
Mencari Pekerjaan Baru
Seorang kawan mengajak saya mencoba mencari lowongan kerja di
Saudi Arabia demi untuk mendapat tambahan modal. Setelah beberapa
tahun bekerja disana, tentu kami sudah dapat menjalankan usaha sendiri.
Maka kami menghubungi agen penyalur tenaga kerja. Agen ini memiliki
lowongan kerja untuk beberapa sarjana teknik komputer yang dibutuhkan
oleh Bank Saudi Arabia, dan manajer bank tersebut sedang berada di
Manila untuk keperluan perekrutan. Singkatnya, setelah itu kami
diwawancarai. Kami diterima, namun gaji yang ditawarkan kurang
55
menggiurkan. Saya pun mundur. Agen itu tetap menghubungi saya
berulang-ulang. Akhirnya teman saya mendesak agar saya menyertainya
dalam petualangan ini. Jadilah saya terima tawaran kerja ini demi
menunjukkan rasa hormat kepada teman, berangkatlah kami berdua ke
Saudi Arabia.
Kesan Pertama Saya Terhadap Saudi Arabia
Saya tidak mengenal bahasa dan huruf Arab dan saya tidak
menyukainya karena saya pikir tak ada manfaatnya untuk urusan dunia.
Lagi pula saya tidak ingin belajar bahasa Arab, toh rekan-rekan kerja saya
semuanya bisa berbahasa Inggris dengan baik. Pekerjaan saya yang baru
adalah pemeliharaan komputer dan jaringan komunikasi untuk sebuah bank
yang berlokasi di Saudi Arabia Bagian Timur. Saya tinggal bersama
kelompok orang-orang Filipina di sebuah apartemen. Kehidupan di Saudi
Arabia amat sangat berbeda, banyak sekali hambatan-hambatan sosial yang
berlaku juga bagi kami walaupun kami Non-Muslim. Jadilah saya merasa
tertekan dan rindu kampung halaman.
Suatu hari saya menyewa taksi di Dammam dan sepakat dengan
harga sewa limabelas Riyal. Pengemudi taksi itu berpakaian rapi dan
berjenggot panjang. Dalam perjalanan, ia berubah pikiran dan minta kami
membayar sewa lebih besar. Di akhir perjalanan, kembali lagi pengemudi
itu mendesak saya untuk membayar lebih. Ini jelas mengusik perasaan
saya. Saya melompat keluar dari taksi dan bertanya lantang kepadanya,
�Tidakkah kamu mengerjakan shalat lima waktu!?� Iapun segera
mengatakan, �Baiklah bayarlah limabelas Riyal saja. Saya membayarnya
dan iapun berlalu tanpa sepatah katapun. Saya mulai merenungkan
kejadian ini. Saya berkesimpulan, pengemudi itu tentulah berhati baik. Ini
adalah pengalaman pertama saya yang positif. Mulailah saya berpikir
bahwa pada dasarnya warga Saudi itu orang-orang yang baik. Seolah
lapisan perak yang tertutup awan kelam.
Hal positif lain pun saya alami. Kali ini berkenaan dengan makanan.
Saya tak pernah mencoba makanan khas Saudi. Sampailah suatu kali kami
berada di tempat yang jauh untuk menyelesaikan sebuah proyek. Kami
begitu lapar. Tak mungkin disitu kami mendapatkan makanan khas
Filipina. Saya pun menyantap kabsa (nasi ayam khas Saudi) untuk pertama
kalinya. Ternyata lezat rasanya. Setelah itu saya selalu mencari tempat
makan yang menyajikan kabsa. Dari sini bertambahlah cita rasa saya
terhadap makanan Saudi yang lain.
Sebuah Dialog Kritis
Penyelia kami di bank seorang Saudi bernama Abdullah Al-Amar. Ia
berbahasa Inggris dengan baik karena pernah mendapatkan pelatihan di
luar negeri. Ia juga seorang yang sangat senang bercakap-cakap. Ia
memulai berkisah kepada saya. Ketika ia sedang bercerita, terucap kata
56
Yesus (alaihi salam) dari mulutnya. Saya berkata kepadanya, �Hentikan,
berhentilah sampai disitu. Yesus adalah Tuhan saya. Bagaimana kamu bisa
mengenalnya?�
Itulah saat pertama saya mendengar kata Yesus dari seorang Muslim.
Ini mengejutkan saya. Dua tahun lamanya saya telah tinggal di Saudi
Arabia tak seorangpun pernah berbicara dengan saya perihal Yesus (AS).
Sejak masa kecil, saya beranggapan bahwa matahari adalah tuhannya
orang Muslim, sebab mereka mengerjakan sembahyang ketika matahari
terbenam dan ketika matahari sedang tinggi.
Abdullah berhenti sejenak. Selanjutnya ia dan saya bergantian
menyebutkan nama para Nabi yang lain; termasuk Nuh, Ibrahim, Musa,
dll. Ia berkata, �Mereka pun Nabi-nabi kami.� Saya mengenal nama-nama
Nabi itu dari Bibel. Setelah mendengarkan penuturan ini saya sadari bahwa
Yahudi, Kristen, dan Muslim tentulah memiliki keterkaitan tertentu.
Menyelidiki Islam
Semenjak itu, saya mulai menyelidiki Islam, agamanya Abdullah
mitra kerja saya. Saya pergi ke toko buku Jarir di Dammam untuk membeli
beberapa buku tentang Islam. Saya telusuri seluruh rak buku. Saya
terperanjat melihat begitu banyak buku yang bertajuk perbandingan agama,
termasuk juga disitu buku tentang ajaran Kristiani. Sebuah buku memiliki
judul yang sungguh mengagetkan saya. Judulnya adalah �Jesus, not God,
son of Mary� (Yesus, bukan Tuhan, anak Maryam). Saya membeli lima
judul buku tentang perbandingan agama dan kembali ke rumah untuk
mempelajari buku-buku itu. Buku-buku ini banyak memuat kutipan ayatayat
Bibel. Segera sesudah itu, saya bertanya kepada Abdullah, �Adakah
Pusat dakwah Islam di kota ini?� Ia menyebutkan sebuah alamat yang
kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya. Saya pun mendatangi tempat
itu untuk melihat-lihat dan mengamati. Nampaknya, tempat ini masih baru,
maka saya hanya singgah sebentar dan pulang kembali ke rumah. Banyak
warga Filipina yang bermukim di kota Al-Khobar yang terletak di Saudi
Arabia Wilayah Timur. Sekali waktu saya pernah pergi kesana untuk
sekedar berjalan-jalan dan saya mengetahui dari seorang Filipina bahwa di
Al-Khobar pun terdapat sebuah Pusat Islam (Islamic Center). Tempat ini
dapat saya temukan dengan mudah dan saya memutuskan untuk membeli
lagi beberapa buku, karena buku-buku yang terdahulu telah selesai saya
baca. Saya juga mendapati banyak buku perihal perbandingan agama di
Pusat Dakwah Islam yang saya inginkan. Para penerima tamu disana
menjelaskan bahwa buku-buku itu gratis untuk Non-Muslim dan Mualaf.
Ia berupaya memberikan buku-buku itu sebagai hadiah untuk saya, namun
saya mendesak membayar harga buku-buku itu. Mereka pun besedia
menerima uang pembayaran. Saya pergi meninggalkan tempat itu dengan
membawa buku-buku baru. Saya bergegas pulang ke rumah untuk
57
mencermati isi buku-buku itu. Saya sangat ingin menemukan pemelintiran
dan tipuan yang mereka mainkan dalam mengutip ayat-ayat Bibel didalam
buku-buku itu. Saya buka juga Kitab Bibel saya. Saya segera mencocokkan
kutipan yang pertama saya jumpai di buku itu terhadap Bibel. Sayapun
terperanjat, kutipan itu benar sama sekali. Sebelumnya saya curiga bahwa
kutipan itu adalah tipuan. Saya pun melanjutkan membandingkan kutipankutipan
berikutnya satu demi satu. Ternyata semuanya sama persis dengan
yang tertulis didalam Bibel. Muncullah teka-teki di benak saya. Masih saja
saya belum yakin dengan Islam. Namun, sekali lagi saya pergi
mengunjungi pusat dakwah itu. Seorang lelaki mengajak saya menyimak
rekaman video tentang Ahmad Deedat. Saya putuskan untuk bersikap
terbuka dalam menonton video itu. Saya katakan kepada diri saya sendiri
agar tidak mereka-reka prasangka. Video ini berisi rekaman diskusi antara
seorang Ulama Muslim dengan seorang agamawan Kristen. Tergambar
dengan jelas dalam rekaman itu sang agamawan telah gagal dalam
mempertahankan keyakinannya. Seusai menyimak rekaman itu, saya
bertanya pada diri sendiri, �jika seorang agamawan Kristen yang ternama
saja tak sanggup mempertahankan keyakinannya, bagaimana pula dengan
saya?� Saya hanyalah seorang penganut agama. Pada saat itu keyakinan
sayapun mulai runtuh. Seolah saya baru saja menelan kekalahan dalam
perempuran besar dan tidak tahu kemana harus berlari mencari bantuan
pertolongan.
Tidak Ada Paksaan Dalam Agama
Suatu hari saya bermain Dart (paser-sasaran) dengan seorang teman
asal Filipina yang kebetulan juga seorang Muslim. Ia bernama Radwan
Abdus Salam, satu-satunya Muslim Filipina yang saya kenal. Sambil
beristirahat di sudut ruangan, secara ringkas saya bertanya kepadanya
tentang Islam sementara teman-teman lain masih asyik bermain. Ia tidak
menjawab dengan penjelasan yang panjang lebar. Saya menemaninya
pulang ke rumahnya dan ia memberikan terjemahan Al-Qur�an dalam
bahasa Inggris kepada saya, juga beberapa brosur perbandingan agama.
Teman saya, Muslim Filipina itu, juga tidak berusaha membujuk saya agar
memeluk Islam. Begitu pula dengan orang-orang di Pusat Dakwah Islam,
tak satupun dari mereka yang pernah mencoba membujuk saya untuk
menukar keyakinan saya. Semua orang menyediakan informasi yang saya
butuhkan dan selanjutnya membiarkan saya memilih sesuai hati nurani dan
akal pikiran saya sendiri. Dengan cara demikian inilah saya merasa
nyaman berinteraksi dengan orang-orang Muslim. Kalau saja mereka
pernah memaksakan pengajaran Islam kepada saya, tentu saya telah
menjauhkan diri dari mereka. Namun demikian, saya juga heran mengapa
58
pada dua tahun pertama saya berada di negeri Islam, Saudi Arabia ini, tak
seorangpun pernah membicarakan Islam kepada saya.
Panggilan Kesadaran Hati Nurani
Setelah melalui pembelajaran dan penyelidikan secara luas, menjadi
jelaslah dalam akal pikiran saya mengenai tiga hal;
(a) Yesus bukan Tuhan
(b) Bibel bukanlah kitab suci dalam format aslinya. Telah terjadi
pengubahan, oleh karena itu maka banyak pertentangan didalamnya.
Sedangkan agama yang saya anut berdasarkan atas keterangan didalam
Bibel. Sayapun menjadi bimbang, jika kitab itu telah diubah-ubah,
bagaimana saya dapat meyakini bahwa ajaran agamanya benar? Jika saya
berusaha memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada, itupun akan
menjadi lebih rumit lagi dan malah membingungkan. Jadi, keyakinan
Kristiani hanyalah sebuah dogma; terima saja apa adanya tanpa berpikir
�Jika/seandainya� dan �Tetapi/Kalau begitu� perihal ajaran itu. Kerancuan
ini mengakibatkan sebuah tekanan dalam akal pikiran saya.
(c) Pernyataan �Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Tuhan
Yang Esa� sangatlah sederhana, gamblang dan sangat mudah dimengerti.
Inilah yang menghilangkan tekanan dalam benak saya dan membuat saya
merasa sebagai orang yang bebas merdeka. Rasa lapang dan nyaman ini
membuat saya dapat berulang kali �bercermin� pada kalimat itu. Kalimat
itu bergema didalam diri saya ketika sedang di kamar maupun pada waktu
perjalanan jarak jauh didalam mobil saya. Biasanya saya mendengarkan
berbagai macam kaset yang saya beli di Pusat Dakwah Islam sambil
berkendaraan. Paham Keesaan Tuhan kian waktu pun kian jelas bagi saya.
Sebuah kekuatan dari dalam diri saya berulang-kali membisikkan agar saya
segera mengambil keputusan menurut kesadaran hati nurani. Kebenaran
telah nampak begitu jelas dalam akal pikiran saya sehingga saya tidak
peduli lagi tentang apa yang bakal dilakukan oleh teman-teman dan
keluarga saya atas keputusan yang saya ambil. Hal yang ingin saya ketahui
hanyalah, bagaimana caranya menjadi seorang Muslim. Maka, pergilah
saya menuju Pusat Dakwah Islam Aqrabiyah yang berada di Al-Khobar
untuk menyatakan menerima Islam. Ketika saya memasuki gedung itu,
kuliah Islam sedang berlangsung di beberapa ruangan, masing-masing
dalam bahasa pengantar yang berlainan. Saya bergabung di ruangan
kelompok Filipina. Kuliah disampaikan oleh Akhi Fareed Oquendo. Seusai
kuliah, saya bertanya kepadanya, �Bagaimana cara seseorang untuk
menjadi Muslim?� Ia balik bertanya, �Adakah kamu ingin menjadi seorang
Muslim?� Dengan mantap saya jawab, �Ya, benar sekali!� Ketika itu,
semua orang terperanjat karena saat itu baru pertama kali saya mengikuti
kuliah Islam di pusat dakwah ini. Fareed pun bertanya, �Yakinkah anda
bahwa benar-benar anda ingin menerima Islam? Sudahkah kamu cukup
59
mempelajari perihal Islam?� Saya menjawab, �Ya, saya telah
mempelajarinya.� Lagi-lagi saya terheran-heran bahwa tak seorangpun
memaksa saya ataupun berupaya mengatakan agar saya memeluk Islam.
Kemudian, disini saya kebetulan berjumpa dengan seorang akhi asli Saudi.
Ia katakan kepada saya, �Wajah anda menampakkan bahwa anda seorang
Muslim.� Maka Akhi Fareed mengumpulkan semua peserta kuliahnya,
kemudian ia meminta saya, �Silahkan anda tirukan apa yang diucapkan
akhi Saudi kita ini dalam bahasa Arab. Kalimat itu nanti akan diulang
dalam bahasa Inggris yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain
Allah Yang Esa, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya.
Pernyataan sederhana inilah yang menjadikan anda seorang Muslim.�
Seusai upacara ringkas dan sederhana ini semua peserta berbaris dan
memeluk saya satu per satu dan memberikan ucapan selamat dari lubuk
hati mereka yang terdalam. Mereka semua mengumandangkan takbir
dengan lantang dan berulang-ulang, Allahu Akbar� Allahu Akbar�!!!
Yang artinya, Allah Maha Besar� Allah Maha Besar.
Joe menguraikan saat-saat terjadinya peristiwa itu kepada saya
dengan berlinang air-mata bahagia, Ia katakan, �Tak pernah saya berharap
peristiwa semacam itu terjadi terhadap diri saya. Kenangan masa lalu yang
manis dan penuh kedamaian ini selalu menyentuh sanubari saya. Segala
puji hanyalah bagi Allah, karena Dia-lah maka syeitan telah tak sanggup
lagi menakut-takuti saya untuk mengucapkan ikrar menjadi seorang
Muslim, dengan kekhawatiran atas reaksi yang mungkin timbul dari
teman-teman dan keluarga saya.�
Memilih Nama Islami
Setelah ber-syahadat, yaitu ikrar menerima Islam, Akhi Fareed
bertanya, �Sudah adakah nama Muslim yang anda pilih untuk anda?� Saya
berkata dalam hati kepada diri sendiri, bahwa saya akan mengenakan nama
seorang Muslim yang pertama kali membicarakan Islam dengan saya pada
waktu saya mengunjungi pusat dakwah ini. Orang yang saya maksud ini
berpembawaan amat sopan, meyakinkan dan cakap dalam menjelaskan.
Ia telah memberi kesan baik kepada saya dengan sikapnya, penyajian
yang ringkas, dan keterangan yang tepat. Sayang sekali saya tidak tahu
namanya, tetapi saya mengenali orang yang dulu saya bersikukuh untuk
membayar beberapa buku dan kaset yang saya pilih. Saya bertanya
kepadanya, �Siapakah nama orang yang dulu sempat berbicara dengan
saya setelah saya membeli buku dari anda?� Ia berkata, �Oh�saya ingat,
beliau adalah Syeikh Saleh!� Maka saya katakan kepada mereka bahwa
mulai saat itu nama saya adalah Saleh. Akhi Fareed kemudian menyuruh
saya pulang, mandi dan berdo�a ke hadirat Allah, menyampaikan rasa
syukur saya kepada-Nya.
Shalat Pertama
60
Malam itu saya mandi dan kemudian saya tidur dengan nyenyak.
Pagi hari, saya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Subuh. Saya
malu untuk masuk kedalam masjid karena tidak tahu apa yang musti saya
lakukan. Seorang akhi asal Sudan melintas dekat saya dan menangkap
keraguan saya. Ia pun berkata kepada saya, �Ayolah masuk. Apa gerangan
yang menghentikan langkahmu?� Saya katakan kepadanya, �Baru semalam
saya menjadi seorang Muslim. Saya tidak tahu bagaimana cara shalat.� Ia
berkata, �Masuklah, akan saya tunjukkan kepadamu.� Ia terangkan
bagaimana cara membersihkan diri di toilet, kemudian ia tunjukkan kepada
saya cara berwudlu�. Kemudian ia menambahkan, �Ikuti saja kami dalam
shalat, dan panjatkanlah do�a di akhir shalat.� Ketika pertama kali saya
pada posisi sujud, dimana kening menyentuh lantai sambil berlutut; Saya
merasa nikmat luar biasa, suatu perasaan yang tak dapat saya ungkapkan
lagi dalam kata-kata. Saya selalu memohon kepada Allah agar memberikan
lagi rasa nikmat sujud saya yang pertama itu. Sejak hari itu, saya telah
mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari.
Pendidikan Islam
Saya pun mulai datang ke Pusat Dakwah Islam secara teratur setiap
malam. Saya belajar huruf Arab, bagaimana menulis dan membacanya.
Tahap demi tahap, saya pun mulai membaca Al-Qur�an. Sasaran utama
dalam hidup saya kala itu adalah belajar bagaimana saya dapat membaca
Al-Qur�an dengan benar dan lancar. Saya juga mempelajari Rukun Islam
dan Rukun Iman secara terperinci. Kuliah umum yang berlangsung
memberikan banyak inspirasi. Pengajar kami akhi Ahmad Ricalde.
Caranya menyampaikan kuliah menarik dan menyenangkan. Saya tak ingin
terputus dari kegiatan pendidikan ini. Maka, saya pun menunda liburan
saya untuk berkunjung ke orang-tua dan tanah kelahiran saya. Diantara
pengetahuan yang saya peroleh, menjadi jelas bagi saya bahwa keterlibatan
dalam segala bentuk riba (tambahan/bunga pinjaman) tidak diperbolehkan;
alias haram; dalam Islam. Islam juga melarang makanan yang dibuat
dengan tujuan persembahan kepada selain Allah. Saya mencerna semua
pengajaran Islam dengan sungguh-sungguh dan berusaha sebaik mungkin
untuk menaatinya. Saya puas dan sangat bangga dengan cara hidup saya
yang Islami. Namun, rekan-rekan dan teman serumah belum mengetahui
perubahan besar yang telah terjadi pada diri saya ini.
Sebuah Peristiwa Lucu
Suatu hari Penyelia kami, Abdullah, menugaskan kami bekerja di
tempat yang jauh. Rencananya, kami akan pulang dulu ke rumah, makan
siang, dan baru menuju ke tempat tugas. Saya menyelinap memisahkan diri
untuk mengambil wudhu� dan mengerjakan shalat. Sesudah wudhu� saya
bergegas menjumpai Abdullah. Ia melihat tangan dan wajah saya masih
basah. Ia pun bertanya, �Kenapa kamu (basah-basah) begini?� Saya
61
katakan padanya bahwa saya baru selesai wudhu dan akan mengerjakan
shalat. Ia pun bertanya, �Apakah kamu seorang Muslim?� saya jawab,
�Ya!� Ia begitu gembira. Ia katakan agar saya tidak pergi ke proyek dan
menemuinya sesudah shalat. Abdullah menelepon keluarganya
menyampaikan berita yang mengejutkannya. Ia mengajak saya ke
rumahnya dan disana ia merayakan keislaman saya dengan seluruh
keluarganya. Segera saya merasa menjadi bagian dari keluarga mereka.
Reaksi Teman-teman
Waktu itu saya tinggal bersama dengan lima orang filipina lainnya di
sebuah rumah. Setiap kamar dihuni dua orang. Saya berbagi kamar dengan
teman dekat yang sekaligus teman sekelas di kampus. Kami semua
memasak untuk makan siang dan makan malam bersama-sama. Dua
kejadian kecil berlangsung ketika itu.
Teman-teman saya sedang merayakan Tahun Baru maka
disiapkanlah makan malam yang mewah. Saya pun diundang untuk makan
malam bersama mereka. Namun, saya memberi syarat untuk kehadiran
saya disana. Saya meminta mereka tidak melakukan do�a bersama sebelum
mulai makan seperti yang biasa dilakukan dalam keyakinan Kristiani.
Mereka melanggar janji pada saatnya tiba, maka saya meninggalkan acara
makan bersama itu.
Kejadian kecil serupa terjadi lagi. Seperti yang pernah saya ceritakan
sebelumnya, kami biasa bersantap siang bersama-sama. Tetapi saya selalu
menyelinap dari kelompok untuk mengerjakan shalat Dzuhur terlebih
dahulu sehingga agak terlambat bergabung dengan mereka. Suatu hari saya
terlambat lebih lama dari biasanya. Mereka telah menyelesaikan makan
siang. Hanya teman sekamar saya saja yang masih tinggal. Ia bertanya
kepada saya sambil bercanda, �Apa kamu juga shalat dulu?� Saya katakan
kepadanya,�Kamu sungguh membuat saya tersudut. Ya, saya baru saja
shalat?� Ia kembali bertanya, �Kamu hanya berolok-olok kan?� Saya
menjawab sungguh-sungguh, �Saya seorang Muslim.� Maka
diberitakanlah hal ini olehnya kepada teman-teman Filipina yang lain. Hal
ini mengakibatkan perubahan besar dalam pertemanan saya dengan temanteman
serumah.
Mereka Semua berkumpul di kamar saya dan pertanyaan yang
terucap dari mereka adalah, apakah saya telah meninggalkan agama saya.
Selanjutnya, mereka mengajukan pertanyaan yang lazim diajukan orangorang
terhadap Mualaf. Apakah Islam itu? Bagaimana kamu mengenal
Islam? Apapun yang mereka tanyakan, saya membuka buku-buku saya dan
saya bacakan jawabnya kepada mereka. Inilah pengalaman pertama saya
menerangkan Islam kepada orang lain. Mereka pun berupaya mengajak
saya kembali kepada agama Kristen. Saya menjawab pertanyaanpertanyaan
mereka secara baik-baik tanpa menyinggung perasaan mereka
62
sedikitpun. Akhirnya, seorang diantara mereka menutup kitab Bibelnya
dan berkata kepada saya, �Apa sebenarnya yang kamu coba buktikan?�
Saya katakan kepada mereka, �Adalah jelas disini bahwa Islam adalah
agama yang benar. Dan Jelas pula bahwa Yesus (alaihissalam) bukan
Tuhan tetapi adalah Utusan (Rasul) Allah.� Maka akibatnya mereka pun
pergi meninggalkan saya karena kecewa. Sejak itu, Tak ada lagi diskusi
diantara kami. Mereka selalu pergi bersama-sama melakukan kegiatan
mereka. Saya ditinggalkan sendirian. Karena itu, saya mulai mencari teman
saya, Filipina Muslim, Abdus Salam. Namun ia telah pindah rumah.
Dengan menghubungi beberapa kenalan, saya dapat menemukan alamat
rumahnya yang baru, maka saya pun mengunjunginya. Abdus Salam baru
saja kembali dari menunaikan ibadah Haji. Saya ucapkan salam
kepadanya. Ia terperanjat. Saya katakan kepadanya bahwa saya telah
memeluk Islam dan mengajaknya berbagi kamar agar kami bisa menjalani
kehidupan Islami. Teman sekamarnya waktu itu seorang Non-Muslim,
maka ia mencari apartemen baru dan kamipun segera pindah kesana. Kami
bersahabat dan menikmati kehidupan kami di tempat itu. Kami biasa
mengunjungi Pusat Dakwah Islam bersama-sama untuk memperoleh
pendidikan Islam dan memperkaya keIslaman kami. Kami tolongmenolong
satu sama lain sebagai saudara yang sejati.
Impian Menjadi Kenyataan
Waktu itu guru kami untuk membaca Al-Qur�an di pusat dakwah
bernama Bp. Muhammad. Seorang Akhi asal Mesir yang sudah usia
pertengahan. Pekerjaan ini ia lakukan dengan sukarela. Pekerjaannya
sehari-hari adalah sebagai pesuruh kantor purna-waktu disebuah
perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu hari saya dan
Abdus Salam membalas kunjungan keakraban ke rumahnya. Ternyata
beliau tinggal disebuah kamar yang sangat sempit dan kumuh. Kami lihat
berbagai kaset Al-Qur�an terletak diberbagai rak memenuhi satu sisi
dinding kamarnya. Kami menyarankan agar beliau bersedia tinggal
bersama kami, tanpa harus ikut membayar apapun. Namun kami
memintanya berjanji mengajarkan Al-Qur�an kepada kami. Dengan penuh
semangat beliau menerima tawaran kami. Kami diajari membaca Al-
Qur�an setiap hari seusai shalat Subuh. Dengan demikian kami belajar
membaca Al-Qur�an dari seorang Qori� (pembaca Qur�an) Profesional.
�Puji syukur kepada-Mu ya Allah, impian kami telah menjadi kenyataan.�
Kesenangan Saya
Saya mempunyai hobbi (kesenangan) bermain gitar sambil
bernyanyi sejak masih di sekolah dasar. Saya pun pernah belajar
memainkan piano ketika di sekolah lanjutan. Saya membawa gitar dan
harmonika milik saya ke Saudi Arabia. Saya juga memiliki koleksi
rekaman musik dalam bentuk kaset-kaset yang bermutu tinggi. Lebih dari
63
itu saya juga seorang perokok berat. Saya berhenti merokok tanpa paksaan
segera setelah saya memeluk Islam. Suatu hari saya melihat seseorang
sedang merokok di tempat kerja saya. Lidah saya seketika bergairah
tergoda untuk mencicipi sebatang rokok. Namun saya tak jadi menyentuh
sebatangpun karena rasa takut saya kepada Allah Yang Maha Besar. Saya
pun menjual gitar dan koleksi kaset musik yang saya miliki dengan harga
murah karena keinginan yang begitu kuat untuk segera menyingkirkan
benda-benda itu. Seseorang menginginkan harmonika saya. Saya katakan
kepadanya itu boleh diambilnya dengan cuma-cuma. Setelah itu, saya
memiliki lebih banyak waktu untuk saya curahkan pada pertumbuhan
keIslaman saya.
Kunjungan Pertama Ke Orangtua
Saya telah merencanakan untuk pulang ke Filipina selama liburan.
Abdus-Salam memberitahukan bahwa istri dan anak-anak perempuannya
telah memeluk Islam, maka ia menyarankan hendaklah saya mengunjungi
keluarganya selama berada di Filipina untuk andil memberikan pendidikan
Islam kepada keluarganya. Sesampai di Manila, saya disambut oleh kedua
orangtua saya. Dulu pendeta kami mengajarkan, agar bila anak menjabat
tangan orangtuanya meletakkan tangan mereka ke dahi kami sebagai
penghormatan. Sewaktu saya berjumpa dengan kedua orangtua saya di
bandara, saya tidak melakukan hal itu lagi. Justru saya yang mengecup
kening mereka. Mereka pun amat terperanjat. Namun kami melanjutkan
perjalanan pulang ke rumah dengan penuh semangat.
Ayah saya seorang purnawirawan militer, tampang serius selalu
nampak di wajahnya. Namun ia seorang yang dapat menyimpan sikap
kerasnya. Ibu saya lulusan perguruan tinggi dan bekerja sebagai guru.
Biasanya saya merasa lebih mudah membicarakan sesuatu dengan Ibu.
Maka saya katakan kepadanya, �Saya telah menjadi seorang Muslim, saya
tidak boleh makan daging babi.� Hal ini merupakan kejutan besar untuk
kedua orangtua saya. Mereka katakan bahwa, mereka telah persiapkan iga
babi khusus untuk menyambut saya. Itu merupakan menu yang sangat
spesial di Filipina.
Bukanlah hal tabu jika Joe menceritakan pengalamannya soal iga
babi, Sewaktu saya menjadi guru matematika di Amerika, para siswa saya
biasa menanyakan perbedaan Islam dan Kristen, saya pernah menjawab,
�Salah satunya adalah, Muslim tidak makan daging babi.� Salah seorang
dari mereka nyeletuk, �Tuan Ahmad, tidakkah anda tahu yang anda
lewatkan? Yaitu, iga babi panggang yang sangat lezat!� setelah celotehnya
itu, seisi kelas mengikuti dengan tawa riuh dan sempat menyelipkan lagi
kata-kata, �Pak Ahmad tidak tahu apa yang ia lewatkan.�
Keimanan Saleh alias Joe begitu kuat. Dengan mudah ia
meninggalkan makan daging babi dan produk-produk yang mengandung
64
babi. Ia juga mengatakan kepada saya, �Orang tua saya tak ada pilihan lain
lagi kecuali menyajikan makanan yang Halal bagi Muslim.�
Selama berada di Filipina, saya coba untuk mengenalkan ajaran
Islam kepada kedua orangtua dan sanak saudara saya. Saya terlalu
bersemangat dan menginginkan mereka dapat melihat kebenaran dalam
waktu singkat. Hal ini menyebabkan banyak perdebatan dan suasana
rumah menjadi penuh ketegangan selama saya berada di sana. Saya adalah
pendakwah tak berpengalaman yang ingin cepat menuai hasil. Kini saya
sadari bahwa saya telah melakukan pendekatan yang salah. Saya sangat
menyesali kejadian itu sebab saya telah menempatkan mereka pada
keadaan yang teramat mengusik perasaan akibat pendekatan saya yang
salah. Terlebih lagi, keberhasilan mereka memperoleh hidayah adalah
semata-mata atas Kehendak Allah dan bukanlah atas kepiawaian
pendakwah. Jadi, seorang pendakwah hendaknya tidak merasa kecewa.
Saya lakukan juga kunjungan kepada keluarga Abdus Salam dan
berbagi pengetahuan Islam saya yang masih sedikit. Sekembali saya ke
Saudi Arabia, saya sarankan kepada Abdus Salam agar memindahkan
tempat tinggal keluarganya ke dekat Pusat Dakwah Islam di Cavite City
didekat Manila. Dengan demikian keluarganya akan lebih mudah
memperoleh pengajaran Islam dan lebih mudah juga bagi mereka untuk
menerapkan ajaran Islam di lingkungan yang Islami. Abdus Salam setuju
dengan gagasan ini dan memindahkan keluarganya tinggal di dekat pusat
dakwah itu.
Kunjungan Ke-dua ke Filipina
Tahun berikutnya, saya dan Abdus Salam berkunjung ke Filipina
dalam waktu yang bersamaan. Saya sangat gembira melihat keluarganya
telah mendapatkan banyak pendidikan Islam. Saya dapati mereka, istri dan
anak-anak perempuan Abdus Salam, telah mengenakan busana Muslimah
dan menunjukkan kemajuan yang sangat besar dalam menerapkan ajaran
Islam. Begitu besarnya kemajuan itu sehingga Abdus Salam meminta saya
menikahi seorang putrinya. Saya katakan bahwa saya akan segera memberi
jawaban. Sayang sekali suasana di rumah saya masih penuh ketegangan
sehingga saya tidak dapat kembali berkunjung ke keluaraga Abdus Salam
tepat waktu. Ia telah kembali ke Saudi Arabia. Maka saya sampaikan
kepada istrinya bahwa saya setuju dengan permintaannya untuk menikahi
putri mereka, namun saya minta waktu setahun lagi untuk pelaksanaannya.
Saya menelepon Abdus Salam di Madinah al-Munawarrah, Saudi Arabia,
dan menerangkan kepadanya alasan saya tidak dapat menemuinya sebelum
ia berangkat meninggalkan Filipina. Juga saya katakan kepadanya bahwa
saya menyetujui permintaannya dan, Insya Allah, pernikahan
dilangsungkan tahun depan.
Berdialog Dengan Pastor
65
Ibu saya berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan saya kepada
agama Kristen. Ia mengundang seorang pastor ke rumah kami dan saya
berdialog panjang lebar dengannya. Pastor itu gagal meyakinkan saya.
Tanpa putus asa, ibu mengundang lagi pastor yang lain, beliau duduk
bersama kami mendengarkan kami saling berargumentasi, Ayah saya
sedang menyiram tanaman didekat kami berdialog dan bersamaan dengan
itu juga memasang telinga mengikuti percakapan kami. Saya menjawab
sang pastor dengan merujuk pada buku-buku perbandingan agama yang
saya miliki. Ia tidak memiliki sanggahan yang kuat. Iapun pergi sambil
berjanji akan kembali lagi dengan mengajak pastor yang lebih senior. Saya
katakan kepadanya, �Saya dengan senang hati menantikan kedatangan
anda berdua.� Tetapi mereka tak kunjung datang. Ayah menghampiri Ibu
dan berkata, �Anakmu mempunyai pengetahuan yang lebih banyak dari
pastormu.� Dengan rendah hati saya berkata kepada Ayah, �Mungkin
mereka perlu mengumpulkan dahulu fakta-kata dan data.� Saya katakan
hal ini agar Ibu tidak terluka perasaannya karena pastor itu dari gerejanya
dan pengajar agama beliau.
Prioritas Hidup
Prioritas hidup saya saat itu bukanlah pernikahan. Tujuan utama saya
adalah meninggalkan pekerjaan di bank. Saya mencari saran dan masukan
dari para ulama. Saya sangat menghargai nasehat mereka yang sangat
mengagumkan. Mereka katakan, �Lakukan dengan sungguh-sungguh dan
tulus mencari pekerjaan yang lebih cocok untukmu, tapi jangan dilepas
dulu pekerjaan yang sudah ada sekarang. Kalau kamu tinggalkan pekerjaan
yang sekarang, maka kamu harus pergi meninggalkan Saudi dan kami akan
kehilangan kamu. Carilah pekerjaan yang baru dan lakukanlah perubahan
sesegera mungkin.� Saya mulai mencari lowongan pekerjaan di koran
lokal. Saya temukan lowongan kerja untuk operator mesin Fax. Saya pun
datang untuk wawancara. Pewawancara bertanya mengapa saya tinggalkan
pekerjaan yang gajinya lebih besar. Saya katakan bahwa alasan saya
sepenuhnya bersifat pribadi. Ia katakan bahwa saya melampaui kualifikasi
yang dibutuhkan, karena itu mereka tak dapat mempekerjakan saya.
Sebuah perusahaan lain sedang membutuhkan beberapa teknisi
penunjang (support engineer). Lagi-lagi gaji yang ditawarkan lebih kecil
dari yang saya terima saat itu. Saya hadir untuk wawancara dan saya
katakan kepada mereka bahwa saya tidak mempermasalahkan gaji. Yang
saya butuhkan adalah sebuah perubahan pekerjaan untuk alasan yang
bersifat pribadi. Saya diterima bekerja dan pindahlah saya ke tempat kerja
yang baru. Ini adalah sebuah berkah teramat besar yang tersembunyi.
Sebab, ternyata saya mulai bekerja sebagai teknisi pemeliharaan pada salah
satu dari dua tempat yang teramat suci di muka bumi ini, yakni di Masjid
An-Nabawi, Madinah, Saudi Arabia.
66
Pernikahan Islami
Setahun telah berlalu, saya dan Abdus Salam berkunjung ke Filipina
bersama-sama, dan pernikahan saya pun berlangsung. Saya jelaskan
kepada kedua orangtua saya dan para sanak-saudara bahwa pernikahan
kami dilaksanakan secara Islam. Mereka bersedia ikut ambil bagian dalam
acara itu. Acara resmi pernikahan hanya memakan waktu lima menit.
Setelah usai acara resmi itu, saya katakan kepada orangtua saya bahwa
upacara pernikahan telah selesai. Nenek saya berkomentar dengan lantang,
�Belum pernah saya menyaksikan mempelai lelaki dan perempuan
dipersandingkan seperti dengan cara pernikahan Kristen.� Ibu saya
membisikkan kepadanya bahwa ini pernikahan secara Islam. Kedua
orangtua saya menjadi lebih pengertian sesudah itu. Saya masih tinggal di
Filipina sampai beberapa hari di bulan Ramadhan. Ibu memasakkan
makanan buka puasa untukku.
Seusai liburan saya kembali ke Madinah, istri saya pun ikut serta.
Selanjutnya, Allah telah mengaruniai kami dengan dua orang putri, kami
namakan mereka Safa dan Marwa.
Kini, saya telah memiliki pekerjaan purna-waktu, dan saya juga giat
di Pusat Dakwah Islam di Madinah sebagai sukarelawan yang membantu
para Mualaf (mereka yang baru memeluk Islam). Semoga Allah menerima
amaliyah yang saya lakukan dengan penuh kerendahan-hati dan
mengokohkan iman saya, dan menjadikan istri dan anak-anak saya hambahambanya
yang taqwa.
Akhi Saleh suka berbagi pengalaman dan berhubungan dengan para
Mualaf ataupun Non-Muslim. Ia dapat dihubungi di alamat e-mail berikut:
saleh_echon@hotmail.com
___________________________________
Cahaya Hidayah Hadir Dalam Tugas Pelayanan �
IBRAHIM SULIEMAN
Masing-masing agama pasti berusaha meyakinkan kepada setiap
individu perihal kebenaran dan keutamaannya. Kegiatan semacam ini
berlangsung dari waktu ke waktu di berbagai negeri. Adapun berpindah
dari satu agama ke agama yang lain adalah keputusan yang besar bagi
seseorang. Di banyak kelompok masyarakat, keputusan yang diambil oleh
kepala keluarga berpengaruh pada generasi-generasi berikutnya. Banyak
orang yang beragama hanya lantaran menghormati para orang tua dan
leluhur mereka saja. Keterikatan sosial dan budaya yang sangat kuat
menyebabkan terbentuk pemahaman bahwa merusak atau melemahkan
ikatan-ikatan tersebut adalah perbuatan melanggar tata-krama dan tidak
beradab. Kekuatan sosial budaya yang begitu kuat itu bahkan
67
mengakibatkan orang-orang yang berpendidikan pun tidak memiliki
keberanian untuk menggali dan memperbandingkan ogama-agama
menggunakan akal-pikiran yang terbuka. Sejauh ini, mereka berdalih
bahwa karena dalam diri mereka tidak ada prasangka tentang agama-agama
yang lain. Walaupun sebenarnya prasangka itu bersarang dan meliputi akal
pikiran mereka. Menekan perasaan semacam ini menempatkan mereka
dalam kemudahan, meskipun memendam prasangka itu bertentangan
dengan kesadaran nurani mereka. Namun Sang Maha Pencipta
sesungguhnya menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka yang tanpa
prasangka sedikitpun ketika sedang dalam pencarian jalan-Nya itu.
Segunung Ampunan Tuhan Yang Maha Penyayang tercurahkan kepada
orang-orang yang demikian. Kisah Ibrahim berikut ini merupakan
gambaran yang tepat untuk hal ini.
Saya terlahir dan tumbuh di Nigeria. Kakek saya seorang Muslim
bernama Sulieman. Beliau mempunyai tiga orang anak lelaki. Seorang dari
anaknya berubah menyadi seorang Kristen di usia duabelas tahun lantaran
adanya kegiatan misionaris Kristen. Setelah menginjak dewasa, si anak ini
menikah dengan seorang perempuan Muslimah yang kemudian juga
mengubah keyakinannya menjadi seorang Kristen. Mereka berdua bekerja
di sekolah menengah di Kano. Sang Suami bekerja di perpustakaan
departemen Sains (Iptek), sang Istri sebagai penyedia konsumsi di sekolah
itu. Saya adalah anak termuda keluarga ini. Ibu telah wafat sekitar
seminggu setelah kelahiran saya. Kami tujuh bersaudara, enam lelaki dan
satu perempuan. Kami semua beragama Kristen mengikuti agama orang
tua kami. Namun, kakek kami memberi nama kami dengan nama-nama
Muslim. Saya dinamakannya Ibrahim, nama yang sangat saya sukai. Setiap
kali kakek mengunjungi kami, ayah berlaku seolah ia seorang Muslim
yang tidak menjalankan agamanya. Kami juga mempunyai nama-nama
suku yang mana kami lebih dikenal dengan nama-nama ini.
Atas pengaruh langsung dari ayah, kami sekeluarga menjalankan
ajaran Kristiani, meskipun kami tinggal di lingkungan yang mayoritas
Muslim. Kami ikuti pemikiran ayah tanpa keberanian melanggar yang
telah ia gariskan. Sebagian besar kakak-kakak saya menikahi pasangan
mereka yang berasal dari keluarga Kristen. Hal yang menarik adalah, salah
satu kakak lelaki saya tertarik untuk menikah dengan seorang perempuan
Muslim. Kemudian dikatakan kepadanya bahwa seorang perempuan
Muslim dilarang menikah dengan Non-Muslim. Kemudian ia mengubah
agamanya, menjadi seorang Muslim yang tidak menjalankan kewajibannya
dan tidak pernah menyampaikan apapun kepada kakak dan adiknya perihal
Islam.
Ketika saya bersekolah di sekolah menengah dimana kedua orangtua
saya bekerja, sebuah delegasi dari Saudi biasa menghadiri sebuah
68
konferensi tahunan yang diselenggarakan di kota kami. Ayah saya
mendapatkan pekerjaan untuk saya di tempat konferensi. Ayah meminta
saya melayani delegasi itu sebaik-baiknya selama konferensi berlangsung,
namun sayang, saya sama sekali tidak mengerti bahasa Arab. Saya tidak
memahami apa yang mereka bahas dalam konferensi. Sungguhpun
demikian saya bisa rajin melayani mereka dengan bantuan instruksi dari
penerjemah. Mereka pun merasa puas dengan pelayanan yang saya
berikan. Tahun berikutnya, delegasi ini kembali lagi ke Kano. Sekali lagi,
ayah meminta saya ikut membantu dalam penyelenggaraan konferensi
tahunan ini. Dengan demikin terbangunlah rasa saling menghargai diantara
kami dengan peserta konferensi. Seorang dari penyelenggara yang bernama
Sheikh Fahd, bertanya kepada saya, �Apakah kamu seorang Muslim?�
Saya pun menjawab, � Bukan, Saya Kristen.� Dijelaskannya dasar-dasar
ajaran Islam kepada saya selama ia berada di Kano. Menjelang
kepulangannya, ia bertanya, �Apakah kamu percaya bahwa Islam adalah
kebenaran?� Saya jawab, �Ya.� Iapun ingin tahu lebih jauh, �Apakah kamu
berkeinginan menjadi Muslim?� Saya katakan kepadanya, �Saya harus
minta ijin kepada ayah terlebih dahulu.� Ayah saya memiliki sifat lemahlembut.
Beliau tidak marah ataupun menanggapi negatif ketika saya
sampaikan hal ini kepadanya. Beliau berkata, �Kalau kamu suka,
lakukanlah.� Maka hari berikutnya saya pun memeluk Islam dengan
bimbingan Sheikh Fahd.
Maka hebohlah komunitas Kristen disana. Mereka mendesak ayah
saya untuk menarik saya kembali kepada ajaran Kristiani. Berbagai
pertanyaan mereka ajukan kepada ayah. �Apakah anakmu masuk Islam
karena yang berdakwah berkulit putih?�; �Apakah mereka memberinya
uang?�; Apakah mereka ingin membawanya ke Saudi Arabia?�; Dengan
datar ayah saya menjawab bahwa tidak satupun dari yang mereka sebutkan
itu menjadi alasan anaknya masuk Islam. Ditambahkannya pula, �Saya tak
dapat menghalanginya, sebab kakeknya pun seorang Muslim.�
Saya juga diberitahu bahwa saya bisa menjalankan ajaran Islam
dengan tulus hanya melalui pendidikan dan latihan. Maka, saya pun mulai
datang ke Pusat Islam terdekat untuk belajar Islam dan bahasa Arab.
Beruntung kami memiliki tetangga yang sangat baik. Namanya Ny. Karim.
Ia bergelar Doktor (Ph.D.) di bidang Studi Agama Islam dan mengajar di
sekolah setempat. Seorang ulama biasa mengunjungi rumahnya setiap hari
untuk mengajarkan Al-Qur�an kepada anak-anaknya. Saya diijinkannya
bergabung dengan kelompok belajar dirumahnya. Para delegasi Saudi pun
terperanjat melihat kemajuan saya dalam pendidikan Islam, sewaktu
mereka mengunjungi kami di tahun berikutnya.
Betapa Allah telah mencurahkan kasih-sayang-Nya yang tak
terhingga kepada saya. Delegasi Saudi itu merancang pendaftaran ke
69
Universitas Islam di Madinah untuk saya. Kini (ketika Ibrahim berkisah)
saya telah tiga tahun belajar di Universitas Islam untuk mempelajari bahasa
Arab. Tahun depan, saya akan masuk ke fakultas Syariah dan insyaAllah,
saya dapat diwisuda setelah empat tahun mendatang saya menjalani
pendidikan yang lebih luas. Saya rasakan kekuatan Iman dalam diri saya
dan saya pun mencintai jalan hidup Islami dengan segenap hati dan jiwa
saya.
Ayah menikah lagi setelah ibu saya meninggal. Dari ibu tiri ini, ayah
mendapatkan lima orang anak. Mereka semua beragama Kristen. Ketika
universitas sedang liburan musim panas, saya pulang ke Nigeria untuk
mengunjungi keluarga saya. Saya mencoba menerangkan prinsip-prinsip
Islam kepada saudara kandung maupun saudara tiri saya, karena sebagai
Muslim kita wajib menyampaikan Islam, pertama kepada sanak saudara.
Atas Pertolongan Allah SWT, satu dari saudara kandungku yang lelaki
telah bersungguh-sungguh memeluk Islam. Ia secara teratur hadir di Pusat
Islam setempat untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan Islam lebih
lanjut. Saya pun sangat bersyukur kepada Allah atas cahaya hidayah-Nya
kepada saudara tiri saya yang lelaki berusia sepuluh tahun. Mengikuti jejak
saya, ia rajin datang ke rumah Ny. Karim untuk memperoleh pendidikan
dasar-dasar Islam dan belajar Al-Qur�an. Semoga Allah melimpahkan
balasan atas kebajikan yang telah dilakukan oleh Ny. Karim dengan
berperan-serta dalam pendidikan Islam kepada remaja-remaja di
lingkungannya.
Setelah kelak saya menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam
Madinah, saya sangat ingin melanjutkan pendidikan saya ke tingkatan yang
lebih tinggi lagi agar dapat mengabdikan diri sebagai Juru Dakwah Islam
yang paripurna. Tak ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan rasa
syukur saya kepada Allah yang telah menunjukkan saya kepada
Kebenaran. Saya sangat menikmati menyerukan Islam dengan cara yang
mengena, kepada sanak saudara saya. Harapan saya, semoga Allah akan
menujukkan kepada lebih banyak lagi orang, menuju Jalan-Nya yang lurus
melalui dakwah yang saya sampaikan. Sesungguhnya, segala puji hanyalah
bagi Allah.
Kisah saya tidaklah lain dari yang lain. Kekuatan Misionaris Kristen
juga telah melakukan banyak pengubahan keyakinan di Nigeria dan
beberapa negara lain di Afrika. Mereka memiliki organisasi yang sangat
kuat, yang mendukung pendanaan bagi para juru dakwah mereka maupun
bagi orang-orang yang baru menjadi pengikut agama mereka. Mereka juga
memiliki buku-buku bacaan yang dicetak dalam bentuk yang sangat
menarik. Tenaga kerja mereka mendapatkan kebanggaan dalam menyebarluaskan
buku-buku bacaan dari pintu ke pintu dari hampir seluruh rumah
tangga. Hasilnya pun nyata sekali. Atas keberhasilan usaha misionaris ini,
70
maka berkuranglah sumber daya dan tenaga kerja pendidikan Islam di
berbagai negara di Afrika. Juru dakwah yang berbobot dan menguasai
bahasa setempat sangatlah dibutuhkan di setiap masyarakat. Malangnya,
banyak masyarakat yang tidak mampu memberikan dukungan pendanaan
kepada para juru dakwah tersebut. Akibatnya sia-sia saja keberadaan
tenaga kerja yang mampu dan berbobot itu. Buku-buku bacaan Islami
dalam bahasa setempat pun sangat sedikit. Apa yang saya katakan ini
bukanlah gagasan yang baru saya dapatkan. Semua fakta itu telah diketahui
secara umum. Saya sampaikan ini untuk mengingatkan siapa saja yang
memiliki kemampuan keuangan untuk mendukung pendidikan Islam di
negara-negara Afrika.
_______________________________________
Cahaya Hidayah Ditemukannya Pada Diri Suaminya �
JANET ROSE
Janet dilahirkan di kota Edmonton, Kanada. Di kota inilah
keluarganya telah bermukim selama beberapa generasi. Ia menceritakan
kisah singkatnya berikut ini:
Keluarga saya adalah pengikut gereja Katolik-Roma, maka sayapun
dididik dalam lembaga pendidikan Katolik-Roma. Ajaran Katolik yang
sering menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana Yesus bisa dikatakan
sebagai putra Tuhan. Semakin saya coba untuk memahami hal ini, sayapun
semakin bingung. Tak seorangpun yang memberikan jawaban yang terang
dalam menjelaskan pertanyaan ini. Ironisnya, yang menerangkan malah
lebih kebinggungan daripada yang meminta penjelasan.
Singkat kata, setelah saya menyelesaikan sekolah lanjutan
(highschool), Saya berjumpa dengan Tn. Khaled, warga negara Pakistan
yang tinggal di Edmonton. Karena hukum Kanada memungkinkan adanya
perkawinan untuk keperluan keimigrasian, maka Tn. Khaled menikahi saya
agar bisa memperoleh kewarganegaraan Kanada. Setelah pernikahan kami
berlangsung beberapa tahun, saya pun menjelang menjadi seorang ibu;
saya mengandung. Maka sebelum kelahiran si jabang-bayi, saya ingin
mengambil keputusan perihal kelangsungan perkawinan kami terlebih
dahulu.
Suami saya seorang yang sangat terpelajar dan sangat baik
perilakunya. Yang mengagetkan saya, ia tak pernah mendesak-desak saya
untuk memeluk Islam. Nampaknya ia cenderung memberikan kebebasan
kepada saya apakah kelak akan mendidik anak kami, yang akan segera
lahir, sebagai seorang Kristen ataupun seorang Muslim. Sikap keterbukaan
akalnya dan keteladanan perilakunya-lah yang membangkitkan diri saya
untuk secara pribadi mendidik diri perihal Islam. Dari belajar sendiri inilah
71
saya mengetahui bahwa ajaran Islam sangat mirip dengan ajaran Kristiani.
Lebih dari itu, saya pun mendapat pengetahuan bahwa Yesus (Isa, AS)
bukanlah anak Tuhan. Beliau adalah seorang Nabi yang utama; seorang
Utusan (Rasul) Allah. Pemahaman inilah yang memecahkan teka-teki
sepanjang hidup saya. Kemudian saya pun secara sukarela memeluk Islam
dan memutuskan untuk meneruskan jalinan pernikahan saya dengan Tn.
Khaled untuk selamanya. Saya bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa
atas pemberian cahaya hidayah-Nya kepada diri saya ini. Tak lama
kemudian kami mendapatkan anugerah Allah, seorang anak perempuan.
Sekarang saya telah diberkahi-Nya dengan dua orang putri dan dua putra.
Suami saya mengajarkan Islam kepada kami setiap hari. Biasanya, ia
menceritakan kisah-kisah dalam Al-Qur�an kepada kami dalam bahasa
yang sederhana, ini sangat memudahkan kami untuk memahami Al-
Qur�an.
Terjadinya gesekan-gesekan antara menantu perempuan dengan ibu
mertua adalah hal yang lumrah terjadi. Namun ketika Ibunda Khaled
mengunjungi kami di Kanada, saya dapati beliau sebagai pribadi yang
tulus dan penuh kasih. Beliau memperlihatkan sikap dan perilaku Islami
begitu tepatnya kepada saya. Beliau juga menumbuhkan semangat saya
menjadi sangat tinggi melalui keteladan yang utama. Kesimpulan saya, jika
ibu mertua dan menantu perempuannya sama-sama mengikuti ajaran Islam,
tak akan timbul pertentangan diantara mereka.
Tak lama berselang, kami pindah ke kota lain di Kanada. Di kota ini
saya bekerja sebagai guru taman kanak-kanak di sebuah sekolah Islam, dan
juga ambil bagian dalam mengajarkan pengetahuan dasar Islam kepada
anak-anak. Pekerjaan ini sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri karena
membantu kristalisasi ajaran Islam terhadap akal-pikiran saya sendiri.
Berbagi sedikit ilmu yang saya ketahui juga merupakan hal yang sangat
menggembirakan hati.
Selang beberapa tahun kemudian, kami kembali ke kota Edmonton.
Di kota ini, bekerjasama dengan beberapa orang teman, kami telah
mendirikan Pusat Informasi Islam. Disini terdapat tiga ribuan buku, dan
banyak juga kaset dan video perihal Islam. Terdapat juga layanan internet
gratis dalam hal informasi Islam. Pusat ini layaknya sebuah perpustakaan.
Setiap hari banyak kaum Muslim maupun Non-Muslim berkunjung ke
tempat ini. Kami berdo�a, semoga Allah mencurahkan bimbingan dan
petunjuk-Nya lebih banyak lagi kepada umat manusia melalui fasilitas
layanan yang kami sediakan ini dan menerima usaha yang kami lakukan
dengan rendah-hati ini. Perlu saya tambahkan pula bahwa, suami saya juga
menyiarkan sebuah acara TV Islami setiap minggu. Putra kami yang
termuda sangat antusias membantu ayahnya dalam proyek ini.
72
Mengakhiri kisah ini, secara jujur saya mengakui bahwa, setelah
memeluk Islam kehidupan saya menjadi sangat penuh kedamaian. Saya
begitu puas dengan kehidupan yang saya jalani dan berharap agar saya
lebih berkembang dalam ilmu dan amal islami. Saya tidak berkeberatan
untuk berbagi pengalaman keIslaman saya dengan orang lain. Alamat email
saya adalah: "mailto:jsehbai@hotmail.com.
______________________________
Cahaya Hidayah Terbit Di Lomba Debat�
TIMOTHY SENSINYI
Timothy berasal dari Kerajaan Lesotho, sebuah negara kecil yang
terletak tepat di sebelah Utara negara Afrika Selatan. Ia menuturkan
kisahnya sebagai berikut:
Pendidikan Dasar
Saya dilahirkan pada tahun 1972 di sebuah desa bernama Maseru
yang berjarak dua-belas kilometer dari Ibukota Lesotho. Pendidikan dasar
dan menengah pertama saya peroleh di sekolah Katolik yang berada di
dekat desa saya. Meskipun ada kewajiban dari sekolah untuk muridnya
supaya hadir ke Gereja Katolik setiap hari Minggu, saya seringkali
menghindar. Namun, terkadang saya bersama dengan nenek menghadiri
kebaktian di gereja Protestan.
Di sekolah lanjutan atas, saya mendapatkan kesempatan untuk
belajar di sekolah berasrama yang terletak delapan kilometer dari kota asal
saya. Sekolah ini diselenggarakan oleh Gereja Penginjil Lesotho. Induk
gereja ini berada di Perancis dan dikenal dengan nama Parish Evangelical
Misionary Society; disingkat PEMS. Disini terdapat seorang pendeta muda
usia yang amat rajin memberikan pendidikan Kristiani kepada kami. Ia
pernah berkata kepada murid-muridnya, �Seandainya gereja tidak
membiayai pendidikan saya, tentu saya telah menjadi seorang Muslim
sebab inilah satu-satunya Agama yang sejalan dengan ajaran Kristiani.�
Sebelum ia katakan hal ini, saya tak kenal sedikitpun perihal Islam. Kepala
Sekolah ditempat saya belajar adalah seorang yang baik budi, ia
mendukung kami untuk ambil bagian dalam sebuah acara debat dengan
topik-topik semisal �Hidup membujang lebih utama daripada Menikah�.
Saya telah terbiasa ikut andil dalam debat-debat semacam ini dengan
semangat tinggi.
Pendidikan Tinggi
Saya memperoleh beasiswa dari pemerintah untuk belajar di akademi
teknik selama dua tahun. Kampusnya terletak dekat dengan Johannesburg
Afrika Selatan. Disini, saya berhasil meraih gelar dibidang Manajemen
Pemasaran. Banyak peristiwa menarik terjadi selama saya belajar disini.
73
Bangunan gereja-gereja PEMS memiliki ciri-ciri khas. Didekat
asrama saya terdapat sebuah gereja PEMS. Sayapun bergabung dalam
kegiatan gereja ini dan mulai mengajar kelompok remaja hal-hal yang
pernah saya pelajari dari gereja terdahulu. Saya tidak mampu menyanyi
dengan baik. Maka saya mengusulkan beberapa kegiatan debat agar
diselenggarakan di gereja. Merekapun meminta ijin kepada Pendeta
setempat. Sang Pendeta menyetujui bahkan sangat bersemangat
mempromosikan kegiatan ini.
Kegiatan Debat
Delapan regu telah terbentuk untuk kegiatan ini. Setiap regu
beranggota empat orang, dua remaja putra dan dua remaja putri. Topik
ditentukan oleh Pendeta. Acara Debat berlangsung setiap hari Minggu,
dihadiri oleh jamaah gereja. Pemenang debat mendapatkan berbagai
macam hadiah, diantaranya Kitab Bibel dalam bahasa Lesotho.
Sebuah gereja PEMS di lingkungan terdekat juga membentuk empat
regu debat. Mereka biasanya mengadu regu pemenang dari gereja mereka
melawan regu-regu pemenang dari gereja kami. Saya ikut serta dalam
pertandingan ini. Topik pertama dalam debat itu adalah �Trinitas� (Tiga
Yang Tunggal). Regu saya ditugasi membuktikan bahwa Trinitas adalah
konsep yang salah.
Secara kebetulan, saya berjumpa dengan seorang pemuda bernama
Ndavu di rumah seorang teman. Ia memberi saya rujukan lengkap ayatayat
Bibel untuk mendukung pandangan regu kami. Sangat mengagumkan
kami bahwasanya Ndavu menghafal ayat-ayat ini di luar-kepala. Saya telah
membaca kitab Bibel versi King James, mulai bab Kejadian hingga
Wahyu. Namun setelah membaca lagi ayat-ayat yang dirujuk itu, saya
sadari bahwa saya tidak memahami Bibel. Saya berikan beberapa dari ayatayat
rujukan itu kepada teman satu regu, merekapun sangat gembira.
Akhirnya, regu kami pun memenangkan lomba debat.
Topik dalam debat yang ke-dua adalah, �Yesus � Benarkah Ia anak
Tuhan?� Regu kami menjadi penentang pandangan ini. Sekali lagi saya
menemui Ndavu dan iapun memberikan rujukan lengkap dari Bibel sehari
kemudian. Dan, regu kami pun memenangkan sesi debat ini.
Topik debat yang ke-tiga bertajuk �Keaslian Kitab Bibel�. Team
kami bertugas membuktikan bahwa kitab ini bukanlah kitab otentik
mengingat bahwa banyak pertentangan didalamnya. Ndavu membantu
kami lagi, dan kami juga menjadi pemenang sesi debat yang ke-tiga ini.
Para jamaah gereja menganggap debat itu sebagai hiburan ataupun sekedar
sebuah latihan kecerdasan intelektual.
Saya jadi mengenal banyak pertentangan dalam Kitab Bibel versi
King James. Begitu pula halnya pertentangan antara Bibel berbahasa
74
Inggris dengan Bibel dalam bahasa Lesotho. Ini semua menggoncangkan
keimanan saya.
Saya bertanya kepada Ndavu, �Kamu jamaah gereja mana?� Ia
menjawab, �Saya tidak ke gereja manapun juga, sebab para pendeta tidak
mengajarkan kebenaran dan mereka tidak merujuk ayat-ayat.� Ia balik
bertanya kepada saya, �Apakah yang kamu yakini dalam hal ketuhanan?�
Saya katakan, �Saya percaya kepada Tuhan yang tersebut dalam perintah
pertama untuk Musa. Misalnya, didalam Markus 12:28-30 dikatakan
�Perintah pertama berbunyi: Dengarlah wahai Israel, Tuhanmu adalah
Tuhan yang Tunggal, dan hendaklah engkau mencintai Tuhan, Allah-mu
dengan sepenuh hatimu, dan seluruh jiwamu, dan seluruh akalmu, dan
segenap kekuatanmu.� �
Ketika ia telah memahami pandangan saya perihal ketuhanan, iapun
menceritakan perihal saya kepada beberapa temannya.
Kunjungan Seorang Asing
Di suatu hari Sabtu di bulan Maret 1996, seorang pemuda datang
kerumah saudara saya. Ia mengenakan pakaian berwarna putih dan peci
berwarna putih juga. Inilah pertama kalinya saya melihat seorang Afrika
berpakaian sebagaimana beberapa orang India. Pemuda itu berkata, �Saya
sengaja datang untuk menemuimu saudaraku sesama Muslim.� Saya
katakan, �Saya bukan seorang Muslim sebab saya tak tahu apapun perihal
Islam selain bahwa Islam adalah agama orang-orang India.� Ia pun
menegaskan, �Saya memberitahukan kepadamu, bahwa kamu adalah
seorang Muslim.� Saya sorongkan kursi kepadanya dan
mempersilahkannya untuk duduk agar kami bisa santai bercakap-cakap.
Mudah sekali bercakap-cakap dengannya karena ia dapat berbicara
menggunakan bahasa daerah saya. Saya minta tolong kemenakan
perempuan saya untuk membelikannya minuman ringan. Ia menolak
menggunakan gelas yang biasanya kami gunakan. Ia lebih suka minum
langsung dari botolnya. Saya pun bertanya, �Mengapa kamu tidak mau
menggunakan gelas kami?� Ia menjawab, �Saya khawatir gelas itu pernah
digunakan untuk minum minuman beralkohol.� Ia benar. Maka saya minta
tolong kemenakan perempuan saya untuk membeli gelas baru untuk kami
karena saya pun membenci alkohol semenjak saya meninggalkan minum
minuman beralkohol pada tahun 1988.
Ia bertanya, �Bagaimanakah imanmu kepada Tuhan?� Saya katakan,
�Saya mengimani Tuhan sebagai satu-satunya Pencipta, satu-satunya yang
patut disembah, tidak beristri dan tidak butuh makan dan minum untuk
menjaga kelangsungan hidup-Nya. Dia tak memiliki orangtua. Itu semua
disebutkan didalam Bibel.�
Ia bertanya kepada saya soal Trinitas. Saya katakan kepadanya,
�Diantara berbagai ajaran ayahku kepadaku adalah, Tuhan itu Esa dan
75
tiada satupun bandingan bagi-Nya. Saya lebih mempercayai ayah saya
daripada orang-orang lain. Menurut pemikiran saya, konsep Bapa, Putra
dan Roh Kudus didalam Trinitas saling bertentangan satu sama lain.�
Pemuda itu pun berkata, �Demikianlah Islam.� Betapa terperenjatnya saya
waktu itu, sebab sebelum itu pengertian saya tentang Islam adalah bahwa
Islam hanyalah agama bangsa India.
Pemuda itu menambahkan, �Jika kita menilik didalam Bibel, ajaran
Kristus (Al-Masih) adalah Islami. Kontradiksi antara ajaran gereja dengan
ajaran Kristus adalah karena Paulus yang membubuhkan banyak aturan dan
hukum dalam epistel (surat-surat) yang ditulisnya.� Saya percaya apa yang
dikatakan pemuda ini. Kemudian ia bertanya, �Adakah keinginan pada
dirimu untuk menjadi seorang Muslim, atau untuk mengenal Islam?� Saya
jawab, �Sesungguhnya, Ya!� Ia katakan, �Saya mempunyai seorang teman,
seorang guru yang pengetahuannya perihal Islam lebih baik.� Saya
katakan, �Saya ingin bertemu dengannya.� Maka kami berdua berangkat
menemui temannya karena jarak ke tempat temannya itu hanyalah
tigapuluh menit berjalan-kaki dari rumah saya.
Mengucapkan Syahadat
Sampai di tempat tujuan, saya melihat orang yang dimaksud sedang
mengajar sekelompok pelajar dalam bahasa Inggris. Saya dengarkan
pelajaran yang ia sampaikan dengan penuh perhatian. Sekitar satu jam
kemudian mereka berhenti belajar dan melakukan shalat. Saya hanya
duduk disana memperhatikan yang mereka sedang kerjakan. Seusai shalat
para pelajar itu pulang ke rumah masing-masing. Tinggallah saya, sang
guru, dan pemuda teman saya berada disitu. Kami saling memperkenalkan
diri. Sang guru bernama Abdur Rahman, pemuda tamu saya bernama
Haroon. Sheikh Abdur Rahman menerangkan kepada saya makna
Syahadat. Begitu saya mengetahui arti kalimat Syahadat dalam bahasa
Inggris, sayapun mulai mengimani kalimat ini dalam hati saya. Sheikh
berkata, �Kamu boleh pulang dan memikirkan kalimat itu. Kamu boleh
mengikuti pelajaranku kapan saja kamu anggap perlu.� Saya katakan
kepadanya, �Sekarang saya telah mengerti Syahadat dan oleh karena itu
saya ingin menjadi seorang Muslim.� Ia berkata, �Jangan tergesa-gesa
mengambil keputusan.� Saya katakan kepadanya, �Apa yang anda dan
Haroon sampaikan kepada saya perihal Islam adalah sama dengan yang
telah diajarkan ayah saya perihal ajaran Kristiani yang sejati kepada saya.
Maka saya hendak mengikrarkan keIslaman saya.� Pada saat itu juga saya
mengucapkan dua kalimat Syahadat; dan segala puji bagi Allah; saya telah
menjadi seorang Muslim. Sheikh mengajarkan kepada saya cara berwudhu
(mensucikan diri menggunakan air). Ia menyarankan agar saya pulang ke
rumah, mandi dan kembali lagi kemari pada jam 4.00 sore untuk
76
bersyahadah di hadapan para jamaah. Saya memilih nama Abdullah
Sensinyi untuk nama saya yang Islami.
Sheikh mengajari saya setiap hari dari Ashar hingga Maghrib selama
dua minggu. Setelah itu, ia berangkat ke luar negeri untuk menempuh
pendidikan tingkat lanjut. Saya hanya sempat belajar Suratul-Fatihah
dalam bahasa Inggris, inilah yang selalu saya baca didalam shalat saya
selama sekitar satu tahun. Sangatlah sulit untuk mendapatkan pegajar
agama Islam di sekitar tempat tinggal saya.
Suatu hari saya sedang berjalan-jalan melihat-lihat di pertokoan dan
saya mendapati seorang pemuda India yang berdagang pakaian-pakaian
jadi di tokonya. Saya bertanya kepadanya, �Apakah anda Muslim?�
Dengan bangga ia menjawab, �Ya.� Saya katakan kepadanya, �Saya juga
seorang Muslim.� Saya pun memintanya menjelaskan perihal Islam kepada
saya. Ia berkata, �Pengetahuan saya tentang Islam sangat sedikit.� Saya
tanyakan kepadanya, �Adakah masjid di sekitar sini?� Ia menjawab, �Ada
satu, tetapi anda bisa melakukan shalat dhuhur di toko saya berjamaah
dengan saya.� Ia juga mengajak saya untuk berkendara bersamanya pergi
ke masjid untuk shalat Jum�at setiap minggu. Saya lakukan hal ini secara
teratur selama setahun.
Sholat Ied Pertama
Sejauh itu, saya belum mengenal apapun perihal Puasa dan Ied.
Suatu hari Haroon menelpon saya dan memberitahukan bahwa akan
dilaksanakan Shalat Ied esok hari. Saya pun mengikuti shalat Ied dan
merayakan Iedil Fitri. Saya berjumpa dengan banyak Muslim Afrika dan
juga kaum Muslim dari suku saya. Saya juga berjumpa dengan Ndavu
disana, inilah pertama kalinya saya mengetahui bahwa ia pun telah
memeluk Islam. Ia memilih nama Bilal untuk nama Islaminya. Saya
bertanya kepada Bilal, �Bagaimana kamu belajar merujuk ayat-ayat Bibel
yang kamu gunakan untuk membantu saya di acara debat?� Ia menjawab,
�Rujukan itu tertulis didalam dua buah buku karya Sheikh Ahmad
Deedat.� Ia hadiahkan buku-buku itu kapada saya dan juga Terjemahan
Kitab Suci Al-Qur�an dalam bahasa Inggris oleh Abdullah Yousuf Ali.
Inilah pertama kalinya saya mengikuti kegiatan sosial Islam. Saya dapati
semua orang amat sangat berbahagia dan mereka sangat baik terhadap
saya. Seusai shalat Dhuhur kami kembali ke tempat tinggal kami. Saya
menyelesaikan kuliah pada bulan Juli tahun 1997 dan kembali ke Lesotho.
Pendidikan Dasar Islam
Saya mengetahui seorang tetangga saya di desa biasa menulis
dengan huruf Arab. Maka saya tanyakan kepadanya, �apakah anda
Muslim?� Ia menjawab, �Benar.� Kemudian ia menambahkan,
�Sayangnya, saya tidak menjalankan ajaran Islam.� Ia memberitahu saya
keberadaan Masjid Thabong di Ibukota. Di suatu pagi kami berdua berjalan
77
kaki sejauh duapuluh kilometer untuk belajar Islam di masjid ini. disini
menyelenggarakan sekolah Islam pada setiap akhir pekan. Saya bersama
tetangga saya, Basheer, dapat mengikuti pelajaran karena pihak masjid
menyediakan sarana transportasi untuk kami. Atas bimbingan dan saran
dari guru saya, Tn. Mahmood, saya dapat diterima mondok di sekolah
berasrama yang bernama Assalam Educational Institute (Lembaga
Pendidikan Assalam) di Braemar yang terletak sekitar 150 km. dari kota
Durban. Saya belajar disini selama delapan bulan dan selanjutnya saya
kembali ke rumah. Wakil Kepala Pendidikan memberi saya Kitab The
Noble Qur�an (Al-Qur�anul Karim) dengan terjemahan dalam bahasa
Inggris oleh Dr. Mohsin Ali.
Mendakwahkan Islam
Untuk menunjang kebutuhan hidup, saya mulai berjualan pakaian.
Saya juga mulai mensyiarkan Islam. Saya lakukan ini bekerjasama dengan
Basheer tetangga saya. Atas Rahmat Allah, dalam satu tahun dua belas
keluarga memeluk Islam melalui usaha kami yang tak seberapa.
Saya dan Basheer mengajukan permintaan kepada pemancar siaran
radio daerah kami agar menyediakan waktu bagi kami untuk
memperkenalkan Islam. Radio Pemerintah mengijinkan perwakilanperwakilan
dari kaum Muslim, Kristen, dan kepercayaan Bahai, untuk
menyiarkan presentasi ringkas di radio. Siaran selalu diikuti dengan
telepon dari pendengar dan masing-masing agama dapat mempertahan
pandangan mereka masing-masing.
Jaringan Televisi Lesotho mengundang saya dan Basheer untuk
menyajikan perihal Iedil Fitri kepada pemirsa. Acara ini mendapat
sambutan hangat dari umat Muslim dan banyak dari kaum Kristiani yang
menjadi sangat ingin tahu lebih banyak perihal Islam. Sementara itu, Abdul
Karim, seorang akhi Muslim dari Tunisia, membeli waktu-siar di sebuah
radio swasta bernama Joy FM Voice of America, di Ibukota. Ia
mengundang saya dan seorang akhi bernama Rafiq, untuk mengisi acara
mingguan perihal Islam. Kami menjalankan acara ini selama lebih kurang
satu tahun.
Sebuah delegasi dari Saudi mengunjungi Ibukota kami. Atas arahan
dan pertolongan akhi Mahmood dan akhi Abdul Karim, Saya melamar
untuk belajar ke Universitas Islam Madinah Al-Munawarah pada tahun
1999. Satu setengah tahun berlalu, tak ada jawaban atas lamaran itu. Saya
mulai bekerja di perusahaan konstruksi jalan yang cukup jauh dari tempat
tinggal saya. Penyelia saya membuat hidup saya terasa lebih menderita
akibat pemikiran saya yang Islami. Abdul karim menasehati agar saya
berpuasa dan lebih banyak membaca Al-Qur�an supaya Allah mengangkat
kesulitan yang saya hadapi. Mulailah saya lakukan puasa sunnah Senin-
Kamis dan memperbanyak membaca Al-Qur�an.
78
Atas persetujuan lembaga yang berwenang, saya juga memulai
mengajar pada kelompok belajar beranggotakan sekitar seratus narapidana
setiap Minggu sore. Para narapidana berhasil mengeluarkan pendeta
pengajar mereka yang berasal dari Assembly of God karena sang pendeta
tidak mengijinkan mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Saya
mengajar disana selama tiga bulan dan kemudian saya harus berpindah dari
tempat itu.
Saya sangat bergembira mendapatkan surat penerimaan dari
Universitas Islam Madinah Al-Munawarah pada bulan Juli 2001.
Alhamdulillah, saya masuk universitas pada bulan September 2001. Disini
saya harus belajar bahasa Arab selama dua tahun sebelum melanjutkan
belajar Islam secara formal di universitas.
Saya sangat senang di Madinah Al-Munawarah. Beberapa sanaksaudara
saya pun telah memeluk Islam melalui dakwah yang saya
sampaikan. Semoga Allah SWT menerima amaliyah saya yang tak
seberapa ini dan menguatkan iman dan amal Islami saya.
Harapan Saya
Setelah menengok kembali peristiwa-peristiwa kehidupan yang saya
lalui, saya menyimpulkan bahwa fasilitas pendidikan Islam di negaranegara
Afrika amat sangat kurang. Mutu pendidikannya pun sangat rendah.
Maka tingkat kemajuan keberhasilan dakwah pun begitu lambat. Ini semua
melemahkan hati para Mualaf (para Muslim baru). Amat sangat sulit
mendapatkan guru-guru agama Islam yang tulus dan berbobot.
Oleh karena itu, saya berharap kepada para orangtua agar
mengarahkan sekurang-kurangnya satu dari anak-anak mereka yang cerdas
menjadi guru. Hanya para gurulah yang sanggup mengubah arah sebuah
bangsa. Saya juga menghimbau kepada para Muslim yang berkelimpahan
harta agar mendirikan lebih banyak lagi Lembaga-lembaga Islam dimana
mereka bisa dan sanggup mengelola secara profesional. Inilah, yang
sesungguhnya merupakan investasi terbaik dan ganjarannya pun sangat tak
terkirakan. Semoga Allah SWT membimbing kita ke Jalan-Nya yang
Lurus. Amiin.
___________________________________
Surat dari Zulia Muhammed, Nigeria
Akhi Imtiaz Ahmad, Assalaamu�alaikum.
Betapa beruntungnya saya telah dapat melaksanakan Ibadah Haji
pada tahun 2005. Dalam kesempatan itu saya mendapat sebuah buku karya
anda; REMINDERS (Peringatan Kepada Ulul Albab � Pent.); sewaktu di
Madinah. Jiwa saya tersentuh ketika membacanya dan saya pun membaca
tulisan-tulisan anda yang lain melalui situs (website) anda di internet. Saya
79
telusuri lembar demi lembar sampai saya selesai membaca seluruh isi buku
anda, betapa senang perasaan saya dapat menyelesaikan membaca
semuanya. Buku-buku itu sangat bermanfaat, memesona, dan
mengagumkan. Berjuta-juta terima kasih untuk anda Akhi Ahmad, atas
buku-buku yang istimewa dan juga kenikmatan yang telah saya peroleh,
dan juga yang diperoleh saudara-saudara yang lain di negara saya dengan
jalan membaca buku-buku anda itu.
Boleh jadi anda terkejut jika saya katakan bahwa saya baru
delapan tahun yang lalu memeluk Islam, dan ini merupakan pengalaman
hidup yang sangat istimewa sehingga saya selalu bertanya kepada diri
sendiri, mengapa saya tidak menjadi seorang Muslim sejak dulu.
Perjalanan saya menuju Islam adalah hal yang amat menarik. Saya
terlahir tahun 1969 dalam keluarga yang seutuhnya Kristen di Nigeria.
Kami delapan bersaudara, enam perempuan dan dua lelaki. Ayah kami
meninggal dunia di usia muda, pada tahun 1972. Keluarga kami pun
terpisah menjadi dua bagian, Ibunda kami dan beberapa dari kami
berpindah tinggal bersama saudara kandung lelaki dari ayah di kampung
yang jauh di pelosok, adapun dua orang kakak perempuan kami menetap di
kota bersama seorang bibi asuh.
Di tepi jalan menuju sekolah dasar dimana saya belajar terdapat
sebuah Masjid besar, saya sering memperhatikan kaum Muslim
bersembahyang dengan tata-cara yang seragam. Cara mereka
bersembahyang memperbesar ketertarikan saya terhadap agama ini. Kala
itu saya biasa mengatakan kepada ibu saya perihal keinginan saya untuk
berpindah agama, tentu saja beliau selalu menentang hal itu. Saya tidak
menginginkan beliau dirundung masalah apapun. Maka saya pun tetap
dalam agama Kristen namun didalam diri saya berketetapan hati bahwa
suatu hari saya pasti akan mengubah keyakinan saya.
Dua orang kakak perempuan saya tinggal di lingkungan Muslim.
Mereka begitu terkesan dengan kebersihan dan cara hidup kaum Muslim di
sekitar mereka, maka mereka berdua pun memeluk Islam dan menikah
dengan lelaki Muslim. Mereka pun memperoleh pendidikan Islam tingkat
lanjutan dan membesarkan anak-anak mereka dengan pengetahuan Islam
yang mantap.
Hal yang amat mengejutkan saya adalah, ibunda kami pun telah
memeluk Islam, bahkan lebih awal daripada saya, beliau terkesan atas hakhak
perempuan didalam Islam dan juga perilaku Islami yang mengesankan
dari kedua anak menantunya yang Muslim. Namun beliau tidak memaksa
anak-anaknya untuk masuk Islam. Ibu sangat meyakini bahwa semua anakanaknya
akan memeluk Islam dengan jalan menemukan keindahan Islam.
Sayapun kemudian mulai membaca buku-buku ajaran Islam dan
mengajukan berbagai pertanyaan seputar Islam. Saya menjadi amat enggan
80
untuk mengubah keyakinan lantaran membayangkan beraneka kewajiban
dalam Islam yang nampak memberatkan diri saya, seperti: Shalat Lima
waktu dalam sehari-semalam, membaca Al-Qur�an dalam bahasa Arab,
kewajiban berbusana Muslimah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.
Bahkan lebih ringan bagi saya untuk membangunkan Ibu dari tidurnya
ketika tiba waktu shalat, sementara sulit untuk mengajak diri saya sendiri
melakukan hal serupa.
Jujur saja, pada waktu itu saya tidak menjalani ibadah agama
apapun juga, saya adalah seorang insan yang tersesat. Akhirnya, pada
bulan Ramadhan tahun 1997 Allah membukakan hati saya untuk menerima
hidayah-Nya, dan saya pun memeluk Islam setelah melalui banyak
perenungan diri. Saya temukan kenikmatan, kedamaian fikiran dan
kebahagiaan karena saya rasakan telah terangkat beban berat yang selama
ini berada didalam benak saya.
Tentu anda turut merasa bahagia bahwa lima orang perempuan dan
seorang lelaki dari kami kakak-beradik, telah masuk Islam. Lebih jauh lagi,
banyak diantara sanak-saudara kami pun telah masuk Islam, lantaran
terkesan oleh perilaku Islami Ibunda kami maupun keluarga kami. Mereka
menganggap Ibunda kami bagaikan �Ratunya Islam�. Saya memohon ke
hadirat Allah semoga kami semua terpelihara di Jalan-Nya yang Lurus.
Amiin.
Sebagai penulis buku, saya ingin mengingatkan kepada saudaraku yang
secara tradisi terlahir beragama Islam bahwa, para mualaf ataupun
mereka yang kembali kedalam Islam telah mengikatkan diri mereka dalam
melaksanakan ajaran Islam dengan ketulusan dan kesungguhan tekad
yang amat besar walaupun harus menghadapi kerumitan dan benturan
dalam hubungan keluarga dan masyarakat. Saya berdo�a kepada Allah
SWT semoga dianugerahi-Nya kita dengan ketulusan dan kesungguhan
yang setara dengan mereka, saudara-saudara kita yang baru menemukan
Islam.
Imtiaz Ahmad,Website: "http://www.imtiazahmad.com"
81
AYAT-AYAT QUR�AN
Surat Az-Zumar; ayat 23:
>????? ? T�?� ?�S??T �/ f???�??o? � ? �???v? ?� S??S??S� S????? S=T ?????? ? �???�? �T? �_??�?? ?? �ST? �?_ �?? ? �?? �? �?��<v?� ? ??�??� ?8T ? ? S/?� ?� ]
?( ?? ?S??v �?? ? S/?� ?� ????p?S?� ??? S&?:�?? � ?? -???� ??�??? � ??�/?� ?�SS ?� ?v.?' &?�?/?� =? <??' ???v??� ?�S?S?�?S??S??? ?�SSS??S??S�
[ ]?�S
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur�an
yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya
kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang
kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah,
dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi
petunjuk baginya."
Surat Al-Maidah; Ayat 83~85:
??T? � ~??? ? ??S?? ?S~?�??� ??? = ??? ? ???S?=T v?� ??v??� ?8? ???� :�? ?�?S???? �?’??�? ]
?T? � S?�?? ??�??�? ? (84) ???�???? ?�v?� ?? ?( ?<v?� ?? �??S?T �/ �? ????a?�?S� ???� S??p?? ??
[ ????????�S?<v?� S?:�8 ?� ? ?v.?'? &�? ?~?? ? �?�???? ? a S=?? ? p????�??�
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul
(Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan airmata
disebabkan kebenaran (Al-Qur�an) yang telah mereka ketahui (dari kitabkitab
mereka sendiri); seraya berkata: �Ya, Tuhan kami, kami telah
beriman, maka catatlah kami bersama-sama orang-orang yang menjadi
saksi.� (atas kebenaran Al-Qur�an dan ke-Nabi-an Muhammad SAW).
�Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran
yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami
memasukkan kami kedalam golongan orang-orang yang shaleh?� Maka
Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan,
(yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, sedang mereka
kekal didalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat
kebaikan (yang ikhlas keimanannya)."
Surat Al-Hadid (57); Ayat 28:
�/_ ?S?? ?�S|?v? ???� ?? -???�??�/T ??? ???????p ??? ?�????p??S� -???? v?S?= ?� ?�?S???��?? ?�/?� ?�?S???? ??� ?�?S??��? ? �???v? ?� �?S?T �??�;?? ?� ]
[ ?�~?�/T ?/?S?? ?� S?�?�S/?�? &?�???v =( ???p ???? �? -???� ??S???? ?
�Wahai orang-orang yang beriman (kepada para Rasul), bertaqwalah
kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah
82
memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu
cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni
kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surat Shaad; Ayat 29:
[ �? ?? ? �<v??�??� ?�??v?? ??� = ??{? ?�?~?v? -???�?? ? ���? ?�;?S=?T �?�? ? ~??v �?= ?? �?S? ?� ?~?v??� S??? ? ?<v8 ???� �} ??? �?? ]
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat
pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."
Surat Fushshilat; Ayat 44:
f??�????? ?? v ? SS ??S?? %Rt??? �= �? Rt???�?�?��? ,?S??S�?? ? ���? OEp ????�S?? ��?( ?v ?�?S?v�? ??v? �?T? ~??�?�??� �?[ ??��?=( S?? S??? ?? ?<??� ???v? ]
f????�?S?� ?� ???;????v?? ??� &?[?� ?????~??� ? SS? ?=??�??T? ???
“Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur�an itu suatu bacaan dalam selain
bahasa Arab tentulah mereka mengatakan:�Mengapa tidak dijelaskan
ayat-ayatnya?� Apakah (patut Al-Qur�an) dalam bahasa asing, sedang
(rasul adalah orang) Arab? Katakanlah:�Al-Qur�an itu adalah petunjuk
dan penyembuh bagi orang-orang beriman. Dan orang-orang yang tidak
beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur�an itu suatu
kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang
dipanggil dari tempat yang jauh.”
PERINGATAN MENDESAK!
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika bersuci dengan air
(Wudlu):
1. Siku masih kering (belum terbasuh air)
2. Pergelangan kaki masih kering (tidak terbasuh air)
3. Ingatlah bahwa tanpa wudlu yang sempurna maka shalat tidak sah.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi didalam shalat:
1. Duduk diantara dua sujud hendaklah sempurna (harus ada jeda waktu)
2. Ketika sujud, jangan mengangkat telapak kaki walau sejenak. Begitu
pula hidung harus menyentuh lantai selama sujud.
3. Untuk lelaki, sewaktu sujud siku harus tidak menempel di lantai.
4. Jangan bergerak mendahului imam.
5. Berdirilah setegak mungkin pada waktu itidal (berdiri setelah ruku).
6. Jangan berlari sewaktu akan bergabung dalam shalat berjamaah.
Dapatkan koleksi ebook-ebook lain yang tak kalah menariknya

Bahtera Nabi Nuh A.S (The Great Noah Ark)

M a h a S u c i A l l a h

http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Bahtera Nabi Nuh A.S
(The Great Noah Ark)
Rujukan asal dari : http://www.variasari.cjb.net/
Artikel telah di edit tanpa menjejaskan artikel sebenar.
Gambar : Bahtera Nabi Nuh AS di gunung Ararat.
Di sebuah gunung yg sentiasa diselimuti salji yg terletak di Timur Turkey, tersembunyi sebuah misteri
‘berharga’ yang berusia lebih 5000 tahun Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja
menarik minat para pengkaji sejarah malah pihak perisik US seperti CIA/KGB pun cuba
menyelongkar. pihak2 CIA telah menggunakan satelite dan pesawat ‘Stealth’ utk mengambil gambar
objek yg terdampar di puncak gunung itu.
Gambar2 itu telah menjadi ‘rahsia besar’ dan disimpan rapi dgn kawalan yg ketat bersama dgn
‘rahsia2′ penting yg lain di Pentagon. Sudah beratus2 org cuba mendaki Gunung Aghi-Dahl yg
bermaksud ‘Gunung Kesengsaraan’atau dgn nama petanya iaitu Mount Ararat, namun hanya
beberapa2 kerat saja yg berjaya.Yang sebahagian besarnya selebihnya hanyalah menjadi korban.
Sehingga ke hari ini, cuma ada beberapa orang pendaki shj yg berjaya sampai ke puncak Mt.Ararat
dan dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri kesan artifak peninggalan purba yg ‘mahaberharga’
itu.Ada sesetengah pendaki dapat mengambil gambar.
Apa yg masih menjadi tanda tanya,kesemua orang2 yg berjaya membawa balik gambar tersebut
telah ditimpa berbagai2 bencana. Ada diantara mereka telah dibunuh dgn penuh misteri.Hanya
semata2 kerana gambar tersebut. Memang ramai org yg telah mengambil gambar kesan sejarah
‘Noah’ itu telah mati misteri.
Soalnya sekarang, mengapakah ‘kuasa2 besar’ mahu merahsiakan gambar peninggalan lama itu dan
menyimpannya di tempat2 rahsia tentera ?. Mengapa mereka tak mau mengesahkan bahawa
peninggalan ‘Noah’ benar2 ada di puncak Mt .Ararat itu ? Pada masa yg sama mereka juga menafikan
bahawa itu sebenarnya adalah The Great Noah Ark ! Pyramid Sphinx di Giza sendiri pun telah
tertimbus dalam pasir selama lebih kurang 2000 tahun sebelum dijumpai,kerana selama itu orang
menafikannya.
Samalah The Great Noah Ark tu pun.Ia tertimbus di bawah salji selama hampir 5000 tahun dan
selama 5000 thn itu jugalah misteri itu sedang menunggu masa utk dibongkar.
Sebenarnya, zaman Nabi Noah AS dulu tidaklah seprimitif yg kita semua bayangkan. Hakikatnya pada
zaman itu they all dah maju ke depan. Pengetahuan Sains mereka dah maju pada masa itu. Di kaki
Mount Ararat itu sahaja pun, Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500
kesan artifak bateri elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan logam.
Mengikut kiraan ahli anstronomi secara berkomputer.Noah AS mula membina bahteranya pada tahun
2465 B.C dan hujan mula turun pada tahun 2345 B.C
Rupa bentuk The Great Noah Ark itu sebenarnya tidak sama dengan bentuk kapal laut yang ada
didunia sekarang. Mengikut para pendaki yg pernah melihat “Noah Ark” di puncak Mt.Ararat itu, Noah
Ark memang sebuah bahtera besar yg cukup hebat. “Noah Ark” itu diperbuat drp spesis kayu purba
yg memang sudah tidak ujud lagi di dunia ini. Ia diselaputi syelek, bebentuk ‘kotak kasut’, tidak
cantik, tapi sangat berfungsi.
Ia telah dibina seluas 300 cubit X 50 cubit X 30 cubit. Untuk pengetahuan anda cubit itu adalah satu
kiraan jarak panjang diantara siku dgn jari yg digunakan oleh orang2 zaman dahulu. Bersamaan 18
inchi bagi 1 cubit, bermakna panjang “Noah Ark” ini adalah lebih kurang 450 kaki,75 kaki lebar,45
kaki tinggi.
M a h a S u c i A l l a h Page 2 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Ada juga Para Pengkaji berpendapat,”Noah Ark” berukuran satu dan satu setengah padang bola.
Bumbung bahtera itu pula adalah seluas 20 padang bola keranjang. Keluasan dalamannya cukup utk
memuatkan 170 gerabak ketapi. Ia memerlukan sebanyak 9000 hingga 13000 batang balak utk
membinanya. Dan dianggarkan seberat 4,100 tan.
Hari nih terdapat lebih kurang 1,072,000 haiwan dari pelbagai spesis di dunia ini.Mengikut kajian
Dr.Whitcomb, dianggarkan kira2 3,700 binatang mamalia,
8600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great Noah Ark itu.Berat
kargo/muatan bahtera itu mungkin lebih kurang 24,300 tan.
Di sebalik fakta saintifik, anda perlu ingat:
Perumpamaan Ahlul Baytku ibarat Bahtera Nuh. Sesiapa yang ikut berlayar bersamanya dia akan
selamat, dan sesiapa yang enggan dan terlambat, dia akan tenggelam. (Ibnu Hajar, Zawaid Musnad
al-Bazzar, hlm.277;Al-Tabrani, al-Mu’jam al-Kabir, Juzuk I, hlm.168)
Gambar : Angaran saiz Bahtera Nabi Nuh AS dgn sebuah rumah.
The Great Noah Ark ini berada di Mt.Ararat, dimanakah agaknya ia dibina dan berapa jauhkah ianya
telah belayar ?
Mengikut seorang pengkaji ‘Noah Ark’ ini, bahtera itu telah dibina disebuah tempat bernama
Shuruppak, iaitu sebuah bandar yg terletak di selatan Iraq. Jika ia dibina di selatan Iraq dan akhirnya
terdampar di Utara Turkey ini bermakna ianya telah ditolak arus sejauh 520 batu. Mount Ararat
Mt.Ararat ini bukan sebarang gunung. Ia adalah sebuah gunung yg unik. Antara salah satu keunikan
yg terdapat pada gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah utara puncak
gunung itu.
Mt.Ararat ini ialah salah satu gunung yg mempunyai kemuncak yg luas di muka bumi ini. Ia adalah
gunung yg tertinggi sekali di Turkey. Gunung ini tegak sendirian dgn kemuncak dipanggil Ararat Besar
dgn ketinggian 16,984 kaki.Bersententangan dgn sebuah lagi kemuncak gunung yg dipanggil Ararat
Kecil setinggi 12,806 kaki menegak naik dari Bayazit Orang yg menaiki gunung ini akan dapat melihat
3 negara iaitu “Russia,Iran,Turkey”.
Kedudukan Mt.Ararat yg sememangnya strategik itu telah membuatkan ia menjadi rebutan banyak
negara pada suatu masa dahulu. Kalau korang tengok
CNN hari nih pun masih ada lagi perebutan sempadan antara tentera Turkey vs Puak2 Guerilla
Qurdish yg mahukan kemerdekaan dari kr’jaan Turkey.
Keluasan dasar [bawah] Mt.Ararat itu kira2 25 batu garis pusat.Garispusat kemuncaknya pula 17
hingga 22 batu persegi ditutupi air batu setebal kira2 200 kaki. Ketulan2 air batu sentiasa jatuh dan
tersilap langkah akan terjatuh jatuh ke dalam jurang Ahora.
Gambar : Sebahagian Bahtera Nabi Nuh AS dilitupi salji.
Sebuah ‘anchor’ purba yg besar telah ditemui di Khairouan, Tunissia. Menurut pengkaji, sauh itulah yg
digunakan oleh ‘Noah Ark’ semasa berlabuh di puncak Mt.Ararat. Sebuah ‘batu nisan’ yg didakwa
kepunyaan nabi Noah AS telah dijumpai di Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki
panjang.
M a h a S u c i A l l a h Page 3 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Pada tahun 1917,Maharaja Russia Tsar Nicholas II telah menghantar sejumlah 150 org pakar pelbagai
bidang yg terdiri dari jurutera, saintis dan tentera untuk mencari dan menyelidik The Great Noah Ark
tersebut.
Pasukan ekspedisi itu mengambil masa selama satu bulan utk sampai ke puncak Mt.Ararat itu.Segala
penat lelah mereka berhasil kerana akhirnya berjaya menemui ‘Noah Ark’ tersebut.
Dalam keadaan tergaman,kagum mereka mengambil gambar sebanyak yg mampu. Pasukan Saintis
Russia itu cuba mengukur size ‘Noah Ark’ dan didapati ‘Noah Ark’ itu berukuran 500 kaki panjang,83
kaki lebar dan 50 kaki tinggi [bahagian selebihnya tenggelam didalam salji]
Hasil dari siasatan itu telah dihantar pulang kepada Tsar, malangnya belum pun sempat laporan
siasatan itu sampai ke tangan baginda, Perang Bolshevik Komunist (1917) meletus. Laporan itu
akhirnya jatuh ke tangan General Leon Trotsky. Sehingga sekarang masih lagi belum diketahui
samada segala ‘laporan siasatan’ itu masih disimpan atau dimusnahkan.
Gambar : Bahtera Nabi Nuh AS menurut gambaran pendaki.
Artikel Pengalaman-pengalaman Menarik Para Pengkaji Noah Ark.
l Catatan seorang Pendaki dan Pengkaji “Noah Ark” di Mount Ararat. (Dr.John Morris)
Banyak sungguh halangan utk mencari The Great Noah Ark.Saya dah daki banyak gunung lain di
dunia dan saya dah daki Ararat nih sebanyak 13 kali sebelum berjaya. Saya cuma nak ingatkan
“Mt.Ararat nih memang sebuah gunung yg meragut nyawa”. Kalau dari sebelah selatan,Mt.Ararat ini
adalah seperti kon air batu, dari sebelah berlawanannya pula terdapat sebuah lurah yg dipanggil
“Lurah Ahora”, terdapat dinding2 batu yg curam.Bahagian yg curam itu sememangnya sukar utk
didaki.
Mt.Ararat ialah sebuah gunung berapi yg telah meletus beberapa kali semenjak peristiwa ‘banjir besar
Noah” itu dulu.Puncaknya ditutupi dgn air batu seluas 17 batu persegi glasiar dan penutupan ke
bawah ke paras 14,000 kaki. Semasa glasiar itu bergerak turun, ia juga membawa sama bekas
kepingan lahar gunung berapi dan terjadinya batu runtuh.
Memanjat dari arah air batu yg meluncur itu memang susah. Bermacam� masalah akan timbul. Tanah
runtuh, cuaca ganas, anjing serigala liar, beruang gunung beserta ular� berbisa sering datang
menganggu.
Puncak gunung yg setinggi 17,000 kaki yg ditutupi dgn airbatu itu pula selalu terjadi cuaca yg tidak
menentu. Di situ angin bertiup kencang, suhu amat sejuk dan sebarang cecair akan menjadi beku
tersejat.
Setiap petang terdapat kilat yg diikuti angin,hujan dan salji.Angin yg bertiup biasanya 100 batu/jam.
Pada suatu malam saya pernah alami suhu menurun sehingga negatif 40 darjah Celsius dan angin
bertiup selaju 80 batu sejam. Cuaca sahaja pun telah membuat kita cukup sengsara. Oleh kerana
Ararat ialah sebuah gunung berapi,gas yg keluar dari gunung itu ialah gas beracun yg boleh
mendatangkan masalah utk kami bernafas. Saya sendiri pun tinggal di puncak Ararat selama 1
minggu dan dlm keadaan susah utk bernafas.
Puak2 yg tinggal berdekatan dgn gunung juga turut memberikan banyak masalah kpd kami,kami
telah ditembak beberapa kali,oleh perompak. Guerrila Qurdish juga telah menggunakan gunung itu
sbg tempat persembunyian dalam pertelingkahan dgn kerajaan Turkey dan Timur Tengah. Kumpulan
kami tidak ada yg terkorban tapi kami menghadapi banyak masalah dan cedera parah.
Ramai org telah terkorban di gunung itu dalam mencari The Great Noah Ark. Pengalaman yg paling
pahit sekali ialah ketika kami berada di paras 14,000 kaki. Kami terkena pancaran kilat. Akhirnya
M a h a S u c i A l l a h Page 4 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
kami berjaya juga sampai ke puncak Ararat dan menghabiskan masa selama 1 minggu utk mencari
The Great Noah Ark.
l Catatan Mr.Ronald Bennet, bekas jurufoto Whitehouse yg sekarang ini telah
bersara,tinggal di sebuah bandar -La Jolla,California
US.President-Jimmy Carter telah dijemput hadir ke Majlis Tahun Baru yg diadakan oleh Shah Iran di
Tehran. Ronald Bennet telah ternampak sesuatu berbentuk seperti ‘kotak kasut yg besar’ ditimbus
airbatu ketika Air Force One yg membawa President Jimmy Carter melintasi Mt.Ararat. [Air Force One
telah bertolak dari Washington DC menuju ke Warsaw, Poland pada 29th.Dec.1977 dan kemudiannya
ke Tehran pada 31th.Dec.1977]
“Saya adalah jurufoto dan wartawan ygb meliputi segala aktiviti Whitehouse selalu sahaja ikut
President Jimmy Carter ke mana� bagi membuat laporan tentang aktiviti US.President. Semasa
peristiwa itu berlaku, kami dalam perjalanan dari Poland ke Tehran. Semasa terbang diutara Turkey,
kami telah disuruh memandang ke tingkap. Pada masa yg sama ada beberapa buah pesawat MIG
Fulcrum USSR sedang mengiringi Air Force One yg kami naiki. Kami memandang ke tingkap kami
nampak dengan jelas “sebuah kotak panjang seperti bahtera yg besar sebahagiannya ditutupi dgn
airbatu.”
l Gambar The Noah Ark Yang Hilang
Seorang jurutera minyak telah menaiki helikopter di bahagin Utara Mt.Ararat kerana urusan
perniagaan.Tiba� terkejut melihat satu kotak besar yg panjang menyerupai bahtera terjulur keluar
dari air batu. Jurutera itu kemudiannya menyuruh pilotnya mendekatkan helikopter ke bahtera
sedekat yg mungkin bagi mengambil seberapa banyak gambar.
Dengan rasa bangga dan seronok dia menunjukkan segala gambar� yg telah diambil olehnya itu
kepad semua rakan� di Timur tengah dan Amerika. Dalam masa yg sama dia cuba mencari bantuan
kewangan utk menjalankan satu ekspidisi bagi mencari “Noah Ark”. Malangnya dia tidak berjaya dan
dgn rasa kecewa dia ke British Guyana dan membuka lombong minyak disitu.
Pada 27th.Dec.1962, Jurutera itu dijumpai mati dibunuh dgn keadaan badannya dijumpai terapung di
kolam renang hotel.
Kawan baiknya dalam membuat laporan Polis ada mengatakan bahawa almari tempat menyimpan
segala gambar/filem “Noah Ark” telah digeledah orang 10 hari sebelum kejadian.
Filem dan gambar Noah Ark telah hilang, ramai kawan baik jurutera itu mengesahkan yg mereka
telah melihat foto hitam/putih “Noah Ark” yg berukuran 8 X 10 inchi. Dan tidak menolak kemungkinan
di bunuh kerana foto tersebut.
l Pengakuan Paderi Kristian – Pastor Harold William dari Logansport, Indiana
Pengakuan dibuat pada sebuah media, ada seorang kawannya seorang imigran Muslim yg berbangsa
Armenia bernama Haji Yearam yg telah tinggal di kaki Mt.Ararat. Mengikut sejarah/tradisi,mereka ini
adalah keturunan terus menerus yg keluar dari ” Noah Ark ” itu dan tidak berhijrah ke mana�.
Keturunan Hj.Yearam sentiasa tinggal di kaki Mt.Ararat itu.
Beberapa ratus tahun selepas ‘bah besar’ , anak cucu keturunannya telah mendaki ke Puncak Ararat
utk memberi penghormatan dan melihat “Noah Ark” itu. Masa itu masih ada lagi laluan menuju ke
bahtera dan entah macamana laluan itu telah musnah dan tidak dapat dikesan kini.mungkin kerana
perubahan cuaca,gempa bumi dan sebagainya.
Semasa Hj.Yearam masih kecil,ada beberapa org bangsa asing telah datang ke rumahnya.Mereka ini
adalah orang yg tidak percaya dgn Al-Quran dan sebarang agama. Mereka adalah saintis,mereka dlm
perjalanan melakukan ekspidisi utk membuktikan bahawa cerita The Great Noah Ark itu adalah
berupa dongeng semata�.
Para saintist kemudiannya megupah bapa Hj.Yearam bagi menjadi pemandu ke Puncak Mt.Ararat dan
Hj.Yearam yg pada masa itu masih kecil pun turut serta. Waktu itu musim panas, airbatu salji yg
menutupi sebahgian Puncak Ararat mencair.
Selepas bersusah payah mendaki akhirnya mereka pun tiba di puncak. Dgn jelas “Noah Ark” kelihatan
seolah2 berada didlm tasik kecil. Air dari tasik kelihatan melimpah keluar turun kebawah Apabila
mereka sampai di tasik itu, jelas kelihatan sebahagian dari “Noah Ark”
itu tertonjol keluar dari airbatu.Para saintis kemudiannya meluru ke bahtera. Mereka tergaman dan
berasa malu.
M a h a S u c i A l l a h Page 5 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Seluruh behgian luar dan dalam “Noah Ark” itu diselaputi syellek atau lacker serta bahan pengilat yg
kuat dan tebal. Tidak kelihatan sebarang tingkap, terdapat hanya sebuah pintu besar tetapi daun nya
sudah tiada lagi. Para saintis kemudiannya marah. Mereka cuba mengopek kayu bahtera tersebut,
membuat unggun api bagi tujuan membakar dan memusnahkan “Noah Ark” tersebut Maha Suci Allah
dgn keadaan kekurangan pelbagai alatan segala usaha mereka itu sia�. Apatah lagi dengan keadaan
“Noah Ark” itu sendiri yg keras seperti batu. Kayunya tidak berupaya terbakar langsung.
Para saintist itu kemudianya memberi amaran kpd ayah Hj.Yearam agar merahsiakan apa yg mereka
tahu dan nampak jika maukan keluarga mereka selamat. Sebab itu dikala tuanya baru bercerita,itu
pun hanya pada org dipercayainya shj. Wallahuallam..
l Gempa Bumi
Pada 2nd.May.1883,telah berlaku satu gempa bumi menyebabkan batu dan ketulan runtuh dan turun
hingga menutup hampir keseluhuran kampung2 yg terdapat di kaki Mt.Ararat. Letupan gunung berapi
amatlah dasat,sehingga dikatakan keseluruhan
benua Eropah dapat merasainya.
Setahun kemudian, Kerajaan Turkey menghantar 1 kumpulan ekspidisi saintis bagi mengukur sejauh
mana kemusnahan yg di akibatkan darinya.
Seorang Inggeris Captain Gayscoyne yg juga merupakan seorg Duta British di Istanbul telah
memohon kpd kerajaan Turkey utk menyertainya. Diaamat bernasib baik kerana dapat melihat
kemunculan The Great Noah Ark itu. Bukan itu sahaja, malah pasukan saintis/juru ukur itu telah
dapat mengukur “Noah Ark” malangnya mereka tidak dapat mengukur dgn tepat dan lengkap kerana
sebahagian darinya diselimuti dengan airbatu dan hanya 20 hingga 30 kaki shj yg terjulur keluar.
Tetapi para saintis/juru ukur itu dapat masuk ke dalam “Noah Ark”.Apa yg mereka dapati ialah “Noah
Ark” itu diperbuat dari kayu balak purba yg sudah tidak wujud lagi spesisnya di dunia hari ini. Jarak
dari satu tingkat ke satu tingkat ialah 12 hingga ke 13 kaki.
l Pengalaman Ed.Davis
“Saya seorg Sarjan Master yg menjaga pembinaan dlm Kumpulan Perkhidmatan Khas Jurutera
Tentera di Utara Iran,pada tahun 1943 .Ketika sedang m’geluarkan batu dari kuari..budak berbangsa
Qurdish yg menjadi pemandu pasukan saya memandang kaki Mt.Ararat seraya berkata ” Ya,disitulah
kampung halaman dan tempat dimana org tua saya tinggal.Yang mana di puncaknya pula terdapat
“Noah Ark”..dan ayah saya tahu di mana letaknya “Noah Ark” itu”.
Saya terkejut dan berkata..”Benar?.. Boleh bawak saya kesana? ” Budak pemandu Qurdish itu
kemudiannya berjanji akan mengenalkan saya dgn ayahnya.
Suatu hari,budak Qurdish itu membawa ayahnya melawat saya. Dia memperkenalkan ayahnya. Nama
ayahnya Abbas.”Pada masa ini,”Noah Ark” masih tidak kelihatan. Dan apabila tiba masanya nanti
saya akan datang jemput awak..” kata Abbas.
Beberapa bulan kemudiannya Abbas datang menjemput saya.”Kita boleh pergi sekarang kalau nak..”
kata Abbas. Saya tidak buang masa dan inilah saat2 yg paling saya tunggu.
Kami seramai 8 org mula mendaki Mt.Ararat.Suhu amat sejuk dan tidak pernah seumur hidup saya
merasa sesejuk serta seletih itu. Jika saya tahu ianya seteruk ini sudah tentu saya tidak akan mahu
pergi.
Semasa kumpulan kami mendaki ke atas, kami berhenti di sebuah telaga. Saya diberitahu Abbas
telaga ini dinamakan Perigi Yaakub, memang telah menjadi adat beratus2 tahun Nenek Moyang
Abbas akan berhenti di “Perigi Yaakob” berdoa dan meletakkan seketul batu dia atas himpunan batu
yg diletakkan oleh orang2 yg menaiki Puncak Ararat sejak zaman berzaman dahulu lagi.
Kami pun meninggalkan “Perigi Yaakob” dan mendaki agak jauh dan melalui satu jalan yg digelar
“Pintu Belakang”.Itu merupakan jalan “short cut” agar perjalanan kami menjadi lebih cepat.
setelah beberapa hari mendaki Abbas menyuruh kami semua mengikat tali antara satu sama
lain.Mereka memberi satu tali panjang yg mempunyai satu tempat utk mengikat pinggang.Kami
semua mengikat pinggang kami dan saya berada di tempat ke 5. Dua org Qurdish sentiasa berada di
belakang saya seolah2 pengawal peribadi.Abbas telah kehilangan 2 org anak lelaki semasa mendaki
dahulu dan sebab itulah beliau sungguh berhati2.
M a h a S u c i A l l a h Page 6 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Saya rasa mereka yg lain semua ada p’laman mendaki gunung ini,sebab mereka semua tahu jalan2
yg mereka lalui w’pun keadaan suasana yg gelap.Hanya saya seorang sahaja yg asing dan berbangsa
Amerika.
Saya tidak mempunyai sebarang alat khas selain dari barang2 tentera.Saya lihat Abbas dan
rakan2nya mempunyai peralatan yg baik dan sesuai. Mereka semua dapat alat itu entah dari mana.
Abbas kemudiannya memberi cermin penutup muka kpd semua. Kami memakainya sepanjang
masa.Abbas juga memberi saya 1 keping logam bersinar yg buleh kami gunakan bagi memberi
isyarat.Abbas juga memberikan saya 1 lampu suluh yg akan digunakan sewaktu melintasi gua. Saya
diberikan wisel utk dibunyikan sekiranya memerlukan sesuatu bantuan dan dilarang sama sekali
berteriak dan meninggikan suara.
Kami tidur di dalam tidak kurang dari 6 buah gua. Semasa mendaki, kami hanya memakan bubur.
Saya sendiri tidak tahu apa isi bubur itu. rasa2nya seperti daging dan sayur shj. Pada dinding gua itu
terdapat lukisan2 purba. Hanya Abbas dan rakannya2 shj tahu apa makna lukisan itu.
Semua org masih terikat dgn tali antara satu sama lain. Malah ketika hendak pergi buang air besar
pun kami tidak dibenarkan sekali2 membuka tali.
Cuaca tidak elok semasa kami naik,sentiasa hujan dan berangin. kami berjalan dia atas batu dan ais
batu. Terdapat bermacam2 bahaya, kami selalu shj tergelincir dan jatuh. Mereka kata jika berlaku
sebarang kematian mereka tidak akan membawa mayat itu turun ke bawah. Sebab itu saya nampak
banyak tulang dan serpihan tengkorak manusia di dalam airbatu. [Memang mereka tinggalkan org yg
mati di atas gunung itu dan saya tidak tahu mengapa..]
Abbas dikatakan penjaga kepada “Noah Ark” itu semenjak turun temurun. Abbas kata dia tidak suka
jika ada org/bangsa asing naik ke gunung itu utk mencari/mengkaji “Noah Ark”. Dia kata setiap org
yg naik mahu mengopek dan memecahkan mana2 bahagian “Noah Ark” bagi tujuan membawanya
balik. Sedangkan org2 Qurdish ini tidak mahu “Noah Ark” itu di apa2kan. Pertama kali saya nampak
“Noah Ark”, ia seolah2 sebungkah batu biru yg sangat besar. Semakin dekat, barulah rupabentuknya
jelas kelihatan. Saya nampak bahagian hujung bahtera itu sudah berlubang pecah mungkin bekas
dikapak org.
Saya merasa sungguh kagum dan sedikit kecewa kerana tidak dapat menghampirinya. Hanya tuhan
sahaja yg tahu betapa ingin saya menyentuh dan berjalan2 di atasnya. Abbas menerangkan bahawa
“Noah Ark” itu mempunyai sumpahannya. Ada sesetengah org yg telah mendapat penyakit jantung
serta mati serta merta di dalamnya.
Sebenarnya sebahgian dari barang2 antik muatan “Noah Ark” telah pun diambil oleh nenek moyang
Abbas semenjak dahulu lagi. saya sendiri nampak beberapa barang antik berupa mangkuk besar
setinggi 2 kaki setengah,pasu,bikar,pinggan yg diperbuat dari kulit kerang,piring pelita,itu
dirumahnya. Mereka hanya setakat membenarkan saya tengok sahaja.
Abbas juga menerangkan pada saya,moyangnya telah menjumpai madu di dalam botol sewaktu
ekspidisi bersama saintis Turkey. Dan sekarang madu itu telah di hantar ke Switzerland dan disahkan
sbg madu asli.
l Kisah ED BEHLING.
Dalam tahun 1973 Ed Behling berada dalam Pasukan Tentera Udara yg. ditugaskan mengawal dan
memberi perlindungan semasa pembinaan kem tentera di Diaberker ,kira-kira 100 batu dari tengarra
gunung Ararat.. ia mempuyai kawan dari tentera turki Berketurunan Kurdish yg. bernama Mustafa.
(sebagaimana yg. diketahui orang kurdish dianggap “penjaga” gunung Ararat,,”Namanya Mustafa dan
dia juga seorang askar ketika itu dan saya tak mungkin dapat mencarinya lagi sekarang ini..” kata
Edward Behling.
Saya dan Mustafa telah mendaki ke puncak Ararat pada bulan hujung Mei. Sebenarnya Mustafa
sendiri pun langsung tidak pernah melihat “Noah Ark” itu sebelumnya,dan dia berjanji memujuk
Pakcik saudaranya yg juga bangsa Qurdish agar turut membawa saya bagi tujuan melihat “Noah Ark”
tersebut.
Saya tidak membawa ‘kamera’ kerana diberitahu pakcik Mustafa sangat berbahaya kerana “Noah Ark”
itu letaknya bersempadan dgn Russia, sementara saya sendiri pula berbangsa Amerika jika ditangkap
tentunya mereka semua akan mendapat susah. seperti yg telah dijangka, pada awalnya Pakcik
Mustafa agak keberatan membawa saya ke “Noah Ark”,apatah lagi saya ini berbangsa asing.[orang
Qurdish sememangnya sukar mempercayai org luar]
M a h a S u c i A l l a h Page 7 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
Saya betul2 hairan kerana ada satu kumpulan ekspidisi Noah Ark yg bertolak baru2 ini tidak menemui
Noah Ark walaupun menggunakan pemandu Qurdish. Dan saya syak mereka sengaja menunjuknya ke
jalan yg tidak betul. Percayalah, jika golongan tua tidak merestui nescaya golongan muda yg
memandu itu sekali2 tidak akan ingkar. Tidak ada sesiapa yg dapat menghampiri “Noah Ark” tanpa
kebenaran golongan tua Qurdish itu.
Setelah bangun awal, Pakcik Mustafa terus membawa kami ke sebelah kawasan gunung. Saya
meresakan seolah2 sedang melalui sebuah lorong di celah2 batu dan salji turun dgn sungguh lebat.
Pak Cik Mustafa itu seolah2 tahu dgn tepat segala laluan yg dibawanya. setelah beberapa lama
berjalan meredah lorong batu saya merasa teramat2 letih dan benar2 berharap mereka akan berhenti
rehat dengan tidak semena2 tetiba Mustafa berpaling ke arah kami dan menunjukkan sesuatu saya
tengok di satu lurah
50 kaki kebawah, Saya nampak sebuah binaan yang hitam dan besar . Ianya amat besar Salji yang
menutup bahagian atasnya telah cair. Bahagian depan Bahtera itu sudah pecah dan berlubang. Saya
tidak nampak sebarang pintu.Saya sendiri melihat benda sebesar itu terdampar di puncak Gunung
Ararat. Oleh kerana cahaya agak kurang.lubang yang terdapat di bahtera itu tidak kelihatan.
Bahtera itu berwarna hitam.Saya nampak ianya seperti satu kotak besar yang panjang. Saya nampak
150-200 kaki saja,selebihnya badan bahtera itu terkambus dengan salji. saya nampak bahagian
hujung bahtera itu sudah dtakuk atau dipecahkan. Ketebalan
dinding kapal itu lebih kurang 18 inci. Selepas memerhatinya, Pakcik Mustafa memberi isyarat untuk
bergerak. Kami tak dapat untuk melompat kebawah ditempat kapal berada kerana ianya terlalu jauh.
Kami tidak membawa tali , Saya memang nak sangat berjalan diatasnya tapi tidak ada peluang.
l Penemuan Dr Robert Ballard
Sekali lagi cerita dari al-Qur’an terbukti kebenarannya melalui kajian saintifik yang dijalankan oleh
barat. Sekumpulan pengkaji ukur bawah air (underwater surveyors) yang diketuai oleh Dr Robert
Ballard, yang juga telah menemui Titanic, telah menemui sebuah bangunan lama berusia kira-kira
7500 tahun di dasar Laut Hitam, 12 batu dari pantai Turki. Mereka telah menemui struktur bangunan
dari batu dan kayu beberapa ratus kaki dari paras air. Penemuan mereka menjadi bukti terhampir
kejadian banjir besar di zaman Nabi Noh seperti diceritakan di dalam al-Qur’an dan juga Old
Testament.
Ahli sains percaya penemuan tersebut membuktikan kewujudan sebuah kawasan penempatan yang
telah tenggelam disebabkan
banjir besar yang melanda sekitar tahun 5000 sebelum masihi. Menurut teori mereka, banjir besar
tersebut disebabkan pencairan glasier dari tanah tinggi di Eropah. “Ia merupakan penemuan yang
sangat menakjubkan” kata Dr Ballad di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk
“Research Ship Northern Horizon”.
Beliau menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air yang meninjau 300 kaki di bawah paras air
telah menemui kawasan segiempat berukuran 12 x 45 kaki persegi di mana terdapatnya sebuah
struktur daripada kayu dan tanah liat yang telah runtuh. “Beberapa artifak yang ditemui di situ
tersimpan rapi tanpa diusik terdiri daripada bim kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan
dari batu yang telah runtuh dan diselaputi lumpur”
kata Dr Ballard. Kumpulan pengkaji Dr Ballard memulakan kajian di kawasan tersebut setelah dua
kapal selam pakar geologi dari Universiti Colombia di New York mencadangkan bahawa ia disebabkan
oleh banjir besar beribu tahun dahulu. Mereka meramalkan
apabila zaman ais (Ice Age) berakhir 12,000 tahun dahulu, glasier mula menjadi cair. Kawasan timur
Mediteranian yang terputus daripada Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak ditenggelami
air walaupun paras air lautan yang lain telah naik. Ini menyebabkan pada sekitar 7000 tahun yang
lepas, empangan semula jadi di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediteranian
melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang sememangnya terputus daripada laut-laut yang lain.
Kekuatan limpahan air
tersebut dianggarkan 10,000 kali ganda Niagara Falls.
Mereka mendakwa bukti saintifik menunjukkan bahawa kulit kerang dari kawasan tersebut berusia
lebih 7000 tahun manakala yang daripada laut lain berusia sekitar 6500 tahun. Dr Ballard
menerangkan “Banyak perkara berlaku telah berlaku apabila air tawar dari sebuah tasik bertukar
menjadi air masin sebuah laut 7000 tahun dahulu dan hasil daripada banjir besar tersebut
menyebabkan kawasan tanah darat yang sangat luas bertukar menjadi dasar laut”.
Dipetik daripada: James Chapman, Daily Mail, UK, 14 September
2000. Jamil Adimin Research
and Graduate School University of Manchester.
M a h a S u c i A l l a h Page 8 of 8
http://www.geocities.com/buahoren/bahtera.html 10/19/2004
l Pengalaman Ahmet Ali Arslan – Ketua Pengarang sebuah akhbar berbahasa Turkey di
Washington DC.
Pernah bekerja sebagai juruhebah di stesen radio Suara Amerika.Beliau juga seorang penasihat dan
penyelidik kanan Institut Sains dan International Technology-Washington DC. “Keluarga saya dari
Aralik yg terletak di kaki Mt.Ararat.Di situlah saya dibesarkan. Semenjak kecil saya telah naik ke
gunung itu mungkin telah lebih dari 50 kali termasuklah ekspidisi Navarra
Saya menemani satu rombongan ekspidisi saintist dalam tahun 1989 utk mencari kawasan jurang yg
dikenali sbg Lurah Ahora di pinggir gunung itu, Lurah Ahora ini adalah satu lurah yg sangat curam dan
bahaya.
Oleh kerana saya seorang wargenegara Turkey maka saya diberi kebenarkan membuat siasatan ke
bahagian2 tertentu di Mt.Ararat yg mana dikenalpasti oleh satelit sbg kawasan yg mungkin
merupakan kawasan bahtera.
Sebaik sahaja saya dekat dgn kawasan itu lapisan ais yg saya pijak mula bergerak dan saya telah
tergelincir sejauh berpuluh2 kaki ke bawah jurang. Mujurlah saya tidak terjatuh ke dalam lubang
jurang.
Apabila saya berdiri,dihadapan saya kira 2,100 kaki, saya terlihat satu struktur bangunan yg
diperbuat drp kayu. Kira2 beberapa ribu kaki dari puncak gunung. Saya mula cepat2 ambil gambar.
Saya yakin itulah The Great Noah Ark yg ada diceritakan oleh kebanyakkan orang. Jika ada pembaca
yang ingin mendapat maklumat lanjut bolehlah menghubungi Dr Ahmet Ali arsan dialamat
9430,Cloverdale Court, Burke, Va 22015, Amerika Syarikat.
Kenyataan dan Persoalan dari artikel/catatan pengkaji sejarah:
l Maha Suci Allah yang telah menentukan Bahtera Nabi Nuh AS ditempatkan diatas Gunung
Ararat (Gunung Kesengsaraan) yang mana ianya menyukarkan para pengkaji dan saintis untuk
merosakkan Bahtera tersebut dan satu dari pada kesan sejarah Islam yang terulung
memerlukan keredaan Allah untuk dikaji.
l Beberapa saintis barat diberi hidayah Allah untuk mengakui kebenaran Islam melalui penemuan
Bahtera Nabi Nuh AS yang juga mengiakan Kalam Allah yang termaktub dalam Al-Quran.
l Dan juga beberapa saintis barat yang menafikan Bahtera Nabi Nuh AS justeru ingin terus
merosakkan.
l Kenapakah beberapa badan siasatan merahsiakan penemuan Bahtera Nabi Nuh AS dan bukti
disimpan oleh Pentagon yang juga ingin merahsiakan misteri-misteri penemuan seperti Piramid,
Kewujudan UFO, Penangkapan Makluk Asing, Misteri Segitiga Bermuda dan beberapa misteri
yang masih disembunyikan dari umum.
Wallahualam

Sihir Ilmu Kesaktian Menurut Islam

SIHIR ILMU KESAKTIAN

Ada sangat banyak ilmu kesaktian yang dikenal para pencari ilmu kesaktian.Pada pembahasan kali ini saya akan membagi ilmu kesaktian menjad idua.Pertama yaitu ilmu kesaktian yang bersifat fisik seperti kebal senjata tajam,kebal api,kebal sengatan binatang berbisa,punya kekuatan tubuh yang luar biasa,tubuh bisa berjalan diatas air,bisa terbang,bisa menjatuhkan seseorang dari atas motor,tubuh bisa menghilang dan lain sebagainya.Kedua yaitu ilmu kesaktian bersifat ghoib yang kasat mata seperti bisa melihat makhluk halus,bisamengetahui atau pergi kealam ghoib,bisa mengetahui masa lalu,masa depan,mengetahui isi hati orang lain dan lain sebagainya.

Pada pembahasan ini saya akan menjelaskan apa bentuk-bentuk ilmu kesaktian baik berbentuk fisik atau pun ghoib yang selama ini sangat ingin dikuasai atau dipelajari ilmunya.Penjelasannya adalah sebagaiberikut :

a. Ilmu Kesaktian Fisik

Ilmu ilmu kesaktian yang dikenal masyarakat sangatlah banyak dimulai dari ilmu-ilmu kesaktian yang diperoleh melalui puasa,wirid-wirid tertentu,pengisian,pembukaan,melalui latihan-latihan pernapasan tenaga dalam,meditasi,ritual-ritual penyembahan pada syetan dan lain sebagainya.Kesemua ritual yang dijalankan dilakukan untuk mendapatkan suatu kesaktian seperti kebal senjata tajam,kebal api,kebal sengatan binatang berbisa,punya kekuatan tubuh yang luar biasa,tubuh bisa berjalan diatas air,bisa terbang,bisa menjatuhkan seseorang dariatas motor,tubuh bisa menghilang dan lain sebagainya.

Penjabaran ilmu kesaktian fisik adalah:

��Ilmu Kebal : Sejenis ilmu untuk menguatkan daging dan kulit tubuh agar tidak luka,terbakar,tersengat,digigit binatang berbisa,atau sakit ketika bersentuhan dengan sesuatu yang tajam,runcing,keras,panas atau dingin.Ilmu ini dapat dikuasai dengan berbagai macam cara menurut aliran dan acara mendapatkannya.Contoh :Aliran Kebathinan mistik sufi dengan membacaAsma’ul Husna Ya Q howiyu Ya Matiinu ( Yang Maha Kuat,Yang Maha Kokoh) dengan bilangan tertentu.Aliran kejawen untuk mendapatkan kekebalan dengan melakukan laku prihatin dan merapal jampi aji Brajamusti dengan berpuasa mutih selama 41 hari dengan ditambah puasa pati geni 3 malam dan puasa ngebleng semalam.Aliran tenaga dalam dengan menarik energi yang disimpan di dada (ex:aliran tenaga dalam BS),di ulu hati (ex:aliran tenaga dalam ML),di bawah pusar (ex:aliran tenaga dalam SN) lalu dialirkan pada tempat-tempat tertentu pada suatu bagian tubuh yang akan dibuat kebal.Aliran Yoga,Reiki,tenaga prana menurut tuturan para praktisinya dengan membalikkan energi kundalini menuju chakra tantien lalu dialirkan ke seluruh bagian tubuh,menarik energi dari chakra mahkota lalu dialirkan menuju jalur mikrokosmik orbit ke chakra tantien dan dialirkan keseluruh tubuh,atau dengan memadatkan aura tubuh.

��Tubuhtidak dapat tersentuh oleh sesuatu yang membahayakan.Pada aliran kebathinan untuk mendapatkan ilmu tersebut dengan membaca doa Ibnu Alwan disertai permintaan syafa’at pada Syeikh Abdul Qadir Jailani.Pada aliran tenaga dalam dengan pengerahan kekuatan jurus satu atau jurus tiga yang berfungsi benteng tubuh dan melontarkan lawan.Pada aliran prana ataupun yoga dengan cara membuat bola energi perlindungan dengan energi Chi,Kiataupun energi kundalini.Pada aliran kejawen dengan merapal ajian lembu sakilan.

��Terbangdiudaraatau berjalan diatas air.Pada aliran Yoga atau meditasi energi untuk mendapatkan kemampuan meringankan tubuh didapat dengan cara meditasi pada cakra seks atau mengalirkan energi kundalini menuju cakra seks.Pada aliran kebathinan Sufi dengan melakukan dzikirasma’ul husna dengan bacaanya lathiifu (Yang Maha Halus).Pada aliran kejawen dengan merapal ajiansupiiangin dan dibarengi puasa.

��Tubuhmenghilang.Aliran kebathinan Islam dengan membaca wiridAl Baathinu .Pada aliran kejawen dengan merapal ilmu ajipanglimunan .Pada aliran Meditasi atau Yoga dengan mengerahkan daya cipta disertai penggunaan kekuatan cakra.

Masih banyak lagi ilmu kesaktian dan kekuatan fisik.Jika kita lihat setiap aliran walaupun berbedacara mau pun keyakinan berdasarkan agama atau kepercayaan tetap bisa menghasilkan kekuatan atau kesaktian yang sama.Apakah ini membuktikan adanyawihdatul adyan (penyamaan semua agama dan kepercayaan sama baiknya)?

Tentu tidak ini adalah salah satu bentuk penyesatan bagi umat Islam,semogakita tidak terjebak dengan kekuatan ghoib yang pada akhirnya dapat merusak akidah dan membuat keragu-raguan akandien kita.

b. Ilmu Kesaktian Ghoib (mengetahui hal-hal yang ghoib)

Kita tentu sering mendengar adanya orang-orang yang mengaku bisa mengetahui hal-hal yang ghoib atau bisa mendapatkan berita-berita rahasia,masa lalu juga masa depan.Seperti dalam aliran yoga atau pun Reiki mereka mengklaim bisa mengetahui hal-hal yang ghoib setelah mereka melakukan olah bathin seperti bermeditasi dan berhasil membersihkan dan membuka tujuh cakra utama yang ada pada dirinya dan membuka cakra-cakra langit (singchi dalam istilah aliran Reiki Tummo) dengan aliran energi kundalini yang menembus cakra mahkota.

Tidak itu saja dalam aliran kejawen ada juga ilmu untuk bisa mengetahui hal-hal yang ghoib,sebagian besar orang yang mendalami ilmu kejawen pastilah mengenal adanya seorang pujangga yang bernama Ronggowarsito yang diyakini bisa meramal dan mengatahui kejadian masa mendatang puluhan tahun setelah kematian dirinya,dalam aliran kejawen ada ilmu ajian untuk mengetahui hal-hal yang ghoib (melihat jin,melihat tembus,melihat masa lalu dan masa depan) salah satunya yang terkenal yaitu dengan merapal ajian Trawangan versi kejawen.Bacaannya adalah�Bismilahirohmanirrohim.Niat ingsun matek ajiku aji trawangan,aji pengawasan Sang Yhang Pramana,Byar padang trawangan pengawas ingsun,sifat katon kersaning Allah.�

Selama membaca mantra diharuskan puasa selama 41 hari berturut-turut juga selama berpuasa setiap hari harus melatih kekuatan matanya dengan bermeditasi pada titik tengah antara kedua mata.Jika kita teliti ada kata-kata dalam ajian trawangan itu yang menjurus pada kesyirikan yaitu kata-kata �aji pengawasan sang hyang pramana �.Sang Hyang Pramana sesungguhnya adalah dewanya agama Hindu lalu untuk kamuflase pada akhir rapalan itu disebut kata Allah,semua rapalan ajian itu jelas sudah ada unsur kesyirikan.

Dalam aliran mistik sufi atau pun perguruan ilmu-ilmu karomah ada amalan untuk membuka hijab yang menjadi tirai penutup untuk mengatahui hal-hal yang ghoib yang diistilahkan dengan�al-kasyf � dengan cara yang benar-benar sesat dan tanpa ilmu seperti berzikir mengucapHu Allah (bentuk bacaan zikir yang tidak pernah diajarkan Rasulullah) dengan konsentrasi pada titik-titiklatifa-latifa (halus) bagian tubuh tertentu sampai mengalamitrance (ketidaksadaran) yang mendorong terbukanya hijab alam ghoib.

Masih banyak lagi cara-cara atau metode-metode untuk mengetahui yang ghoib sesuai dengan keyakinan dan aliran yang mereka dalami.Dari semua cara-cara yang disebutkan diatas semuanya berakhir pada konsep mendapatkan kekuatan ghaib yang diluar kemampuan manusia.

Bentuk-bentuk sihir kekuatan ghoib adalah:

��OutOf Body Eksperiens: Yaitu pengalaman saat berada diluar tubuh,dalam bahasa Indonesianya ilmu meraga sukma menurut penjelasan para paranormal dimana seseorang bisa melepas roh atau sukma dari tubuh fisiknya untuk berpergian kesuatu tempat di alam manusia atau berpergian kealam (astral) jin atau roh.

��Clairvoyance:Yaitu ilmu trawangan untuk melihat alam ghoib juga untuk melihat alam manusia yang jauh atau tertutup yang tidak dapat dilihat dengan mata fisik,juga untuk melihat masa lalu dan masa depan.

��Clairaudiance: Yaitu kemampuan untuk mendengar hal-hal secara ghaib hal-hal yang belum terjadi.

��Thelepaty:Yaitu ilmu mengirimkan kekuatan dan perasaan dari jarak jauh sehingga orang kita tuju menerima apa yang ingin kita ungkapkan atau perasaan hati kita.

��Magnetisme :Yaituilmu ghaib yang menggunakan prana atau �daya hidup�sebagai kekuatan dan daya penyembuhan�.

��Sirep :Yaituilmu yang berdasarkan kekuatan cipta dan mantra yang digunakan untuk menidurkan orang secara paksa.

��Pengasihan :Yaitusalah satu dari ilmu �puja mantra�(mantra yang dikuatkan dengan cara prihatin) yang khasiatnya dari mantra pengasihan ini mampu mempengaruhi alam bawah sadar orang yang dikehendaki sehingga orang tersebut menjadi jatuh cinta pada kita.

��Guna-guna:Yaitu suatu ilmu yang bertujuan untuk menyakiti dan mencelakai orang kita benci tanpa diketahui pengirimnya.

��Teluh :Yaitusuatu kekuatan ghaib yang cara pelepasannya dengan bantuan roh halus untuk membunuh atau mencelakakan orang lain dari jarak jauh tanpa diketahui orang.

��Ajikesaktian:Yaitu kekuatan atau kesaktian yang didapat dari hasil puasa selama beberapa waktu yang disyaratkan dengan dibarengi pengucapan mantra-mantra untuk mendapatkan suatu kesaktian tertentu.

��Gendam: Sama dengan hipnotisme yaitu ilmu untuk bisa mempengaruhi alam bawah sadar orang lain agar mau menuruti keinginan kita.

KESESATAN ILMU KESAKTIAN

a. Ilmu Kesaktian Fisik

Salah satunya yang paling digandrungi masyarakat adalah kemampuan untuk kebal dari segala hal yang dapat melukai tubuh.Bisa saya jelaskan kita sama sekali tidak mengetahui teknologi yang makhluk halus itu gunakan dan diberikan untuk menipu kita,seperti saya contohkan orang yang mempunyai ilmu kebal dan setelah di Ruqyah ternyata ilmu kebal itu berasal dari kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi jin yang telah membuat sesuatu perubahan molekul tubuhnya hingga sepadat batu hingga tidak mempan dibacok.

Ada juga orang yang mengaku bisa menghilang atau punya ilmupanglimunan setelah melakukan puasa mutih 41 hari dengan tata cara tertentu ketahuilah, kemampuan itu bukan karomah yang datang dari Allah karena semuanya melalui cara-cara yang bid’ah.Kelebihan itu hakikatnya dari bantuan setan dengan memegang tubuh orang tersebut hingga mengalami proses dematerialisasi (proses penghilangan benda-benda materi masuk ke alam jin) dan jika ingin menampakkan diri kembali jin itu tingggal melepas tubuh orang yang ditolongnya hingga terwujud kembali atau proses rematerialisasi (proses pewujudan dari benda yang masuk alam jin kealam materi manusia).

Perlu diketahui bahwa alam materi termasuk didalamnya manusia diciptakan Allah pada getaran kecepatan atom yang sedikit lebih lambat dari alam meterinya jin yang lebih cepat hingga kita tidak dapat melihat jin beserta alamnya.Bisa saya contohkan baling-baling pesawat terbang dan bagaimana secara bertahap ia hilang dari penglihatan kita dengan semata-mata peningkatan kecepatan putarannya dan ketidakmampuan kita untuk mengikutinya.Padahal ia tetap berputar,dan ketika putarannya mulai melambat,kita kembali dapat melihatnya?

Dalam nisbatnya dengan Jin beserta alamnya,kita bukan berhadapan dengan gerakan yang keluar dari kecepatan gerak seperti gerakan baling-baling pesawat terbang.Tetapi kecepatan yang sangat tinggi yang sulit dibayangkan pada pancaran gelombang yang bersumber dari atom-atom pembentuk tubuh jin beserta alamnya yang kelima indra kita tidak mungkin mampu menangkapnya.

Ilmu pengetahuan fisika modern telah mengetahui bahwa semua benda pada akhirnya terdiri dari atom,atom terdiri dari proton dan elektron.Elektron-elektron ini merupakan materi pertama alam,dan seluruh benda yang ada di alam semesta baik manusia,binatang,tumbuhan maupun benda mati tidak lain adalah elektron-elektron yang melayang-layang disamudra ether dengan kecepatan sangat tinggi atau dengan getaran yang bermacam-macam.Pendapat ini dengan sendirinya meliputi dunia kita dan alam yang tidak dapat kita lihat seperti jin dan alam tempat tinggalnya yang mempunyai kecepatan getaran yang lebih tinggi dari alam manusia.Jadi jika manusia ingin menghilang jin itu tinggal memegang dengan merubah kecepatan atom manusia itu hingga sama dengan kecepatan getaran atom pembentuk tubuh jin tersebut.

Karena banyak bangsa jin yang berilmu pengetahuan tinggi,terbukti mereka ada yang mempu merubah benda-benda fisik masuk menjadi benda-benda astral atau sebaliknya,merubah benda-benda astral ke benda-benda fisik,contohnya:keris,batu merah delima,besi kuning dari alam jin kealam nyata,hingga terkadang paranormal bisa langsung mendapatkan digenggaman tangannya secara tiba-tiba karena jin itu sendiri yang melepas benda tersebut ditangannya hingga berbentuk materi kembali karena benda tersebut kembali pada kecepatan getaran atom alam manusia.Proses tenung,teluh santet adalah sama hasil pekerjaan bangsa jin.Benda-benda seperti jarum,silet,rambut tentu bisa dengan mudah dimasukkan ketubuh seseorang tanpa melukai tubuh korbannya dalam waktu yang sekejap.Wallaahu a’lam bishshawab. (Ustadz Fadlan pernah menerapi seseorang yang akhirnya memuntahkan ular hitam dari mulutnya,saya pernah menerapi seorang wanita yang sewaktu saya Ruqyah ia memuntahkan silet dari mulutnya).

Ada seseorang yang memiliki ajian yang bisa membuat dirinya pergi dengan kecepatan kilat atau bahkan terbang di udara.Ada juga seseorang yang memiliki ajian atau kesaktian hingga memiliki kemampuan dan kekuatan luar biasa pada dirinya untuk mengangkat benda yang sangat berat dengan kesaktian sihir yang mereka miliki sebagai hasil dari latihan atau ritual-ritual bid’ah yang mereka lakukan.Ini bukanlah bentuk karomah melainkan dari hasil berkolaberasi dengan Jin yang mereka sadari atau tidak sadari.

Ketahuilah Allah telah memberikan kemampuan pada sebagian jin antara lain kemampuan dalam kecepatan bergerak dan berpindah juga terbang diudara.Juga kemampuan untuk mengangkat benda-benda yang sangat berat.Ada sebuah kisah dalam Al-Qur’an ketika Jin �Ifrit berjanji kepada Nabi Sulaiman untuk mendatangkan singgasana Ratu Yaman ke Baitul Maqdis dalam waktu singkat sebelum Nabi Sulaiman bangkit dari tempat duduknya,walau pun pada akhirnya seorang jin yang punya ilmu dari al-Kitab yang mempunyai kemampuan yang lebih hebat dari jin �Ifrit yang berkata:�Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.�

Al-Qur’an menceritakan:’Ifrit dari golongan jin berkata:�Saya akan mendatangkan kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu.Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya dan dapat dipercaya.�Seorang jin yang mempunyai ilmu dari al-Kitab berkata:�Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.�Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya,ia pun berkata:�Ini adalah dari karunia Tuhanku…..� (An-Naml:39-40 )

Al-Qur’an juga menceritakan mengenai kecepatan dan kemampuan terbang jin yang suka naik ketempat-tempat strategis dilangit.Mereka mencuri pendengaran tentang berita-berita langit guna mengetahui perkara-perkara baru yang akan terjadi.Setelah Rasulullah saw diutus,penjagaan di langit bertambah ketat:�Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit.Maka kami mendapai langit penuh dengan penjagaan yang ketat dan panah-panah api.Sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit untuk mendengarkan secara sembunyi (berita-beritanya).Tapi sekarang siapa saja yang mencoba mendengarkan secara sembunyi,tentu akan mendapatkan penah yang mengintai (untuk membakarnya).� (Al-Jin:8-9 )

Ada riwayat mengenai kesaktian fisik tentang Al-Harits ad-Dimasyqi yang muncul di Syam pada masa pemerintahan �Abdul Malik ibn Marwan,lalu mendakwakan dirinya sebagai nabi;setan-setan telah melepaskan rantai-rantai yang melilit dikedua kakinya,membuat tubuhnya menjadi kebal terhadap senjata tajam,menjadikan batu marmer memujinya saat disentuh tangannya,dan ditampakkan pada masyarakat sekelompok pasukan yang terbang diudara dan dikatakannya itu adalah malaikat.Ketika kaum Muslimin telah berhasil menangkap al-Harits ad-Dimasyqi untuk dibunuh,seseorang menikamkan tombak ketubuhnya,namun tidak mempan (punya ilmu kebal).Maka berkatalah �Abdul Malik ibn Marwan berkata kepada orang yang menikamnya itu,�Itu adalah karena engkau tidak menyebut mana Allah ketika menikamnya. �Maka ia pun mencoba lagi menikamnya dengan terlebih dahulu membaca Bismillah,dan ternyata tewaslah ia seketika.

Dari riwayat diatas ternyata pada zaman pemerintahan Islam dahulu sudah ada ilmu kebal dan ilmu-ilmu kesaktian lainnya yang dimiliki oleh tukang sihir yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi.Maka janganlah heran jika kita melihat kesaktian-kesaktian para penganut ilmu sihir yang mendakwakan dirinya sebagai utusan seluruh umat manusia (ada tokoh India yang terkenal mengaku utusan bagi seluruh makhluk hidup mereka adalah Babaji,Sai baba dengan segala pengkultusan dan kemampuan ajaib yang mereka miliki)

Namun ada juga riwayat yang menceritakan bagaimana seorang hamba Allah yang shaleh melakukan perkara-perkara luar biasa karena ketaatannya pada Allah SWT.Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalamSyuabul Limaan ,no (1/693) bahwa Abu Muslim atau Abdullah Ibnu Tsaub atau Ibnu Atsub,atau Ibnu �Auf atau Ibnu Mayskam.Ia masuk Islam sebelum wafatnya Rasulullah,tetapi ia tidak melihatnya.Ia datang ke-Madinah ketika Rasulullah wafat,kemudian Abu bakar ash-Shiddiiq r.a,ditunjuk menjadi khalifah.Ia hidup sampai zaman Yazid Ibnu Muawiyah.Diantara kabar yang diriwayatkan tentangnya adalah bahwa Aswad al-�Ansi sang pendusta bertanya kepadanya,�Apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah Rasul Allah? �ia menjawab,�Saya tidak mendengar perkataanmu.� Lalu ditanya,�Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu Rasulullah? �ia menjawab,�Ya� Kemudian diperintahkan kepadanya pengikut al-Aswad untuk menyalakan api dan melemparkan jasadnya ke dalam golakan api tersebut.lalu mereka datang kepadanya setelah dilempar kedalam api,dan didapatkannya ia sedang melakukan shalat didalamnya.Api tersebut menjadi dingin dan ia selamat darinya.ia tidak terkena siksaan sedikit pun.Kemudian dia datang ke Madinah setelah wafatnya Rasulullah.Umar mendengar kedatangannya,ia memanggilnya dan mengajaknya duduk di antara Abu bakar dan Umar,dan berkata,�Segala puji bagi Allah yang tidak mematikan jiwaku sehingga Dia memperlihatkan kepadaku seorang hamba di antara umat Muhammad yang disiksa sebagaimana Nabi Ibrahim disiksa.� ia meninggal dunia pada tahun 63 H.Lihatal-I’laam no.(4/53),danal Hilyah (2/128)

b. Ilmu Kesaktian Ghoib

Sebelum kita membahas hukum belajar melihat alam ghaib,terlebih dahulu kita membahas tentang pengertian alam ghaib.Kata ghaib berasal dari bahasa Arabghoba,yaghibu,ghoiban :artinya lawan dari tampak dan hadir.(al Mu’jam al Wasith hal.667).Adapun secara istilah,ghoib adalah:�yang tidak tampak oleh kita tetapi diceritakan oleh Allah kepada kita melalui Rasulullah.�(Tafsir Ibnu Katsir).

Jelaslah bagi kita bahwa alam ghoib adalah alam yang bukan alam dzohir yang bisa yang bisa kita indra dengan panca indra kita.Percaya kepada yang ghoib merupakan pokok dasar dari rukun iman serta menjadi sifat yang utama dan pertama bagi orang-orang yang bertaqwa,sebagaimana terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 3,yang artinya:�Orang-orang yang beriman kepada yang ghoib dan mendirikan shalat… .�

Alam ghaib sangat luas bahasannya,kita beriman pada Allah,malaikat,surga,neraka,ruh, alam barzah dan jin yang kesemuanya itu adalah ghoib.Namun sungguh disayangkan tidak sedikit di antara umat islam yang salah dalam memahami alam ghoib itu hanya dengan alam jin dan syetan saja.Artinya kalau diantara mereka ada yang mengklaim melihat jin atau syetan orang tersebut dikatakan telah mengetahui alam ghoib yang sesungguhnya?Tentu tidak alam ghoib sangat luas cakupannya tidak hanya terbatas pada alam jin lalu mengatakan tahu keghoiban yang hakiki..

Rasulullah,imamnya para Rasul dan manusia termulia tidaklah memiliki kemampuan melihat alam ghoib malaikat,surga,neraka,ruh, alam barzah dan jin dangan panca indranya kecuali diberi kekhususan oleh Allah sebagi Mu’jizat yang diberikan pada Rasulullah.Seperti pada saat tertentu baliau mendapatkan wahyu dari Allah,misalnya peristiwaIsro’ danMiroj dan peristiwa-peristiwa lain seperti melihat malaikat Jibril dan menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril yang kesemuanya karena wahyu dan kekhususan yang diberikan Allah dan tidaklah atas kemauan Rasulullah sendiri.Allah berfirman tentang hal ini di dalamsuratAl-A’raf ayat 188:

==================================
ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

�Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah.Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib,tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan,dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’�

Dari keseluruhan penjelasan tersebut di atas,dapat disimpulkan bahwa pengakuan orang yang biasa yang bisa melihat jin baik yang dia lihat atau yang menampakkan diri atau melihat alam jin walaupun mereka mengatakannya dari hasil latihan meditasi pembukaan chakra ajna ataupun dari hasil puasa patigeni,maupun dari hasil wirid itu semua dari hasil bantuan jin itu sendiri dan sangat terbatas sifatnya.Yang diberikan jin itu pada manusia hanya sebatas pada alam jin itu sendiri yang bukan ghoib bagi diri mereka (jin) dan tidak mungkin sampai kealam roh dan jika ada orang yang mengaku bisa melihat alam roh tidak lain hasil tipu daya jin itu sendiri yang menyerupa dan menyesatkan manusia.Karena sebenarnya jin bahkan Iblis tidak mengetahui hakikat roh itu sendiri apalagi masuk kealam roh dan mengetahui hakikat keghoiban yang hakiki yang kesemuanya itu hanya milik Allah semata.

Seperti dalam proses penciptaan langit dan bumi dan penciptaan roh makhluk hidup.Allah Ta’ala berfirman:

==================================
ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

�Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri merekasendiri.�(AlKahfi:51)

Allah juga berfirman didalamsuratAl Isro’ ayat 85:

==================================
ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

�’Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.katakanlah:�Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku,dantidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.�

Banyak orang-orang yang bisatrawangan (melihat tembus atau melihat makhluk halus) setelah di Ruqyah Ustadz Fadlan ternyata ada jin diantara kedua matanya yang jin itu telah membantunya dengan menyamakan frekuensi kecepatan getaran kosmis alam jin pada kedua mata orang tersebut hingga orang tersebut memiliki kemampuan luar biasa pada matanya atau bisa juga dengan sarana air sihir yang diminumkan pada orang yang bersangkutan hingga ia bisa memiliki ilmutrawangan.Wallaahu a’lam.

Selain itu,kemampuan melihatnya itu sendiri terjadi karena orang tersebut telah menjalin kerjasama dengan jin baik yang ia sadari maupun dia tertipu karenanya (dikatakan dari hasil meditasi,puasa patigeni ataupun wirid-wirid) yang membantunya yang kesemuanya itu sekali lagi hanya terbatas pada alamnya sendiri (alam jin) yang tentu bukan hal ghoib bagi dirinya (bukan alam barzah atau roh yang merupakan hal yang ghoib bagi jin itu sendiri yang ia tidak bisa memasukinya namun dapat menipu mausia dengan mengaku dari alam roh atau roh seseorang).

Atau ada kalanya penampakan jin atau syetan itu karena sihir yang dilakukan oleh jin yang menjelma menjadi seperti makhluk yang tinggi besar,hitam,menakutkanatau bahkan sebaliknya seperti makhluk yang bersinar terang yang sangat tampan atau cantik (yang mengaku dewa dan dewi).

Kedua hal ini merupakan suatu bentuk tipu daya yang dilancarkan syetan pada manusia,atauseseorang bisa melihat jin atau berkomunikasi dengan mereka secara langsung karena bantuan jin itu sendiri,bahkan ada bangsa jin yang menculik manusia untuk mereka masukkan kealam jin.

Imam As-Suyuthi menulis tema yang berkaitan dengan permasalahan hidupnya manusia dialam jin dengan memaparkan beberapa cerita diantaranya adalah dari Al-Khara’ithy mentakhrij dari jalan lain,dari Asy-Sya’by,dari Ziyad Al-Haritsy,dia berkata�Semasa jahiliah kami mempunyai kolam air.Diantara kami ada seseorang yang bernama Amr bin Malik yang hidup bersama anak putrinya.�

�Wahai putriku,tolongbawa mangkok ini dan ambilkan aku air dikolam,�kata Amr kepada anak putrinya.

Maka anak putrinya itu mengerjakan perintah ayahnya.Tapi pada saat itu dia diculik jin dan jin itu membawanya pergi.Karena itu Ayahnya mencari-carinya keperkampungan,sehingga kami pun sibuk mencarinya disetiap tempat,di gang dan di jalan.Tapi sedikitpun jejaknya tidak kami dapatkan.Pada masa Umar bin Al-Khaththab,anak putri itu muncul,dengan rambut acak-acakan dan kukunya tumbuh memanjang.Amr menghampirinya dan menciumnya seraya berkata,�Wahai Putriku,dimana engkau berada selama ini?Apa yang terjadi dengan dirimu?�

�Apakah ayah masih ingat pada malam hari ketika ayah menyuruhku mengambil air kekolam?�tanyaputrinya.�Ya,akuingat,� jawab Amr.

�Pada saat itu aku diculik jin dan jin itu membawaku pergi.Maka akupun hidup bersama golongan jin.Demi Allah,tidak ada hal yang haram yang terjadi pada diriku.Ketika datang Islam,mereka diserang jin-jin musyrik.Jin yang menculikku berjanji jika dia dan golongannya menang maka dia akan mengambalikan aku pada keluargaku.Karena dia dan kelompoknya menang maka dia membawaku dan aku dapat melihat kalian.Antara aku dan dia ada kesepakatan jika aku membutuhkan dia,maka aku dapat bergumam memanggilnya.�

Kemudian rambutnya dicukur dan kukunya dipotong.Setelah keadaannya membaik,ayahnyamenikahkan putrinya dengan seorang pemuda dari perkampungan yang sama.Suatu hari terjadi percecokan seperti yang biasa dialami pasangan suami istri,sehingga sang suami berkata kepadanya,�Hai orang gila,bukankah engkau pernah tumbuh di kalangan jin?�

Maka wanita itu bergumam mengeluarkan suara.Tiba-tiba terdengar suara,�Wahai semua Bani Al-Harts,berkumpulahkalian dan jadilah orang-orang yang terpandang.�

�Apa yang terjadi?Mengapakami mendengar suara namun kami tidak dapat melihat siapa-siapa?�

�Aku adalah dahulu yang membawa fulanah.Semasa jahiliah aku menjaganya dengan kedudukanku dan aku juga menjaganya selama Islam dengan agamaku.Demi Allah aku tidak pernah melakukan hal yang haram terhadap dirinya.Sesungguhnya aku sedang berada di suatu negeri.Ketika kudengar teriakan suaranya.Maka kutinggalkan semua urusanku.Aku mememuinya dan kutanyakan permasalahannya.Maka dia menjawab,bahwa suaminya telah mencaci dirinya karena dia pernah hidup dialam jin.Demi Allah,sekiranya aku dapat mendekatinya,tentu akan kucongkel biji matanya.�

Imam Ahmad dan Tirmidzi juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah berbincang-bincang dengan sebegian istrinya pada suatu malam tentang permasalahan mistis,lalu Rasulullah bertanya:�Tahukah kalian apa itu mistis?Sesungguhnya cerita mistis adalah seorang laki-laki dari bangsa Udzrah yang ditawan oleh jin di zaman jahiliah.Ia tinggal beberapa tahun lamanya dengan mereka,lalu ia dikembalikan kepada manusia.Kemudian ia bercerita kepada manusia tentang keajaiban yang dialaminya,spontan manusia menanggapinya bahwa cerita tersebut adalah mistis.�

Dalam beberapa kasus yang banyak diperbincangkan masyarakat atau penikmat ilmu metafisika bahwa mereka sangat mengkultuskan seseorang tokoh yang tiba-tibamoksa (hilang tak tentu rimbanya) atau dipercaya telah menjadi tubuh cahaya.Janganlah kita langsung takjub mendengar ada orang yang sedang bermeditasi tiba-tibamoksa sebab bisa jadi orang itu masuk kealam jin atau tragisnya telah mati karena sakit atau kelaparan lalu dikubur diam-diam oleh pengikutnya lalu digembar-gemborkan telahmoksa atau menjadi tubuh cahaya demi penyebaran agama yang dianutnya.

Kembali dalam pembahasan kemempuan seseorang melihat jin.Dalam beberapa kasus yang dihadapi Tim Ruqyah di Yogyakarta ,banyak sekali bukti yang menguatkan bahwa kemampuan seseorang melihat jin atau syetan tidak lain dari bantuan dari jin atau syetan itu sendiri.Ketika di Ruqyah,para pasien yang sudah kesurupan,tidak jarang melihat beberapa jin yang ditugaskan oleh bos atau tuannya agar menjaga jin yang ada dalam tubuh pasien sehingga jin yang sudah tersiksa dan terbakar dalam tubuh pasien itu takut keluar.yaitu dengan cara jin itu menakut-nakuti jin yang ada dalam tubuh pasien itu jika keluar maka akan dipenjarakan oleh bos atau tuannya.Namun setelah jin berhasil dibunuh atau dikeluarkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an (Ruqyahsyar’iyyah ) orang tersebut tidak mampu melihat jin lagi.

DidalamsuratAl-A’raf Allah menerangkan,bahwajin bisa melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat jin.Allah Ta’ala berfirman:

�Sesungguhnya syetan dan kelompoknya tidak dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihatmereka.�(QS.Al-A’raf:27 )

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah ketika menjawab pertanyaan tentang ayat ini beliau mengatakan:�Yang ada di dalam Al-Qur’an bahwa (jin) melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat mereka ini adalah haq (kebenaran) yang menunjukkan bahwa mereka melihat manusia pada suatu keadaan sedang manusia tidak dapat melihatnya pada keadaan tersebut.�

Ibnu Taimiyah melanjutkan,:�Tidak ada di dalamnya (penafsiran) bahwa tidak ada seorang pun diantara menusia yang tidak melihat mereka pada suatu keadaan,bahkan terkadang diantara orang-orang shaleh melihat mereka begitu pula orang-orang tidak shaleh,akan tetapi manusia tidak melhat mereka setiap saat.�(MajmuFatawa Ibnu Taimiyah,juz 15 hal.7 ).

Pernyataan beliau ini sesuai dalam kenyataan yang ada.Pada zamannya Ibnu Taimiyah juga sering melakukan therapy gangguan jin dengan Ruqyah,jadibanyak sekali kejadian-kejadian yang beliau hadapi.Sebagaimana yang terdapat dalam kitab Ath Thibbun Nabawi hal 52-53.Namun demikian pernyataan ini tidak menunjukkan manusia mampu melihat jin secara hakikat dan wujudnya setiap waktu.Sebagaimana tidak ada ilmu-ilmu keghoiban dalam Islam yang bisa mengantarkan menusia mampu melihat jin.

Maka,seseorang yang mampu melihat jin,kemungkinannya hanya dua,pertama dia memang orang yang sholeh yang diberi karomah mampu melihat jin,atau kedua orang itu bukan orang yang sholeh,ia mampu melihat jin karena bantuan dan tipu daya jin itu sendiri yang akan menyesatkan manusia.

Adapun karomah itu sendiri sudah jelas,dia tidak dapat dipelajari atau ditransfer apalagi diturunkan (diwariskan),tidak dapat didemonstrasikan (dipamerkan),tidak dapat dihadirkan,tidak dapat berulang-ulang.Sementara dengan tipu daya jin bisa terjadi setiap saat,kapan saja,dimana saja,baik diperoleh dengan cara berkolaberasi deangan sebangsanya atau atas kemauan jin itu sendiri.Bila ini yang dimaksud dengan mempelajari ilmu tentang alam ghoib,yaitu belajar berkolaberasi dengan jin tentu sangat dilarang dalam Islam.Sesungguhnya,hakekat sesuatu yang ghoib itu hanya ada dalam ilmu Allah.Maka manusia tidak akan pernah mampu untuk menyingkap hal-hal ghoib yang hakiki dari ilmu Allah.

Setelah kita memahami ajaran akidah islam mengenai yang ghoib itu tentu kita harus menerimanya dengan keimanan yang kuat tanpa adanya kebimbangan atau keraguan sedikitpun.Keghoiban ruh sama dengan keghoiban alam ghoib yang lainnya,kitaharus mempercayai dan yakin hanya Allah saja yang mengetahuinya.Allah berfirman didalamsuratAl Isro’ ayat 85:

==================================
ABC Amber LIT Converter v2.02
==================================

�Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.katakanlah:�Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku,dantidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.�

Roh termasuk urusan Allah SWT sendiri,selain Allah Ta’ala sendiri tidak ada yang mengetahuinya,tidak dahulu,sekarang ataupun tidak nanti,kecuali hanya diberi pengetahuan yang sedikit.

Adapun alam roh yang dapat ditembus oleh manusia,pastiitu ada rekayasa dari jin.Karena roh tidak bisa dipanggil atau tidak dapat berpindah-pindah dari seseorang keorang lain.Andaikan roh bisa dipanggil tentu tidak ada yang mati karena ketika roh itu keluar keluarganya akan memanggilnya kembali kejasadnya.

Mengenai mukjizat Nabi Isa �alaihissalam beliau betul-betul mengembalikan roh itu kejasadnya,jelasberbeda dengan tipu daya setan yang mengaku-ngaku roh si fulan kemudian masuk ke tubuh orang lain dan bercerita tentang orang yang telah meninggal atau roh itu mengajarkan ilmu-ilmu tertentu.

Berhati-hatilah dalam hal yang ghoib ini,karenakarana akan menentukan akan diterimanya ibadah seseorang.Kita semua tentu sudah tahu bahwa syarat diterima amal seseorang hamba Allah itu bila dilakukan dengan ikhlas dan berittiba’ (menyontoh) kepada Rasulullah saw.Ikhlas dalam artian tidak ada unsur syiriknya sedikitpun.Klaim pengetahuan terhadap yang ghoib berarti menyekutukan Allah dalam sifat-Nya,karena Allahlah yang Maha mengetahui yang ghoib.

Ketahuilah bahwa sebagai orang Muslim kita hanya bisa mempercayai informasi tentang yang ghoib dari dua sumber utama agama kita yakni Al-Qur’an dansunnah .

Islam menolak berita-berita tentang masa lalu yang tersamar,informasi-informasi rahasia dan masa depan yang berasal dari para ahli meditasi,ahli yoga, tukang-tukang sihir,peramal,dukun,dan yang sebangsanya yang mana mereka mendapatkan berita-berita tersebut sebenarnya dari hasil bekerjasama dengan jin, karna jin itu telah merasuk kedalam raganya lalu dibisiki oleh jin yang kesemuanya itu mereka campur adukkan dengan tipu daya.

Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadish shahih dari Abu Hurairah,Rasulullahbersabda:

�Apabila Allah menetapkan perintah diatas langit,para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya,seakan-akan firman yang (didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) diatas batu bata,hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan).Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka,mereka berkata,�Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?�Mereka menjawab,�(Perkataan yang benar.Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.�Ketika itulah,(syaitan-ayaitan) pencuri berita (wahyu)mendengarnya.Keadaan (syaitan-syaitan) pencuri berita itu seperti ini:sebagian mereka diatas sebagian yang lain.Digambarkan oleh Sufyan (yakni bin Uyainah) dengan telapak tangannya,beliaumemiringkannya dan membuka jari jemarinya.Maka ketika pencuri berita (yang diatas) mendengar kalimat (firman) itu,disampaikanlah kepada yang dibawahnya kemudian disampaikan lagi kepada yang dibawahnya dan demikian seterusnya hingga disampaikan kemulut tukang sihir atau dukun.Akan tetapi,kadangkala syaitan penyadap berita terkena panah api sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut,dan kadangkala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena panah api,lalu dengan satu kalimat yang didengarnya itulah,tukang sihir atau dukun melakukan seratus macam kebohongan.Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau dukun) mengatakan,�Bukanlah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari ini dan hari itu akan terjadi ini dan itu,lalu itu benar terjadi,sehingga dipercayailah tukang sihir atau dukun tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari langit.

Al-Bukhary dan Muslim mentakhrij dari Aisyah,dia berkata,�Aku berkata,�Wahai Rasulullah,sesungguhnya para dukun biasanya meramal sesuatu dan kami mendapatkan kejadiannya sama persis.� Beliaubersabda,�Perkataan itu memang benar,yang didengar jin lalu disusupkan ketelinga walinya,dan dia menambahinya dengan seratus kedustaan.�

Dinyatakan oleh Allah dalamsuratal Hijr ayat 18:�…..Kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang.�

Dari ayat ini semakin terang diantara kita bahwa diantarajin ada yang bertugas mencuri pendengaran keputusan-keputusan dari Allah yang diperintahkan kepada para malaikat yang ditugaskan untuk menjalankannya.kemudian dari jin pencuri inilah seseorang bisa meramal suatu kejadian-kejadian yang akan terjadi.

Dalam bukunya(Al-Majmu’ al-Fatawa :11/309) Ibu Taimiyah menyebutkan bahwa ada ahli metafisika yang mempunyai hubungan dengan Jin memberitahu Ibnu Taimiyah.Ahli metafisika itu berkata kepadanya:�Sesungguhnya jin memperlihatkan kepadaku sesuatu yang mengkilap seperti air dan kaca (Jin orang tersebut mungkin menggunakan teknologi semacam televisi atau radio dari alam mereka).Mereka menayangkan gambar-gambar atau berita-berita yang kami minta didalamnya.�

Jadi janganlah heran jika kita sewaktu meditasi bisa tiba-tiba melihat sesuatu informasi masalalu,rahasia-rahasia,informasi masa depan seolah-olah melihat gambar-gambar atau suara seolah-olah menonton TV.Kemampuan ini bukanlah atas kekuatan keajaiban diri kita dari hasil latihan ilmutrawangan melainkan jin itu membantu kita jika ingin melihat alam jin dengan menyamakan ferekuensi stimulus penerimaan cahaya mata dengan kosmik alam jin atau dengan menggunakan teknologi audiovisual alam jin yang mereka inisiasikan pada diri kita (hingga kita bisa melihat tembus pandang) atau dari hasil jin itu,merekam,mencari atau membuat informasi yang kita butuhkan lalu mereka programkan pada �komputer� mereka melalui proses instaling lalu ditampilkan pada �layar monitor� pada syaraf kornea kedua mata kita.Wallaahu a’lam.

Mereka para ahli spiritual,ahli metafisika,para dukun, paranormal,oranglinuwih ,Avatar,guruji,satguru dan sebutan-sebutan yang lainnya itu biasanya mendapatwangsit atauilham atau �pencerahan�dengan melalui bisikan-bisikan syaitan secara langsung ataupun melalui meditasi sesungguhnya didapat dari syaitan yang yang mencuri berita dari langit.

Biasanya untuk mendapatkan wangsit atau ilham dari syaitan itu mereka harus melakukan amalan khusus seperti bertapa,bersemedi,meditasi,puasa mutih,puasa patigeni,thawaf dikuburan wali,sampai dengan cara yang keji seperti mengencingi Al-Qur’an,menginjak Al-Qur’an di dalam WC,membaca mantera-mantra berbau syirik dan kekufuran lainnya.

Di dalam surat Jin ayat 26-27 Allah menyatakan dalam firmannya:

�(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib,maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya,maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.�

Harus ketahui bahwa pengetahuan terhadap seluruh yang ghoib secara mutlak hanya milik Allah semata tidak ada dari kalangan malaikat,jin,manusia yang memilikinya.memang terkadang Allah menampakkan sebagian yang ghoib itu kepada dari kalangan hamba-hamba pilihan Allah seperti Rasul,Nabi yang merupakan mukjizat bagi mereka.

Akhirnya marilah kita selalu bercermin dan mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat serta ulama-ulama yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasul.

Agama Baru itu Bernama Pluralisme

Fatwa MUI tentang Pluralisme Agama sudah tepat meskipun terlambat. Sebab, paham ini sudah sedemikian lama dikembangkan – dengan dukungan dana dan fasilitas yang luar biasa � sehingga penyebarannya juga bersifat massif dan infiltratif. Meskipun segelintir pihak menentang fatwa MUI sebagai kekonyolan dan ketoloian, MUI tetap kukuh dan mustahil mencabut fatwanya kembali.

Alhamdulillah, akhirnya fatwa MUI tentang paham Pluralisme Agama dikeluarkan. Fatwa tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Pluralisme Agama haram dan bertentangan dengan ajaran Islam. Meskipun sudah agak terlambat, ketetapan MUI tersebut sangat patut disyukuri. Fatwa MUI tentang Pluralisme Agama ini merupakan suatu keberanian, karena paham yang disebarkan oleh ke-kuatan global ini bukan main besar dukungan politis dan biayanya. Karena itu, wajar jika MUI terus-menerus dihujat dan dicaci karena berani mengeluarkan fatwa tersebut.”

Hal itu dikatakan oleh Dosen Perban-dingan Agama Universitas Islam International Malaysia, Anis Malik Thoha, PhD dalam Diskusi Panel: “Fatwa MUI tentang Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme Agama” yang diselenggarakan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) beberapa waktu lalu di Jakarta. Dalam diskusi tersebut, juga hadir Dr. Ugi Suharto (Direktur Eksekutif INSIST), Adian Husaini (Kandidat Doktor IsTAC-IIUM Kuala Lumpur), KH. Cholil Ridwan (Ketua MUI), dan Husein Umar (Ketua DDII).

Menurut Anis Malik Thoha yang juga Rois Syuriah NU Cabang Istimewa Malaysia, untuk memahami wacana Pluralisme Agama, perlu ditelusuri sejarahnya, paling kurang, sejak awal abad ke-20. Ketika itu, seorang teolog Kristen Jerman bernama Ernst Troeltsch mengungkap perlunya bersikap pluralis di tengah berkembangnya konflik internal agama Kristen maupun antar-agama. Dalam artikelnya yang berjudul “The Place of Christianity among the World Religions”, Ernst Troeltsch mengatakan, umat Kristiani tidak berhak mengklaim paling benar sendiri.

Pendapat senada banyak dilontarkan sejumlah pemikir dan teolog Kristen lainnya seperti William E. Hocking dan sejarawan terkenal Arnold Toyribee. Oleh karena itu, gerakan ini dapat dikatakan sebagai “liberalisasi agama Kristen” yang telah dirintis dan diasaskan oleh tokoh Protestan Liberal, Friedrich Schleiermacher, pada sekitar perte-ngahan abad ke-19 lewat pergerakannya yang dikenal dengan “Liberal Protestantism”.

Konflik internal Kristen yang hebat ketika itu telah mendorong Presiden AS, Grover Cleveland, turun tangan untuk mengakhiri perang antar aliran tersebut. Pada awal-awal abad ke-20 juga mulai bermunculan ber-macam-macam aliran fundamentals Kristen di AS. Jadi, selain konflik antar aliran Kristen, ternyata faktor politik juga sangat terkait dengan latar belakang gagasan ini.

Lebih lanjut, Anis Malik Thoha menje-laskan, sebagai suatu bentuk liberalisasi agama, Pluralisme Agama adalah respon teologis terhadap political pluralism yang telah cukup lama digulirkan sebagai wacana oleh para peletak dasar-dasar demokrasi pada awal-awal abad modern, yang secara nyata dipraktikkan oleh AS. Kecenderungan umumdunia Barat waktu itu tengah berusaha menuju modernisasi di segala bidang. Dan salah satu cirri dan modern yang dihembus-kan adalah demokrasi, globalisasi dan HAM. ‘Jika dilihat dari konteks ini, maka Pluralisme Agama pada hakekatnya adalah gerakan politik dan bukan gerakan agama. Setiap manusia dipandang sama, tidak ada ras, suku, bangsa atau agama yang berhak mengklaim bahwa dirinya paling unggul,” paparAnis.

Pembela Sipilis

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 29 Juli 2005 lalu, MUI menetapkan fatwa, bahwa sekularisme, liberalisme, dan pluralisme agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Islam dan haram bagi umat Islam memeluknya. Ada yang menyingkat ketiga paham itu sebagai “sipilis” (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme). Berbagai komentar sudah muncul terhadap fatwa tersebut. Sayangnya, pengkritis fatwa MUI yang tidak jujur dan tidak paham dengan hakekat paham ini.

Saat ulang tahun Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang ke-65, yang dirayakan pada Kamis (4 Agustus 2005) lalu, berulang kali terdengar pekik “Hidup Pluralisme” dan “Tolak Fatwa MUI”. Perayaan ulang tahun Gus Dur juga sekaligus mengusung tema “Merayakan Pluralisme”. Acara Ultah tersebut adalah contoh bagaimana kerasnya penolakan terhadap fatwa MUI tersebut.

MUI sendiri mendefinisikan Pluralisme Agama (PA) sebagai suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama, dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan disurga.”

Definisi MUI itulah yang kemudian dikritik beberapa pemeluk dan penyebar paham pluralis dan liberalisme ini. Direktur International Centre for I slam and Pluralism Syafi’i Awar menilai, fatwa-fatwa MUI itu adalah sebuah kemunduran yang luar biasa. Bahkan dedengkot JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Absar Abdalla mencela fatwa MUI sebagai kekonyolan dan ketololan.

Dalam disertasinya, Greb Barton menjelaskan beberapa prinsip gagasan Islam liberal yang dikembangkan di Indonesia: (a) Pentingnya kontekstualisasi ijtihad, (b) Komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan, (c) Penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama, (d) Pemisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara.

Menurut Barton, ada empat tokoh Islam Liberal di Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Wahib, dan Djohan Effendi (sumber: “Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Penerbitan Paramidana, Jakarta, 1999).

Karena itu, menjadi tidak sinkron dan jauh melenceng bila mendengar pernyataan Syafi’I Anwar dalam mendefinisikan pluralisme agama, dengan mengatakan, bukan menyamakan semua agama, melainkan saling menghormati.

Pluralisme agama itu sendiri adalah istilah khas dalam teologi. Nurcholish Madjid menyatakan, ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. Yaitu, pertama, sikap eksklusif dalam melihat agama lain (agama-agama lain adalah jalan yang salah, yang menyesatkan bagi pengikutnya). Kedua, sikap inklusif (agama-agama lain adalah ntuk implisit agama kita). Ketiga, sikap pluralis (agama-agama lain adalah jalan yang sama-sama sah untuk mencapai kebenaran yang sama atau setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah kebenaran).

Di dalam bukunya, pernah menulis buku berjudul “Samakah Semua Agama?, Dr. J. Verkuil menceritakan sebuah hikayat Nathan der Weise (Nathan yang bijaksana). Nathan adalah seorang Yahudi yang ditanya oleh Sultan Saladin tentang agama manakah yang terbaik, apakah Islam, Yahudi atau Nasrani. Lalu dijawab Nathan, semua agama itu intinya sama saja. Perlu diketahui, hikayat Nathan itu ditulis oleh Lessing (1729-1781), seorang Kristen yang mempercayai bahwa intisari agama Kristen adalah Tuhan, kebajikan, dan kehidupan kekal. Intisari itu, menurutnya, juga terdapat pada Islam, Yahudi dan agama lainnya.

Dalam Konferensi Parlemen Agama-agama di Chicago tahun 1893, diserukan bahwa tembok pemisah antara berbagai agama di dunia ini sudah runtuh. Konferensi itu akhirnya menyerukan persamaan antara Kong Hu Tsu, Budha, Islam dan agama-agama lain. Mereka juga berkesimpulan bahwa berita yang disampaikan oleh para nabi itu sama saja.

Vatikan Menolak

Sangatlah aneh bila Ulil cs telah menyamakan semua agama. Padahal tokoh Kristen sendiri, seperti Frans Magnis Suseno telah menolak keras Pluralisme Agama. Menurut Magnis. Pluraslisme Agama, sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teolog-teolog seperti John Hich, Paul F. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik), adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. Bagi mereka, anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan.

Paham-paham Pluralisme Agama, menurutnya, jelas-jelas ditolak oleh Gereja Katolik. Pada tahun 2001, Vatikan menerbitkan penjelasan “Dominus Jesus”. Penjelasan ini, selain menolak paham Pluralisme Agama, juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantar keselamatan ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Di kalangan Katolik sendiri, Dominus Jesus menimbulkan reaksi keras. “Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. Toleransi.yang sebenarnya adalah menerima orang lain, kelompok lain, keberadaan agama lain, dengan baik, mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam keberlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan menghormati penuh identitas masing-masing yang tidak sama,” ujar Frans Magnis Suseno.

Dikatakan Adian Husaini, fatwa MUI tentang Pluralisme Agama sudah tepat, meskipun sebenarnya terlambat. Sebab, paham ini sudah sedemikian lama dikembangkan – dengan dukungan dana dan fasilitas yang luar biasa – sehingga penyebarannya juga bersifat massif dan infiltratif. “Lihat saja, meskipun MUI sudah mengharamkan paham ini, tetap saja ada tokoh yang menyebarkannya. Misal-nya, artikel Tarmizi Taher di Dialog Jumat Republika (5/8/2005), yang berjudul ‘Agama dan Konflik� secara terang-terangan mengimbau kaum Muslim untuk memeluk paham syirikini.”

Ditulis Tarmizi, pluralisme agama sebagai salah satu unsurterpenting demokrasi harus menjadi fokus utama semua orang. Jika selama ini pluralisme belum terpahamkan lewat dialog, maka harus ada sosialisasi lewat media publik, seperti kampanye, pemutaran film, penerbitan bulletin ke pedesaan, kelompok kajian, partai politik, dan lain-lain.

“Mungkin Tarmizi Tahir sendiri tidak paham dan tidak sadar akan makna Pluralisme Agama,” kata Adian sweraya menambahkan, “Yang jelas, tulisan Tarmizi Tahir dapat diambil sebagai kasus, yang menggambarkan, bagaimana orang yang selama ini dikenal sebagai ‘bukan tokoh Liberal’ pun turut menyebarkan paham yang destruktif terhadap akidah Islamiyah ini, meskipun sudah ada fatwa MUI yang mengharamkannya.” (amanahonline)

Perkawinan (Perintah nikah:)

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS_ An Nisaa’_3).

Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.

Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

Anjuran berkawin

32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS_An Nuur_32).

Maksudnya: hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin.

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS_Ar Ruum_21).

Perceraian (Hukum talak )


Disyariatkannya talak:

227. Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS_Al Baqarah_227).

229. Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS_Al Baqarah_229).

Ayat inilah yang menjadi dasar hukum khulu’ dan penerimaan ‘iwadh. Kulu’ yaitu permintaan cerai kepada suami dengan pembayaran yang disebut ‘iwadh.

230. Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. (QS_Al Baqarah_230).

232. Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS_Al Baqarah_232).

Kawin lagi dengan bekas suami atau dengan laki-laki yang lain.

236. Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut’ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS_Al Baqarah_236).

130. Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana. (QS_ An Nisaa’_130).

BEBERAPA KETENTUAN ISLAM TENTANG HUKUM PERKAWINAN
Wanita yang diceraikan sebelum dicampuri tidak ada ‘iddah dan harus diberi mut’ah

49. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik- baiknya. (QS_Al Ahzab_49).

Yang dimaksud dengan mut’ah di sini pemberian untuk menyenangkan hati isteri yang diceraikan sebelum dicampuri.

neraka

Balasan terhadap orang yang durhaka

21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,(QS_An Naba’_21).

Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.

38. Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” (QS_ Al A’raaf_38).

Maksudnya: pengikut-pengikut

Maksudnya: pemimpin-pemimpin

41. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,(QS_Al A’raaf_41).

Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka.

80. Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS_Al Baqarah_80).

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa di waktu Rasulullah SAW sampai ke Madinah, kaum Yahudi berkata: “Umur dunia ini tujuh ribu tahun. Manusia disiksa tiap seribu tahun dari hari dunia ini sehari di Yaumilakhir, sehingga jumlahnya hanya tujuh hari saja, dan setelah itu putuslah siksaan itu. Maka Allah turunkan ayat ini (S. 2: 80) sebagai bantahan dan peringatan kepada orang-orang yang menganggap dirinya lebih tahu dari Allah SWT.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani di dalam kitabnya al-Kabir, demikian juga Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Ikrimah atau Sa’id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 80) sehubungan dengan ucapan kaum Yahudi yang berkata: “Kita tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari saja, selama kita menyembah anak sapi, yaitu empat puluh hari, sesuai dengan sumpah kita. Dan apabila telah habis empat puluh hari, putuslah siksaan terhadap kita.”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari ‘Ikrimah, Ibnu Abbas dan lain-lain.)

206. Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (QS_Al Baqarah_206).

61. Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (QS_ Al Qashash)_61).

Maksudnya: orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, karena itu dia di akhirat diseret ke dalam neraka.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS_At Taubah_68).

101. Al Qaari´ah
Penutup

Surat Al Qaari’ah, seluruhnya menjelaskan hal-hal yang akan terjadi di hari kiamat.

HUBUNGAN SURAT AL QAARI’AH DENGAN SURAT AT TAKAATSUR
Dalam surat Al Qaari’ah dijelaskan golongan orang-orang yang masuk surga dan golongan yang masuk neraka, sedang pada surat At Takaatsur diterangkan salah satu sebab yang membawa orang masuk neraka.

98. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi. (QS_Huud_98).

Muqaddimah SURAT Shaad

Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar. Dinamai dengan Shaad karena surat ini dimulai dengan Shaad (selanjutnya lihat no. [10]). Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Quran, untuk menunjukkan bahwa Al Quran itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Quran ini adalah mukjizat Nabi Muhammad s.a.w. yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan: Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad s.a.w., yaitu bahwa dia mengetahui hal-hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu; sumpah iblis untuk menyesatkan manusia seluruhnya kecuali hamba- hamba Allah yang ikhlas; Al Quran diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

2. Kisah-kisah: Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.; kisah Ayyub a.s.

3. Dan lain-lain: Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad s.a.w. bahwa Allah adalah Maha Esa; rahasia yang terdapat pada kejadian alam; pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka; nikmat-nikmat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka.

59. (Dikatakan kepada mereka): “Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): “Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.” (QS_Shaad_38).

Orang kafir akan menemui azab neraka dan orang-orang yang berbuat kebaikan akan mendapat pahala yang berganda

32. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? (QS_ Az Zumar_32).

71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.(QS_Az Zumar_71).

72. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.(QS_ Az Zumar_72).

46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS_Al Mu’min_46).

Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.

47. Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?” (QS_Al Mu’min_47).

Ikhwanul Muslimin Yordan Berencana Bangun 100 Rumah di Gaza

Ikhwanul Muslimin Yordania hari Selasa (8/6) menyampaikan bahwa mereka berencana untuk mengirim konvoi bantuan ke Gaza yang membawa bahan bangunan untuk membangun kembali 100 rumah yang hancur di Jalur Gaza selama agresi Israel pada tahun 2008 lalu.

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah meminta kepada Duta Besar Mesir di Amman, agar memfasilitasi masuknya konvoi bantuan mereka ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah.

Ikhwan Yordan dalam pernyataan mereka kepada duta besar Mesir di Amman, menyatakan bahwa tujuan mereka ke Gaza adalah untuk membangun kembali 100 rumah yang hancur oleh agresi brutal Yahudi beberapa waktu lalu di Gaza, sambil menjelaskan bahwa mereka akan menuju Gaza menyertai konvoi dari Yordania.

Kebangkrutan Pemimpin Arab Menghadapi Israel?

Sejarah kekalahan bangsa Arab dalam perang tahun 1967, yang mengakibatkan dicaploknya tanah Palestina, termasuk Al-Aqsha, tempat yang dimuliakan oleh umat Islam, hanyalah memberikan gambaran betapa absurdnya bangsa Arab, ketika berhadapan dengan Israel.

Tetapi, kekalahan bangsa Arab dalam perang melawan Israel, tak lain hanyalah menunjukan kebangkrutan para rejim di negara-negara Arab, yang terus mengalami dekadensi (kemorosotan) moral.

Hanya beberapa bulan, sesudah berlangsungnya perang, pasukan tentara Jordan, dan sekelompok pejuang (fedayeen) bertempur dengan pasukan Israel di Karamah, yang di wilayah Jerusalem Timur, dan menyebabkan banyaknya korban dari kalangan Arab, dan hanya 80 tentara Israel yang terbunuh.

Kekalahan bangsa Arab melawan Israel dalam perang tahun 1967, menyisakan perasaan trauma, yang dalam dikalangan para pemimpin Arab, dan mereka akhirnya memilih jalan politik. Mereka tidak lagi ingin bertempur dengan Israel. Mereka para pemimpin Arab, justru melucuti para gerakan pembebasan yang membebaskan Palestina dari jajahan Israel.

Kekalahan militer Arab dalam perang melawan Israel dalam perang tahun 1967, menjadi titik balik, semangat perjuangan para pemimpin Arab, kemudian lebih memilih jalan damai dan diplomasi. Sampai pada tingkat mereka menelanjangi gerakan perjuangan seperti PLO, yang akhirnya mengubah asas perjuangan dari militer ke diplomasi dan politik. Pergeseran ini tak lain, ekses dari sikap dan pandangan para pemimpin Arab yang sudah tidak ingin lagi berperang melawan Israel. Mereka sudah merasa tidak mampu lagi melawan Israel.

Maka, penelanjangan terhadap gerakan-gerakan perjuangan bersenjata di Palestina dan tanah Arab, bukan hanya menghadapi Amerika dan Israel, tetapi mereka justru yang paling kejam menghadapi para rejim Arab, yang mereka lebih bersikap bersahabat dengan Amerika dan Israel dibanding dengan gerakan-gerakan pembebasan di tanah Palestina.

Hanya ada sedikit episode yang menggembirakan dalam sejarah di tahun 1973, yang dikenal dengan perang Oktober di bulan Ramadhan, di mana pasukan Mesir dan Syria berhasil mengalahkan Israel di Semenanjung Sinai, tetapi Amerika melakukan dukungan militer, lewat darat dan udara secara massive kepada Israel, termasuk armada pasukan Nato dikerahkan untuk menyelamatkan Israel. Dan, sesudah itu Presiden Mesir Anwar Sadat, tangannya diikat dengan perjanjian Camp David, dan hanya mendapatkan tanah Sinai. Tetapi, Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur, serta Dataran Tinggi Golan tetap dijajah Israel, sampai hari ini.

Di balik kekalahan bangsa Arab dalam perang tahun 1967, di mulai lebih dahulu oleh Israel melakukan kampanye kepada kalangan Arab, dan Israel menggukan para imigran Yahudi yang fasih berbahasa arab. Mereka melakukan kampanye dikalangan masyarakat Arab. Tentu, yang menjadi sasaran mereka adalah para pemimpin Arab. Mereka memberikan gambaran kepada para pemimpin Arab, bahwa orang-orang Yahudi itu sangat baik. Inilah awal penjajahan yang dijalankan oleh Israel dikalangan para pemimpin Arab.

Sebagian kalangan pemimpin Arab merasa optimis akan memasuki era baru, khususnya dalam membangun hubungan dengan Yahudi. Para propangandis Yahudi itu, mengatakan kepada para pemimpin Arab, kami sangat mencintai bangsa Arab. Karena itu, para pemimpin Arab, mempunyai kesimpulan, “Oh, mereka baik, kemudian rakyat Jordania, mereka (Yahudi) itu sangat beradab dan menghormati”, dan “Orang Yahudi adalah orang yang terdidik, mereka memiliki sikap yang mulia dan memiliki respek yang tinggi”, serta “Pemerintah Israel itu menghargai kesetaraan kepada setiap orang”.

Itulah opini yang dibangun para misionaris Yahudi, yang telah menelusup ke pusat-pusat kekuasaan di seantero negara Arab. Pantas kalau mereka lebih mencintai Yahudi, dibandingkan bangsa Palestina, yang sekarang menghadapi sekarat. Dan, mereka tetap tidak peduli.

Satu-satunya penguasa Arab, yang masih memiliki tanggungjawab dan kesadaran membela rakyat Palestina adalah Raja Arab Saudi, Faisal. Faisal menggunakan kekayaan minyaknya untuk membela rakyat Palestina. Dengan melakukan embargo minyak terhadap negara-negara Barat, yang menjadi pendukung Israel semuanya kolaps (ambruk). Tetapi, tak lama Raja Faisal di bunuh oleh keponakannya sendiri yang baru pulang dari Amerika, yang memang sudah diatur oleh CIA.

Sejak itu tidak ada lagi yang tersisa di dunia Arab, yang berani melawan Israel. Mereka lebih bersahabat dengan Israel, yang didukung Amerika. Apalagi, Amerika yang sejatinya dibelakangnya adalah Israel terus mengobarkan perang di Teluk, dan mengakibatkan pemerintahan di negara-negara Arab dan Teluk terus menggigil, dan ketakutan, kemudian mereka menyerahkan diri kepada Israel dan Amerika.

Sebuah episode yang sangat menyedihkan. Israel dan AS masih memiliki kartu ‘truf’ untuk menakut-nakuti para pemimpin Arab dan Teluk, tentang isu nuklir ‘Iran’, yang seperti hantu, yang sangat menakutkan. Tetapi, ketika berlangsung konferensi perlucutan senjata nuklir di Washington, yang diselenggarakan Presiden Obama, justru Israel, yang memiliki 100-200 hulu ledak nuklir menolak hadir, dan juga menolak menandatangani perjanjian perlucutan senjata nuklir. Netanyahu menolak mentah-mentah.

Rakyat Palestina tetap saja, bagaikan yatim piatu, yang tidak memiliki pembela siapa-siapa. Kekuatan LSM-LSM yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, tidak akan dapat mendobrak blokade Israel. Apalagi, Mesir yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sejak tahun l973, sampai hari ini, ikut melakukan blokade terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Inilah kebangkrutan dan dekandensi para pemimpin Arab, yang sangat tega membiarkan rakyat Palestina terus dijajah dan ditindas oleh Israel. Wallahu’alam.

Surat Dari Gaza: “Jangan Lupakan Kami; Kalianlah Yang Kami Miliki Sekarang”

Ummu Taqi, seorang ummahat dari Gaza, Palestina diwawancarai oleh Islam Channel beberapa waktu lalu. Setelah wawancara, Ummu Taqi menulis sebuah surat dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, surat ini ditujukan kepada kaum Muslimin di seluruh dunia. Berikut isi suratnya:

Assalamualaikum,

Saudara dan saudari yang saya sayangi, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengirimkan pesan dari para muslimah di Gaza. Silakan dengarkan situasi kami dan beritahu semua orang.

Situasi yang kami hadapi sangat mengerikan namun iman kami alhamdulillah kuat, walaupun kami tidak memiliki air, dan jika pun ada air itu tercemar dan kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Ketika kami punya uang, para penjual air berkata bahwa terlalu berbahaya bagi mereka sendiri untuk berjalan keluar dan mendapatkan pasokan air yang baru. Kami tidak memiliki gas, dan bahkan sama sekali tidak ada selama empat bulan terakhir. Kami memasak makanan kecil yang kami miliki dalam api yang kami bikin sendiri.

Orang-orang kami telah kehilangan semua pekerjaan mereka. Mereka menghabiskan hari-hari mereka di rumah sekarang. Suami saya seharian hanya pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mencari air. Dia biasanya kembali dengan tangan kosong. Tidak ada sekolah, tidak ada bank, hampir tidak ada rumah sakit yang terbuka. Kami selalu sadar bahwa hidup kami sangat riskan walaupun ada di ruangan apalagi di luar. Mereka (Israel) memberi kami jam malam antara pukul 01.00 sampai dengan- 04:00 dini hari. Pada jam itulah kami boleh keluar, dan Israel berkata “silakan cari pasokan untuk kalian,” tapi itu adalah dusta.

Kami makan nasi dan roti hanya satu kali dalam satu hari. Daging dan susu adalah sebuah kemewahan. Mereka menggunakan bahan kimia di daerah-daerah yang berada di perbatasan.

Kami diberitahu bahwa orang-orang berdemonstrasi di seluruh dunia. Masya Allah. Kenyataan bahwa kalian pergi ke kedutaan besar dan meninggalkan rumah kalian, membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Tapi kemudian kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci pintu kalian. Kami tidak bisa melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Jika ada serangan, dari lantai dasar, kami bisa pergi lebih lebih cepat.

Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar roket dan bom dan melihat pesawat yang terbang terlalu dekat dengan gedung kami, saya berteriak dengan anak saya yang masih kecil dan suami saya merasa tak berdaya.

Dalam semua ini tidak ada satu pun selain Allah (swt) yang dapat menyelamatkan kami. Tetapi ummah juga bertanya-tanya dimana tentara, dimana kemenangan itu? Jangan lupakan kami karena kalian semualah yang kami miliki sekarang. Sumbangan kalian sama sekali tidak sampai kepada kami, dan ketika Israel membuka perbatasan, sumbangan itu hanya untuk beberapa gelintir saja. Teruslah beramal karena Allah dan berdoa bahwa kemenangan akan segera datang, insyaAllah.

Wassalam,

Ummu Taqi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: